Belajar dari Borok Arne Slot, Andoni Iraola Jangan Sampai Blunder di Liverpool!

09.06.2026
Belajar dari Borok Arne Slot, Andoni Iraola Jangan Sampai Blunder di Liverpool!
Belajar dari Borok Arne Slot, Andoni Iraola Jangan Sampai Blunder di Liverpool!

Langkah baru penuh tantangan resmi dimulai bagi Andoni Iraola di Anfield. Ditunjuk sebagai nakhoda anyar Liverpool untuk menggantikan Arne Slot, taktik jenius asal Spanyol ini langsung dihadapkan pada tekanan raksasa.

Iraola wajib memetik pelajaran berharga dari hancurnya rezim Slot agar tidak ikut terperosok ke dalam lubang yang sama.

Keputusan manajemen Liverpool menunjuk Iraola membuka lembaran baru yang dipastikan tidak akan mudah. Eks bos Bournemouth ini mewarisi skuad bertabur bintang, namun mentalnya tengah ambruk menyusul semusim penuh krisis yang berujung pemecatan Slot.

Agar posisinya aman, Iraola harus berani membedah borok dan kesalahan fatal yang membuat takhta Slot di Anfield runtuh dalam sekejap.

Kembalikan “Gegenpressing” yang Hilang

Pelajaran pertama dan paling krusial bagi Iraola adalah soal identitas permainan. Publik Anfield tentu belum lupa bagaimana Slot dipuja bak dewa saat membawa Liverpool merajai Liga Inggris musim 2024/25 lewat sepak bola ofensif yang atraktif.

Namun, roda berputar drastis di musim berikutnya. Liverpool kehilangan taji: intensitas pressing anjlok, aliran bola melambat, mudah ditebak, dan lini belakang keropos total.

Permainan tanpa gairah ini membuat laga-laga di Anfield berubah menjadi siksaan bagi para loyalis The Reds. Iraola, yang kesohor dengan filosofi menyerang nan agresif semasa di Bournemouth, punya tugas mutlak: ia harus menyuntikkan kembali karakter “heavy metal” dan keberanian di lapangan demi membakar semangat seisi stadion.

Jangan Kaku dan Keras Kepala!

Selain urusan taktik, Iraola dituntut tegas dan cerdas dalam mengelola ruang ganti. Musim lalu, Slot membayar mahal sikap keras kepalanya yang terus memaksakan pemain seperti Cody Gakpo, Alexis Mac Allister, hingga Ibrahima Konate, meski mereka berulang kali tampil di bawah performa dan membuat blunder.

Nahasnya lagi, eksperimen konyol Slot yang menggeser Dominik Szoboszlai menjadi bek kanan—demi menambal posisi Conor Bradley yang cedera—malah membuat lini tengah Liverpool lumpuh total. Kekakuan taktik ini mematikan motivasi para pemain bangku cadangan sekaligus menghancurkan lini pertahanan.

Hasilnya? Liverpool mencatat rekor jeblok dengan kebobolan hingga 20 gol hanya dari situasi bola mati (set piece) di Liga Inggris.

Misi Menghidupkan Isak dan Wirtz

Tugas mahapenting lainnya yang sudah menanti Iraola adalah membangkitkan dua investasi mahal klub: Alexander Isak dan Florian Wirtz. Di bawah asuhan Slot, Isak seperti diisolasi dan kehilangan peluru di lini depan, sementara Wirtz terus diombang-ambingkan di berbagai posisi berbeda hingga performanya tidak konsisten.

Iraola harus mampu meracik sistem yang ramah bagi kedua megabintang ini agar magis mereka kembali keluar. Di saat yang sama, ia juga punya PR besar untuk mengorbitkan pemimpin baru di ruang ganti guna mendampingi Virgil van Dijk, menyusul kepergian pilar senior seperti Mohamed Salah dan Andy Robertson.

Rebut Kembali Hati Publik Anfield

Faktor terakhir yang tidak kalah krusial adalah hubungan dengan suporter. Salah satu alasan Slot didepak adalah pembawaannya yang dingin, berjarak, serta kerap melontarkan pernyataan kontroversial di depan media.

Sikap Slot yang hobi mencari alasan saat kalah, atau justru membela aksi kasar pemain lawan, memicu gelombang protes keras dari pendukung sendiri.

Iraola tidak boleh meniru ego tersebut. Ia harus cepat melebur dengan kultur, sejarah, dan memahami suara dari tribune Anfield.

Dukungan penuh dari Kopites adalah modal utama dan bensin terbaik bagi Andoni Iraola untuk membawa Liverpool kembali ke tempat yang seharusnya: puncak kejayaan.

Scr/Mashable





Don't Miss