Manchester United bergerak cepat menjelang dibukanya bursa transfer musim panas. Di bawah kendali grup INEOS, Setan Merah dilaporkan tengah menggodok rencana besar senilai 140 hingga 150 juta poundsterling (sekitar Rp3,5 triliun) untuk mendatangkan tiga gelandang baru sekaligus.
Langkah agresif ini diambil demi melakukan perombakan total di sektor lini tengah. Terlebih lagi, gelandang veteran Casemiro dipastikan bakal hengkang dengan status bebas transfer, sementara Manuel Ugarte juga telah masuk dalam daftar jual klub.
Manajemen Old Trafford telah menetapkan pos yang ditinggalkan Casemiro sebagai fokus paling krusial. MU kabarnya siap menggelontorkan dana besar hingga 80 juta poundsterling (sekitar Rp1,9 triliun) demi mengamankan suksesor yang sepadan.
Nama gelandang jangkar milik Brighton & Hove Albion, Carlos Baleba, kini mencuat sebagai target nomor satu untuk mengisi peran vital tersebut.
Pimpin Perburuan Mateus Fernandes
Selain suksesor Casemiro, Manchester United juga menyediakan anggaran tambahan sebesar 40 juta poundsterling (sekitar Rp815 miliar) untuk mencari pengganti Manuel Ugarte. Posisi ini mengarah kuat pada bintang muda West Ham United, Mateus Fernandes.
Skuad asuhan Michael Carrick dilaporkan telah mengajukan tawaran resmi dan saat ini memimpin perburuan tanda tangan pemain berusia 21 tahun tersebut. Mateus Fernandes sendiri dikabarkan sangat tertarik untuk pindah ke Old Trafford.
Faktor keberadaan sang senior, Bruno Fernandes, yang menjadi idolanya, serta ambisi besar untuk mencicipi atmosfer Liga Champions menjadi alasan kuat sang pemain ingin berseragam Setan Merah.
Namun, jika negosiasi menemui jalan buntu, Manchester United sudah menyiapkan rencana cadangan. Duo gelandang Bournemouth, Alex Scott dan Tyler Adams, masuk dalam radar alternatif klub.
Untuk melengkapi trisula lini tengah baru mereka, MU membidik gelandang Southampton, Shea Charles. Pemain berusia 22 tahun itu dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, yakni sekitar 20 juta poundsterling (sekitar Rp407 miliar).
Peluang Man United untuk mengamankan Charles terbilang besar. Sang pemain kemungkinan kuat akan meninggalkan Southampton setelah klubnya dicoret dari babak play-off promosi akibat skandal spionase (mata-mata) terhadap tim lawan.
Intip Peluang Rekrut Bek Kiri Baru
Bukan hanya sektor gelandang yang dibenahi. Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, juga sedang memantau situasi bek kiri Newcastle United, Lewis Hall.
Pemain muda Inggris ini diproyeksikan untuk menggantikan Tyrell Malacia sekaligus menjadi suksesor jangka panjang bagi Luke Shaw yang kerap dibekap cedera.
Kendati demikian, transfer ini diprediksi tidak akan mudah. Newcastle United dikabarkan bertekad kuat memagari bintang mudanya tersebut dengan tawaran kontrak baru.
Barter Marcus Rashford dengan Rafael Leao Jadi Langkah Catur Sempurna Manchester United
Mandeknya negosiasi transfer permanen Marcus Rashford ke Barcelona justru menjadi berkah tersendiri bagi Manchester United. Situasi ini kini menjadi kunci utama bagi Setan Merah untuk mendaratkan penyerang AC Milan, Rafael Leao.
Rencana perombakan skuad Manchester United untuk musim 2026/2027 perlahan tapi pasti mulai mematangkan bentuknya. Kepastian ini didapat setelah Rashford dan kolega sukses mengamankan tiket kembali ke kompetisi kasta tertinggi, Liga Champions.
