Kabar buruk menimpa Paris Saint-Germain (PSG) menjelang laga krusial final Liga Champions 2025/2026 kontra Arsenal. Raksasa Prancis tersebut kini tengah dilanda kecemasan mendalam setelah dua pemain pilar mereka, Ousmane Dembele dan Achraf Hakimi, dilaporkan belum pulih total dan terancam melewatkan partai puncak.
Hanya tinggal menghitung hari sebelum duel perebutan trofi Si Kuping Besar di Puskás Aréna, Budapest, sinyal bahaya justru menyelimuti ruang ganti Les Parisiens. Kondisi kebugaran Dembele dan Hakimi yang masih menyisakan tanda tanya besar membuat sang pelatih, Luis Enrique, harus memutar otak lebih keras.
Menurut laporan media terkemuka Prancis, L’Equipe, Dembele hingga saat ini belum bisa kembali bergabung dalam sesi latihan penuh bersama rekan-rekan setimnya. Jika winger lincah Timnas Prancis ini terus absen dalam beberapa sesi latihan ke depan—terutama menjelang tenggat waktu 26 Mei—peluang dirinya untuk tampil sebagai starter menghadapi Arsenal dipastikan bakal menipis.
Kabar ini jelas menjadi pukulan telak bagi staf kepelatihan PSG. Sepanjang musim ini, eks pemain Barcelona tersebut merupakan motor serangan utama dalam skema taktik Luis Enrique.
Kecepatan serta kemampuannya dalam menusuk dan mengeksploitasi kedua sisi sayap kerap menjadi pembeda. Di panggung Liga Champions musim ini, Dembele berulang kali keluar sebagai pahlawan lewat aksi dribel mematikan dan intensitas pressing yang tinggi di laga-laga besar.
Setali tiga uang dengan Dembele, Achraf Hakimi juga terancam gigit jari di laga terpenting musim ini akibat dibekap cedera paha. Bek kanan asal Maroko tersebut dilaporkan belum mencapai kondisi fisik seratus persen.
Muncul keraguan yang sangat besar di internal klub mengenai kesiapan pemain kelahiran 1998 itu untuk turun sejak menit awal di laga final.
Kehilangan Hakimi akan menjadi kerugian masif bagi lini pertahanan maupun penyerangan PSG. Selain tangguh dalam menjaga area belakang, Hakimi adalah nyawa dari skema transisi cepat klub ibu kota Prancis tersebut.
Kecepatan eksosferik Hakimi di sisi kanan lapangan selalu menjadi senjata andalan PSG untuk membuka ruang dan mengobrak-abrik lini pertahanan lawan.
Absennya dua pemain yang mengandalkan kecepatan seperti Dembele dan Hakimi tentu akan sangat memengaruhi stabilitas taktik PSG. Terlebih lagi, Arsenal yang akan menjadi lawan mereka dikenal memiliki modal fisik yang kuat serta intensitas pressing yang sangat tinggi sepanjang musim ini.
Saat ini, tim medis PSG terus memantau perkembangan pemulihan kedua bintang tersebut dari jam ke jam. Keputusan akhir mengenai apakah mereka akan masuk ke dalam skuad kemungkinan besar baru akan diambil sesaat sebelum laga dimulai.
Partai final Liga Champions musim 2025/2026 antara PSG vs Arsenal sendiri akan tersaji pada Sabtu, 30 Mei 2026. Bagi PSG, laga ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan sebuah kesempatan bersejarah untuk mengukir tinta emas sebagai klub berikutnya yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions dua musim berturut-turut.
Scr/Mashable

















