Kabar mengejutkan datang dari industri ponsel. Lini ponsel ikonik Nokia Asha dikabarkan akan segera bangkit dari kubur setelah lebih dari satu dekade mati suri.
Kepastian ini terungkap lewat sebuah dokumen sertifikasi terbaru yang menampilkan perangkat bernama HMD Asha 305.
Kemunculan dokumen tersebut mengindikasikan bahwa HMD Global, pemegang lisensi merek tersebut, tengah bersiap membawa kembali seri Asha ke pasar global. Perangkat baru ini terdaftar dengan nomor model TA-1779.Satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan nama “Asha”.
Bagi pencinta gadget lama, Asha merupakan salah satu lini feature phone (ponsel standar) paling populer besutan Nokia pada masanya.
Kendati demikian, produk anyar ini kemungkinan besar tidak akan lagi mengusung logo perusahaan asal Finlandia tersebut, melainkan menggunakan branding HMD sendiri.
Dilengkapi Jaringan 4G LTE
Hingga saat ini, informasi mendetail mengenai spesifikasi HMD Asha 305 masih sangat terbatas. Dokumen sertifikasi yang beredar belum mengungkap bocoran desain, harga resmi, maupun tanggal peluncurannya ke publik.
Namun, ada satu poin krusial yang sudah terkonfirmasi: perangkat ini akan mendukung jaringan 4G LTE. Kehadiran fitur ini menegaskan bahwa HMD Asha 305 bukanlah sekadar draf tiruan atau replika total dari versi lawasnya yang masih berbasis 2G.
Menanggapi rumor comeback ini, Kreso, seorang analis teknologi dari situs Nokiamob, memberikan catatannya.
“Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengubah faktor nostalgia ini menjadi nilai komersial yang menguntungkan,” ujarnya.
Kilas Balik Nokia Asha 305 (2012)
Sebagai pengingat, Nokia Asha 305 pertama kali meluncur pada tahun 2012. Kala itu, ponsel ini hadir sebagai solusi layar sentuh murah bagi konsumen yang mendambakan sensasi menggunakan smartphone, namun dengan cara kerja yang lebih sederhana.
Spesifikasinya tergolong sangat standar untuk ukuran masa kini: layar 3 inci, fitur Dual-SIM, dan mentok di jaringan 2G. Pada era tersebut, posisi lini Asha berada tepat di tengah-tengah; menjembatani jurang antara ponsel lipat/candybar biasa (basic phone) dan ponsel pintar (smartphone).
Spesifikasi Modern dan Layanan ‘Cloud’
Jika HMD benar-benar merilis ulang seri Asha, ponsel ini diprediksi tetap menyasar segmen pengguna yang membutuhkan perangkat sekunder berukuran ringkas. Ponsel ini akan sangat andal untuk kebutuhan telepon, SMS, dan mengakses beberapa layanan digital mendasar.
Dukungan jaringan LTE juga membuatnya relevan dengan infrastruktur operator seluler modern saat ini yang sudah mulai mematikan sinyal 2G/3G.
Banyak pihak memprediksi spesifikasi HMD Asha 305 akan mirip dengan perangkat HMD Touch 4G—ponsel hibrida antara basic phone dan smartphone yang sempat diperkenalkan HMD sebelumnya.
Sebagai gambaran, HMD Touch 4G mengusung:
- Layar: LCD 3,2 inci (resolusi 320 x 240 piksel)
- Kamera: Kamera depan 0,3 MP dan kamera belakang 2 MP dilengkapi lampu flash LED
- Dapur Pacu: Chipset Unisoc T127
- Memori: RAM 64 MB dan memori internal 128 MB
- Baterai: 1.950 mAh
- Sistem Operasi: RTOS Touch
Sistem operasi berbasis RTOS tersebut mendukung layanan berbasis “cloud phone”. Fitur ini memungkinkan pengguna membuka beberapa aplikasi modern berbasis web secara langsung melalui browser bawaan ponsel.
Bukan Penantang Flagship
Langkah HMD menghidupkan kembali nama Asha membuktikan bahwa mereka masih menaruh perhatian besar pada pasar ponsel ringkas berharga miring.
Segmen ini jelas tidak berkompetisi langsung dengan smartphone flagship kelas atas. Sebaliknya, Asha 305 baru menyasar konsumen yang mencari ponsel cadangan, perangkat yang praktis dibawa-bawa, atau mereka yang ingin melakukan digital detox (mengurangi kecanduan smartphone).
Meski begitu, kesuksesan HMD Asha 305 di pasar modern akan sangat bergantung pada bagaimana HMD memposisikan produk ini. Faktor nostalgia memang efektif untuk mencuri perhatian awal netizen, namun pada akhirnya konsumen tetap membutuhkan fungsi yang fungsional, harga yang masuk akal, dan daya tahan baterai yang awet untuk pemakaian sehari-hari.
Scr/Mashable





















