Manchester City Ancam Tuntut Kandidat Presiden Real Madrid Terkait Nama Erling Haaland Dicatut Kampanye

09.06.2026
Manchester City Ancam Tuntut Kandidat Presiden Real Madrid Terkait Nama Erling Haaland Dicatut Kampanye
Manchester City Ancam Tuntut Kandidat Presiden Real Madrid Terkait Nama Erling Haaland Dicatut Kampanye

Manchester City dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah hukum serius yang ditujukan kepada calon Presiden Real Madrid, Enrique Riquelme. Langkah ini diambil menyusul klaim tidak berdasar yang dilontarkan Riquelme mengenai masa depan striker andalan The Citizens, Erling Haaland.

Demi mendongkrak popularitas dan meraup suara dalam pemilu klub, pengusaha asal Spanyol tersebut sesumbar di sebuah stasiun televisi bahwa Haaland memiliki klausul rilis dalam kontraknya. Riquelme juga mengklaim bahwa bomber asal Norwegia itu sangat berambisi untuk berseragam Los Blancos.

Manuvra politik ini pun langsung memantik amarah kubu Manchester City.

Juru bicara Manchester City baru-baru ini merilis pernyataan tegas demi meredam rumor tersebut.

“Kabar yang beredar dari Spanyol itu sama sekali tidak benar. Tidak ada klausul kontrak mana pun yang memungkinkan skenario itu terjadi. Kami saat ini sedang mengkaji opsi hukum terkait penggunaan citra (image rights) pemain kami secara ilegal dalam pusaran kampanye ini,” ujar perwakilan klub.

Tak hanya manajemen Man City, kubu internal Erling Haaland juga langsung pasang badan. Lewat jurnalis pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, ayah sang pemain, Alf-Inge Haaland, bersama sang agen, Rafaela Pimenta, dengan tegas membantah spekulasi tersebut.

“Semua rumor itu memang sangat menghibur, tetapi sama sekali tidak benar. Kami hanya bisa mengucapkan semoga sukses bagi para kandidat yang bertarung,” sindir pihak Haaland.

Skandal pencatutan nama ini mencuat di tengah tensi politik Real Madrid yang kian memanas jelang pemungutan suara pada 7 Juni mendatang. Sang petahana, Florentino Perez, kini harus menghadapi tantangan mengejutkan dari Riquelme, setelah dalam beberapa periode sebelumnya selalu melenggang mulus tanpa tandingan.

Ketidakpastian mengenai masa depan para pemain bintang serta obral janji transfer “bomber maut” ini dilaporkan mulai mengganggu stabilitas internal Real Madrid. Akibatnya, sejumlah keputusan penting klub untuk menyambut musim baru terpaksa mandek demi menunggu hasil akhir dari kotak suara.

Mengurai Duel Visi Pemilu Real Madrid 2026 — Dinasti Perez vs Reformasi Riquelme

Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir, ⁠Real Madrid C.F. akan menggelar pemungutan suara yang kompetitif dalam pemilihan presiden klub pada Minggu, 7 Juni 2026. Penguasa petahana Florentino Perez (79 tahun), yang telah memimpin tanpa tandingan sejak 2009, kini menghadapi tantangan terbuka dari pengusaha muda di bidang energi terbarukan, Enrique Riquelme (37 tahun).

Pemilu ini mendadak dipercepat oleh Perez pada 12 Mei lalu, setelah kubu Los Blancos mengalami krisis prestasi dengan melewati dua musim berturut-turut tanpa raihan trofi mayor utama (trophyless).

Pertempuran utama dalam pemilu kali ini bukan sekadar tentang siapa yang membeli pemain bintang, melainkan arah masa depan kepemilikan Real Madrid.

Skenario Komersialisasi Perez: Florentino Perez mengusulkan restrukturisasi dengan membentuk anak perusahaan (subsidiary) klub dan berencana menjual 5% saham kepada investor luar. Perez berdalih langkah ini untuk memetakan nilai valuasi riil klub sekaligus mentransformasi hak suara anggota (socios) menjadi kepemilikan satu saham per orang.

Perlawanan “Anti-Privatisasi” Riquelme: Riquelme memanfaatkan isu ini sebagai senjata kampanye utamanya. Ia menuduh Perez telah “melewati batas (crossed a red line)” dan mencoba memprivatisasi klub. Riquelme bahkan secara resmi menandatangani jaminan notaris yang berjanji tidak akan pernah menjual satu persen pun aset Real Madrid ke pihak ketiga, menjaga status klub 100% milik anggota.

Kedua kandidat menggunakan strategi klasik pemilu Spanyol: melemparkan janji kedatangan bintang-bintang besar sepak bola dunia untuk memikat sekitar 95.000 pemilih socios.

  • Aksi Nekat Riquelme: Riquelme meniru trik politik legendaris Perez saat membajak Luis Figo tahun 2000. Riquelme memamerkan jersi Madrid bernomor punggung 9 bertuliskan nama Erling Haaland di televisi Spanyol (El Hormiguero). Ia mengeluarkan garansi notaris pribadi: jika ia terpilih dan gagal mendatangkan Haaland atau Rodri, ia akan membayar 100% iuran tahunan seluruh 100.000 anggota Real Madrid menggunakan uang pribadinya (ditaksir senilai €12 juta).
  • Respons Strategis Perez: Menghadapi gertakan Riquelme, Perez membalas dengan merilis video konfirmasi bahwa Jose Mourinho bersedia kembali melatih Madrid. Perez juga berjanji mengumumkan rekrutan bintang pertamanya pada pekan ini demi menjaga stabilitas suara pembaca setianya.

Di luar urusan lapangan hijau, persaingan merembet pada tata ruang fasilitas ikonik klub, Valdebebas.

  • Visi Riquelme (“Legacy and Future”): Ia mengkritik Perez karena dianggap menjauhkan klub dari akar sosialnya. Riquelme berjanji membangun “La Ciudad del Socio” (Kota Anggota) di Valdebebas, lengkap dengan fasilitas kolam renang, lapangan padel, hotel khusus anggota, serta arena berkapasitas 15.000 penonton untuk tim basket dan konser musik. Ia juga menjanjikan potongan iuran keanggotaan sebesar 50%.
  • Visi Perez: Fokus pada kapitalisasi Stadion Santiago Bernabéu yang baru selesai direnovasi sebagai mesin pencetak uang global utama klub.

Secara narasi kampanye, Enrique Riquelme berhasil mengguncang kemapanan Florentino Perez lewat manuver “Garansi Haaland” dan isu anti-privatisasi klub. Langkah berani ini memaksa Perez—yang biasanya tidak tersentuh—harus turun gunung melakukan kampanye agresif.

Meski demikian, laporan dari bursa prediksi ⁠Polymarket menempatkan Florentino Perez tetap sebagai favorit kuat dengan peluang kemenangan mencapai 90,4%. Keberhasilan Perez membangun dinasti modern Real Madrid, perbaikan finansial, serta warisan renovasi Bernabeu dinilai masih terlalu mengakar kuat di benak mayoritas socios senior yang memiliki hak suara.

Namun, berapa pun persentase suara yang diraih Riquelme pada 7 Juni nanti, pemilu ini menjadi alarm keras bagi akhir era absolutisme Perez di Madrid.

Scr/Mashable





Don't Miss