Mantan gelandang Chelsea dan Timnas Brasil, Oscar, baru saja membagikan kisah memilukan tentang pengalaman hampir meninggal dunia yang dialaminya. Di balik kengerian tersebut, ada sebuah keajaiban besar yang berhasil menyelamatkan nyawanya dari cengkeraman maut.
Petaka itu datang di usia Oscar yang baru menginjak 34 tahun. Saat menjalani sesi latihan bersama klub masa kecilnya, Sao Paulo, pada November tahun lalu, bintang Brasil ini tiba-tiba ambruk di tengah lapangan akibat henti jantung mendadak (cardiac arrest).
Tim medis yang bergerak cepat menyatakan bahwa Oscar sempat mengalami mati klinis selama lebih dari dua menit.
Berbicara kepada media lokal mengenai momen mengerikan tersebut, Oscar menggambarkan pengalaman spiritualnya saat berada di ambang maut. Ia mengaku seperti berada di dalam sebuah mimpi yang sangat indah, di mana segala sesuatunya tampak begitu damai dan luar biasa.
Namun, di tengah batas tipis antara hidup dan mati, keajaiban pun terjadi. Oscar sayup-sayup mendengar suara tangisan pilu dari putra kandungnya, Caio.
Ucapan sang anak yang memohon, “Ayah, Ayah harus kembali,” menjadi kekuatan magis tak kasat mata yang menarik kesadarannya kembali ke dunia nyata.
Setelah berhasil lolos dari lubang jarum, Oscar didiagnosis mengidap vasovagal syncope (pingsan vasovagal). Ini merupakan sebuah gangguan kesehatan serius yang memicu penurunan detak jantung dan tekanan darah secara drastis dalam waktu singkat.
Akibat kondisi ini, mantan penggawa The Blues tersebut harus menjalani operasi ablasi jantung guna menstabilkan kondisi fisiknya. Meski operasi tersebut sukses menyelamatkannya untuk bisa hidup normal, dokter melarang keras Oscar untuk kembali ke dunia sepak bola profesional yang sarat tekanan fisik tinggi.
Alhasil, pada April lalu, gelandang bertalenta ini dengan berat hati mengumumkan gantung sepatu lebih awal. Ia juga terpaksa memutus kontrak berdurasi tiga tahun dengan Sao Paulo setelah hanya mencatatkan 21 penampilan.
Oscar tak mampu menyembunyikan rasa penyesalannya, mengingat ia masih memiliki ambisi besar untuk menatap musim depan dan memberikan kontribusi lebih bagi klub tanah kelahirannya tersebut.
Sebelum tragedi ini terjadi, Oscar dikenal memiliki karier yang sangat gemilang di Benua Biru. Didatangkan Chelsea dari Internacional, ia sukses membukukan 38 gol dari 203 pertandingan.
Selama masa baktinya di Stamford Bridge, ia menjadi pilar penting yang mempersembahkan dua trofi Premier League, satu Piala Liga Inggris, dan satu trofi Liga Europa.
Pada tahun 2017, Oscar bersama istri masa kecilnya, Ludmila, serta anak-anak mereka memutuskan pindah ke China untuk membela Shanghai Port, sebelum akhirnya memutuskan pulang kampung ke Brasil pada tahun 2025 lalu.
Pendapatan Oscar yang Sangat Besar di China
Karier Oscar di Tiongkok merupakan simbol dari era keemasan Liga Super China ketika bintang-bintang internasional menerima gaji yang besar.
Kepindahan Oscar dari Chelsea ke Shanghai Port pada Desember 2016 mengejutkan dunia sepak bola. Dengan biaya transfer sebesar 73 juta dolar AS , gelandang asal Brasil ini langsung menjadi salah satu pemain termahal saat itu. Lebih jauh lagi, ia menerima gaji sebesar 26 juta dolar AS per musim, angka yang setara dengan penghasilannya selama bertahun-tahun bermain di level tertinggi di Eropa.
Namun, masa keemasannya di liga Tiongkok tidak berlangsung lama. Ketika Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) menerapkan kebijakan keuangan yang lebih ketat dan memberlakukan batasan gaji pada pemain asing, pendapatan Oscar anjlok menjadi sekitar 3,5 juta dolar AS per musim.
Meskipun demikian, periode itu membantunya mengumpulkan kekayaan yang sangat besar, diperkirakan hingga 200 juta dolar AS , angka yang tidak banyak dicapai oleh pemain mana pun yang bermain di luar Eropa.
Saat ini, kekayaan yang accumulated selama masa bermainnya di CSL sangat signifikan mengingat Oscar terpaksa pensiun pada usia 34 tahun karena kondisi jantung. Mantan pemain internasional Brasil ini fokus pada pemulihannya, yang diperkirakan akan memakan biaya besar, untuk menghindari risiko serius yang mengancam jiwa.
Dengan fondasi keuangan yang kokoh, Oscar tentu dapat mempertahankan gaya hidup yang nyaman dan mengejar investasi bisnis setelah pensiun.
Ketika Oscar meninggalkan Chelsea untuk bermain di China, ia menghadapi banyak kritik. Ia dituduh “mengejar uang” dengan meninggalkan sepak bola Eropa tingkat atas di puncak kariernya. Banyak yang percaya bahwa gelandang tersebut menukar reputasinya dengan gaji besar di CSL.
Meskipun demikian, Oscar berulang kali membela keputusannya, dengan menegaskan bahwa ia ingin mengamankan masa depan keuangan keluarganya. Hingga saat ini, mantan pemain internasional Brasil itu telah membuktikan bahwa pilihannya tepat.
Scr/Mashable
















