AC Milan Coba ‘Preteli’ Internal Manchester United demi Boyong Christopher Vivell ke San Siro

09.06.2026
AC Milan Coba ‘Preteli’ Internal Manchester United demi Boyong Christopher Vivell ke San Siro
AC Milan Coba ‘Preteli’ Internal Manchester United demi Boyong Christopher Vivell ke San Siro

Rencana perombakan besar-bebasan di jajaran manajemen AC Milan mulai memanaskan bursa transfer. Direktur Rekrutmen Manchester United, Christopher Vivell, mendadak masuk dalam radar bidikan utama I Rossoneri untuk memimpin revolusi di San Siro.

Vivell sebenarnya baru saja mendarat di Old Trafford dengan misi besar mengubah kebijakan transfer Setan Merah. Pakar transfer asal Jerman ini bahkan sudah unjuk gigi lewat peran krusialnya dalam perburuan striker masa depan, Benjamin Sesko.

Tak hanya itu, Vivell kini sedang getol mendorong proyek ambisius MU untuk mendatangkan Aurelien Tchouameni guna menggantikan posisi Casemiro. Namun, masa depannya di Manchester kini justru digoyang oleh ketertarikan serius dari Italia.

Berdasarkan laporan media-media Italia, manuver agresif Milan ini ternyata didalangi oleh Ralf Rangnick—sosok yang tidak asing bagi publik Old Trafford karena pernah menjabat sebagai manajer interim Manchester United. Rangnick saat ini menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi Direktur Teknik yang baru di AC Milan.

Jika resmi mengambil alih jabatan tersebut, Rangnick dilaporkan langsung meminta manajemen Milan untuk membajak Vivell sebagai pemimpin departemen pemandu bakat (scouting) mereka.

Hubungan kerja antara Rangnick dan Vivell memang dikenal sangat erat. Keduanya memiliki rekam jejak kolaborasi yang sukses saat bekerja bersama di Hoffenheim dan, yang paling ikonik, di dalam gurita sistem sepak bola Red Bull.

Rangnick sangat percaya bahwa kecerdasan dan jaringan pemandu bakat Vivell yang sangat luas adalah kunci utama untuk mengembalikan kejayaan Milan di panggung domestik maupun Eropa.

Revolusi Total di San Siro

Ketertarikan Milan terhadap Vivell mencuat di tengah momentum revolusi total klub raksasa Serie A tersebut. Milan saat ini sedang menata ulang struktur internal mereka menyusul kepergian pelatih Massimiliano Allegri serta beberapa petinggi klub lainnya.

Menariknya, drama di balik layar ini bisa merembet ke masa depan pemain di lapangan hijau. Di saat Milan mencoba membajak orang dalam Manchester United, klub raksasa Inggris itu juga dilaporkan sedang memantau ketat situasi bintang nomor satu Milan, Rafael Leao.

Setan Merah melihat celah dari ketidakpastian masa depan winger asal Portugal itu dan siap menjadikannya target emas untuk mendongkrak ketajaman lini serang mereka pada bursa transfer musim panas ini.

Berpaling dari Jaissle, AC Milan Kini Lebih Kepincut Gaet Oliver Glasner?

Rencana AC Milan dalam berburu nakhoda baru tampaknya mulai menemui titik terang. Meski sempat dijadwalkan bakal menggelar pertemuan dengan pelatih Al-Ahli, Matthias Jaissle, klub berjuluk I Rossoneri itu kini dilaporkan lebih condong untuk mendaratkan mantan bos Crystal Palace, Oliver Glasner.

Langkah ini diambil di tengah revolusi besar-besaran yang sedang terjadi di internal San Siro. Seperti diketahui, manajemen Milan baru saja melakukan cuci gudang secara ekstrem dengan mendepak pelatih Max Allegri, Direktur Olahraga Igli Tare, CEO Giorgio Furlani, hingga Direktur Teknis Geoffrey Moncada dalam satu pernyataan resmi sekaligus.

Kini, radar perburuan pelatih Milan dikabarkan mengerucut ke dua nama saja: Matthias Jaissle dan Oliver Glasner.

Pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, memang menyebutkan bahwa manajemen Milan sudah mengagendakan pertemuan khusus dengan Jaissle. Namun, laporan dari La Gazzetta dello Sport, Daniele Longo, dan Milan Press memberikan lampu kuning bagi Milan.

Pasalnya, biaya menebus sisa kontrak Jaissle di klub Arab Saudi, Al-Ahli, terlampau tinggi dan dinilai bakal sangat membebani finansial klub. Kondisi inilah yang membuat Milan mulai berpikir dua kali untuk merekrut pelatih asal Jerman tersebut.

Di sisi lain, opsi memboyong Oliver Glasner dinilai jauh lebih realistis dan menguntungkan. Pelatih berusia 51 tahun tersebut akan berstatus agen bebas (gratis) per 30 Juni setelah masa baktinya di Crystal Palace habis.

Secara rekam jejak, kapabilitas Glasner pun tidak perlu diragukan lagi. Ia baru saja sukses mengantarkan Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League. Sebelum berkarier di Liga Inggris, pelatih asal Austria ini juga punya pengalaman matang saat menukangi Eintracht Frankfurt, Wolfsburg, dan LASK.

Nama Glasner mencuat ke permukaan bukan tanpa alasan. Ia disebut-sebut merupakan kandidat utama yang disodorkan oleh Ralf Rangnick, sosok yang digadang-gadang bakal menjadi Direktur Teknis baru Milan.

Meski begitu, skenario ini belum sepenuhnya mulus. Rangnick sendiri kabarnya masih bimbang apakah akan menerima pinangan Milan atau tetap bertahan menukangi tim nasional Austria.

Selain itu, beredar rumor hangat di Italia bahwa Zlatan Ibrahimovic kurang sreg dengan wacana kedatangan Rangnick. Pria asal Swedia itu dilaporkan tidak terlalu menyukai ide jika ada satu sosok baru yang diberikan kekuasaan dan kontrol terlalu besar di dalam jajaran manajemen olahraga klub.

Scr/Mashable





Don't Miss