Apple menjadikan fitur parental control atau kontrol orang tua sebagai salah satu sorotan dalam ajang WWDC 2026.
Perusahaan asal Cupertino itu memperkenalkan pembaruan untuk Screen Time, fitur yang selama ini digunakan orang tua untuk memantau dan membatasi aktivitas digital anak di perangkat Apple.
Namun alih-alih mendapat pujian, pengumuman tersebut justru memicu kritik dari sebagian pengguna. Banyak pihak menilai pembaruan yang dihadirkan Apple belum cukup untuk menjawab berbagai masalah yang selama ini melekat pada Screen Time.
Apple Fokus Perkuat Fitur Kontrol Anak
Dalam presentasi WWDC 2026, Apple memperkenalkan tampilan baru Screen Time yang dirancang lebih mudah digunakan.
Selain itu, perusahaan juga menambahkan sejumlah peningkatan pada fitur pengawasan anak, termasuk kemampuan baru yang memudahkan orang tua memantau aktivitas digital anggota keluarga.
Salah satu fitur yang cukup menarik perhatian adalah “Ask to Browse”, yang memungkinkan orang tua memiliki kontrol lebih besar terhadap aktivitas penjelajahan internet anak-anak mereka.
Apple juga menyertakan panduan penggunaan waktu layar yang lebih jelas sehingga orang tua dapat menentukan batas penggunaan perangkat berdasarkan usia anak.
Langkah ini menunjukkan bahwa Apple ingin memperlihatkan komitmennya terhadap keamanan digital keluarga, terutama di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dampak media sosial dan penggunaan gadget pada anak-anak.
Screen Time Dinilai Masih Belum Optimal
Dikutip dari The Verge (09/06/26), banyak pengguna lama menilai bahwa sebagian besar fitur yang diumumkan sebenarnya hanyalah penyempurnaan dari kemampuan yang sudah tersedia sebelumnya. Dengan kata lain, belum ada terobosan besar yang benar-benar mengubah cara kerja Screen Time secara fundamental.
Keluhan terbesar berasal dari orang tua yang mengaku masih sering menghadapi berbagai kendala ketika menggunakan fitur tersebut untuk membatasi penggunaan perangkat anak.
Mulai dari pengaturan yang terkadang tidak konsisten, masalah sinkronisasi antar perangkat, hingga kebutuhan untuk terus memperbarui kode akses menjadi sejumlah masalah yang sering dikeluhkan.
Bagi sebagian keluarga, mengelola Screen Time bahkan dianggap sebagai pekerjaan tambahan yang cukup melelahkan karena membutuhkan pengawasan terus-menerus.
Tekanan Regulasi Jadi Faktor Penting
Pengamat menilai langkah Apple memberikan porsi besar terhadap fitur parental control di WWDC 2026 tidak terlepas dari tekanan yang semakin besar terhadap perusahaan teknologi global.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan seperti Apple, Meta, hingga Google terus mendapat sorotan terkait perlindungan anak di dunia digital.
Berbagai gugatan hukum, investigasi regulator, hingga kritik dari kelompok pemerhati anak membuat perusahaan teknologi harus menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan lingkungan digital yang lebih aman.
Karena itu, pembaruan Screen Time dipandang sebagai salah satu upaya Apple untuk memperlihatkan bahwa mereka serius dalam mendukung perlindungan anak dan remaja di ekosistem perangkatnya.
Meskipun tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan dianggap sebagai langkah positif, banyak orang tua berharap Apple menghadirkan sistem yang lebih cerdas dan lebih mudah digunakan.
Tantangan terbesar saat ini bukan hanya membatasi durasi penggunaan perangkat, tetapi juga memahami pola penggunaan anak, jenis konten yang diakses, serta memberikan kontrol yang lebih fleksibel sesuai usia dan kebutuhan masing-masing keluarga.
Scr/Mashable

















