Drama NBA Finals: Knicks Cetak Comeback Historis 29 Poin, Wembanyama Terancam Sanksi Akibat Flagrant Foul

11.06.2026
Drama NBA Finals: Knicks Cetak Comeback Historis 29 Poin, Wembanyama Terancam Sanksi Akibat Flagrant Foul
Drama NBA Finals: Knicks Cetak Comeback Historis 29 Poin, Wembanyama Terancam Sanksi Akibat Flagrant Foul

New York Knicks mencatatkan sejarah baru dalam gelaran NBA Finals. Sempat tertinggal jauh hingga 29 poin, Knicks bangkit secara luar biasa untuk mencuri kemenangan dramatis pada Game 4 dari San Antonio Spurs pada Rabu (10/6) malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Laga di Madison Square Garden ini juga diwarnai drama dari bintang muda Spurs, Victor Wembanyama. Pebasket asal Prancis tersebut menjadi pusat perhatian setelah menerima sekaligus melakukan pelanggaran keras (flagrant foul) dalam pertandingan yang berakhir pahit bagi timnya.

Wembanyama sebenarnya tampil tajam dengan mencetak 24 poin. Namun, performa tersebut gagal menyelamatkan Spurs dari kekalahan tipis 106-107 atas Knicks.

Hasil ini memaksa Spurs terbenam dalam lubang jarum dengan tertinggal 1-3 di seri NBA Finals 2026.Padahal, Spurs sempat mendominasi total dan unggul 27 poin saat turun minum—keunggulan babak pertama laga tandang terbesar dalam sejarah NBA Finals di luar musim bubble COVID-19 tahun 2020.

Dominasi mereka bahkan sempat menyentuh selisih 29 poin pada puncaknya. Namun, Knicks menolak menyerah dan melakukan aksi bangkit (rally) paling bersejarah.

Wembanyama di Ambang Sanksi Larangan Bertanding

Kekalahan ini bukan satu-satunya kabar buruk bagi San Antonio. Akibat pelanggaran keras yang dilakukannya, Wembanyama kini terancam sanksi skorsing otomatis.

Saat ini, Wembanyama telah mengumpulkan tiga poin flagrant foul sepanjang babak postseason (playoff hingga final), menyusul insiden pengusiran dirinya (ejection) akibat bersitegang dengan Naz Reid di fase sebelumnya.

Jika ia mendapat satu poin flagrant lagi, ia akan dijatuhi hukuman larangan bertanding dalam satu game. Meski begitu, dengan Knicks yang sudah di ambang juara untuk pertama kalinya sejak 1973, sanksi tersebut mungkin tidak akan banyak mengubah keadaan jika New York berhasil mengunci seri ini.

Benturan Keras Mitchell Robinson ke Wembanyama

Awal pertandingan sebenarnya berjalan manis bagi Spurs. Wembanyama tampak berhasil mempecundangi senter New York Knicks, Mitchell Robinson, di kuarter pertama.

Menjelang akhir kuarter pembuka, Robinson yang frustrasi mendaratkan sikutan keras ke arah leher Wembanyama.

Benturan tersebut membuat Wembanyama terjatuh jomplang ke lantai dan langsung memicu peluit wasit saat kedua tim sedang bertransisi.

Setelah meninjau tayangan ulang (instant review), wasit menjatuhkan hukuman Flagrant 1 kepada Robinson. Wembanyama sukses mengeksekusi kedua tembakan bebas, dan pertandingan kembali dilanjutkan.

Menariknya, sesaat sebelum insiden itu terjadi, Wembanyama tertangkap kamera melakukan provokasi (taunting) kepada Robinson setelah berhasil melakukan layup melewati penjagaannya. Ia bahkan langsung bertepuk tangan dengan cepat sesaat setelah bangkit dari lantai akibat hantaman di wajah tersebut.

Giliran Wembanyama Menyikut Karl-Anthony Towns

Namun, situasi berbalik pada awal kuarter ketiga. Saat Spurs masih memegang kendali penuh atas jalannya laga, Wembanyama justru berganti peran menjadi pelaku pelanggaran.

Saat melakukan pertahanan, sikutan Wembanyama telak mengenai kepala senter Knicks, Karl-Anthony Towns, hingga membuat Towns terkapar di lapangan.

Tim wasit bergerak cepat meniup peluit pelanggaran, yang kemudian dinaikkan statusnya menjadi Flagrant 1 setelah peninjauan.

Aksi fisik Wembanyama ini bukan yang pertama di seri ini. Meskipun terjadi di pertandingan berbeda dan NBA sempat mengaku luput, flagrant foul ini terjadi setelah Wembanyama juga melepaskan hantaman serupa ke kepala Jalen Brunson pada Game 3, Senin malam lalu.

Pihak NBA menyatakan setelah Game 3 bahwa pelanggaran seharusnya ditiup pada momen tersebut, namun wasit terlewat. Liga akhirnya memutuskan untuk tidak menaikkan status insiden Game 3 menjadi flagrant foul setelah evaluasi pasca-laga. Laga tersebut sendiri akhirnya dimenangkan Spurs dengan selisih empat poin, yang menjadi satu-satunya kemenangan mereka sejauh ini.

Comeback Terbesar dalam Sejarah NBA Finals

Spurs benar-benar tampil kesetanan di kuarter pertama Game 4. Mereka langsung melesat unggul 41-22 dengan akurasi tembakan mencapai 65% di 12 menit pertama. San Antonio menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 27 poin, sekaligus memecahkan rekor NBA Finals lewat torehan 14 tembakan tiga angka (3-pointers) hanya dalam satu babak.

Meski begitu, mental juara Knicks berbicara. New York merayap perlahan mengejar ketertinggalan dan memastikan kemenangan dramatis lewat aksi penyelamatan tip-in gila dari OG Anunoby di detik-detik terakhir laga.

Aksi comeback ini resmi tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah NBA Finals.

New York Knicks kini memiliki kesempatan emas untuk menutup seri dan merayakan gelar juara di depan pendukung San Antonio pada Game 5 yang akan digelar Sabtu malam waktu setempat.

Scr/Mashable





Don't Miss