Harga Nintendo Switch 2 Bisa Segera Melonjak, Ini Penyebabnya

07.05.2026
Harga Nintendo Switch 2 Bisa Segera Melonjak, Ini Penyebabnya
Harga Nintendo Switch 2 Bisa Segera Melonjak, Ini Penyebabnya

Nintendo dikabarkan tengah menghadapi tekanan dari para investor untuk menaikkan harga konsol Switch 2 di tengah kondisi pasar global yang semakin tidak menentu.

Meski perangkat tersebut baru dirilis kurang dari satu tahun lalu, sejumlah pihak menilai harga saat ini belum cukup untuk menutupi kenaikan biaya produksi yang terus terjadi akibat situasi ekonomi dunia.

Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa para investor mendorong Nintendo agar segera menyesuaikan harga Switch 2 mengikuti tren industri game yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami lonjakan biaya.

Konsol generasi terbaru Nintendo itu pertama kali diluncurkan dengan harga 449 dolar AS atau sekitar Rp7,3 juta untuk model standar. Sementara paket bundel bersama game Mario Kart World dijual seharga 499 dolar AS atau setara Rp8,1 juta.

Sejak peluncurannya, Nintendo juga menghadirkan beberapa penawaran tambahan, termasuk bundel game Pokemon Legends: Z-A.

Namun hingga kini perusahaan masih mempertahankan harga dasar Switch 2 meski kompetitor mulai melakukan penyesuaian harga di berbagai wilayah.

Tekanan terhadap Nintendo muncul setelah sejumlah faktor global memicu kenaikan biaya produksi perangkat elektronik. Tarif impor, kelangkaan komponen memori akibat tingginya permintaan teknologi kecerdasan buatan atau AI, hingga konflik perang Iran disebut ikut memengaruhi harga industri teknologi dan video game.

Situasi tersebut membuat Sony dan Microsoft lebih dulu menaikkan harga konsol mereka di beberapa negara. PlayStation 5 mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar internasional, sementara Xbox Series X dan Series S juga beberapa kali mengalami penyesuaian harga di Amerika Utara sepanjang tahun terakhir.

Kondisi ini menjadi perubahan besar dalam industri game. Jika sebelumnya harga konsol cenderung turun seiring bertambahnya usia produk, kini justru banyak perangkat mengalami kenaikan harga meski sudah lama beredar di pasar.

Bloomberg melaporkan bahwa investor melihat Nintendo memiliki ruang untuk menaikkan harga Switch 2 tanpa kehilangan daya tarik pasar secara signifikan.

Meski begitu, ada kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat memengaruhi minat konsumen, terutama karena Switch 2 masih berada pada fase awal pertumbuhan penjualan.

“Investor mendorong Nintendo untuk meningkatkan harga sistem guna mengimbangi kenaikan biaya,” tulis laporan Bloomberg yang dilansir Mashable Indonesia.

Di sisi lain, performa penjualan Switch 2 sebenarnya masih tergolong sangat kuat. Penjualan konsol tersebut disebut melampaui pencapaian Switch generasi pertama dalam periode yang sama. Padahal Nintendo Switch original sendiri saat ini tercatat sebagai konsol video game terlaris kedua sepanjang sejarah.

Nintendo juga masih mencatat sejumlah keberhasilan besar dari sisi bisnis hiburan mereka. Game Pokemon Pokopia yang dirilis pada Maret 2026 dilaporkan berhasil terjual hingga 2,2 juta unit hanya dalam empat hari pertama penjualan. Selain itu, film The Super Mario Galaxy Movie menjadi film dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2026 sejauh ini.

Meski memiliki catatan positif, saham Nintendo justru mengalami penurunan dalam lima bulan terakhir setelah sempat mencapai posisi tertinggi pada Agustus tahun lalu. Kondisi tersebut membuat investor mulai mempertanyakan strategi perusahaan dalam menghadapi kenaikan biaya produksi global.

Nintendo dijadwalkan merilis laporan keuangan terbaru pada Jumat mendatang. Banyak investor berharap perusahaan akan memberikan sinyal terkait kemungkinan penyesuaian harga Switch 2 dalam laporan tersebut.

“Jika Nintendo tidak mengumumkan kenaikan harga dalam waktu dekat, menarik untuk melihat apakah laporan pendapatan perusahaan tetap mampu meredakan kekhawatiran investor,” tulis Bloomberg dalam laporannya.

Spekulasi mengenai kenaikan harga sebenarnya sudah muncul sejak pertama kali Switch 2 diperkenalkan. Beberapa mantan pegawai Nintendo sebelumnya juga sempat memprediksi bahwa perusahaan pada akhirnya akan menaikkan harga konsol tersebut.

Setelah pengumuman resmi Switch 2 tahun lalu, Nintendo memang sempat menaikkan harga sejumlah aksesori seperti Pro Controller dan amiibo akibat dampak tarif impor. Namun perusahaan memilih mempertahankan harga utama konsol agar tetap kompetitif di pasar.

Berbeda dengan Sony dan Microsoft yang kini berada di penghujung siklus generasi konsol mereka, Nintendo justru sedang berada pada fase penting untuk memperluas pasar Switch 2. Karena itu, keputusan menaikkan harga dinilai cukup berisiko bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Kenaikan harga memang bisa membantu meningkatkan margin keuntungan dan menenangkan investor, tetapi langkah tersebut juga berpotensi membuat konsumen berpikir ulang untuk membeli konsol baru Nintendo.

Meski belum ada pengumuman resmi dari Nintendo, banyak penggemar mulai bersiap menghadapi kemungkinan tersebut. Tidak sedikit gamer yang kini memilih membeli Switch 2 lebih awal sebelum potensi kenaikan harga benar-benar terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Scr/Mashable




Don't Miss