Menurut laporan eksklusif dari GIVEMESPORT, manajemen Old Trafford juga dikabarkan sudah sangat dekat untuk meresmikan Michael Carrick sebagai manajer tetap dalam jangka panjang. Seiring dengan kepastian di kursi kepelatihan, Setan Merah siap menggelar revolusi skuad besar-besaran. Sektor gelandang tengah dan penyerang sayap kiri menjadi prioritas paling darurat pada bursa transfer kali ini.
Kepergian Casemiro dipastikan bakal meninggalkan lubang besar di lini tengah. Namun, krisis daya gedor di sektor sayap kiri juga tidak kalah memusingkan. Terlebih, United sebelumnya sudah melepas Jadon Sancho dan Alejandro Garnacho.
Di tengah situasi pelik ini, nasib Marcus Rashford—yang musim lalu dipinjamkan ke Barcelona—tampaknya sudah tidak punya masa depan lagi di Old Trafford. Menariknya, kondisi ini justru membuka skenario transfer yang sangat liar sekaligus cerdas.
Barcelona Pelit, MU Pasang Badan
Sepanjang musim lalu, penyerang berusia 28 tahun itu seolah terlahir kembali di La Liga. Rashford tampil tajang dengan membukukan 14 gol dan 10 assist. Salah satu aksi terbaiknya adalah mencetak gol di laga krusial El Clasico yang mengantarkan Barcelona menyegel gelar juara Liga Spanyol.
Saking puasnya, raksasa Catalan tersebut ngebet untuk mempermanenkan Rashford. Mereka sebenarnya memiliki klausul tebus murah senilai 26 juta poundsterling (sekitar Rp617 miliar). Namun, drama dimulai ketika manajemen Barcelona mencoba nego sekikir mungkin untuk menurunkan harga tersebut.
Di sisi lain, Manchester United memilih bersikap tegas dan emoh memberikan diskon sepeser pun. Sikap keras kepala dari kedua belah pihak membuat transfer ini buntu total. Momentum mandek inilah yang dimanfaatkan MU untuk melancarkan strategi transfer baru.
Skenario Barter “Sama-Sama Untung” dengan AC Milan
Saat ini, radar utama Setan Merah untuk memperkuat sektor sayap kiri tertuju pada bintang AC Milan, Rafael Leao. Pemain timnas Portugal itu dibanderol dengan harga sekitar 60 juta poundsterling (sekitar Rp1,42 triliun).
Proses penjajakan awal melalui agen perantara pun dilaporkan sudah mulai berjalan. Pihak AC Milan sendiri kabarnya cukup terbuka untuk melepas sang pemain demi mencari tantangan baru.
Menariknya, AC Milan punya sejarah panjang mengagumi bakat Marcus Rashford. Jika transfer Rashford ke Barcelona benar-benar kolaps, Manchester United bisa langsung memanfaatkan ketertarikan raksasa Serie A tersebut untuk menyodorkan proposal barter pemain.
Skenario di mana Rashford menyeberang ke San Siro dan Rafael Leao mendarat di Old Trafford dinilai sebagai solusi paling ideal yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi kedua klub.
Senjata Baru untuk Michael Carrick
Secara profil teknis di lapangan, Rafael Leao dan Marcus Rashford memiliki kemiripan gaya main serta atribut skill yang identik. Mantan bintang MU, Nani, bahkan pernah memuji Leao sebagai pemain yang sudah berada di level elite dunia.
Kehadiran Leao—yang saat ini sedang berada di usia emasnya dan memiliki kemampuan menusuk yang mematikan—akan menjadi senjata baru yang sangat mengerikan bagi Michael Carrick. Skuad MU tentu butuh amunisi sekelas Leao untuk bisa bersaing sengit di kerasnya Liga Inggris maupun panggung Eropa.
Strategi barter ini tidak hanya menyelesaikan masalah taktis di atas lapangan, tetapi juga menyelamatkan kondisi finansial Manchester United dari ancaman sanksi keuangan akibat pembelian mandiri yang terlalu mahal.
Kini, mata pencinta sepak bola tertuju pada pergerakan Milan dan Barcelona. Apakah transfer impian publik Old Trafford ini akan menjadi kenyataan?
Scr/Mashable
















