Christian Pulisic Mau Pindah ke Liverpool? Tolong Pikir Dua Kali!

15.06.2026
Christian Pulisic Mau Pindah ke Liverpool? Tolong Pikir Dua Kali!
Christian Pulisic Mau Pindah ke Liverpool? Tolong Pikir Dua Kali!

Bintang tim nasional Amerika Serikat (USMNT), Christian Pulisic, kini sedang berada di persimpangan jalan penting dalam kariernya. Rumor yang mengaitkan dirinya kembali ke Liga Inggris (Premier League) semakin berembus kencang.

Setelah melewati periode pasang-surut di Chelsea dan berhasil bangkit secara luar biasa bersama AC Milan, Pulisic kini masuk dalam radar radar dua klub kaya Inggris: Liverpool dan Newcastle United.

Namun, sebuah peringatan keras datang dari legenda sepak bola Amerika Serikat, Brad Friedel. Mantan kiper yang pernah membela Liverpool dan mencatatkan 450 penampilan di Premier League itu paham betul betapa kejamnya tekanan mental di kompetisi tertinggi Inggris tersebut.

Menurut Friedel, memilih berlabuh ke Anfield untuk menggantikan posisi Mohamed Salah adalah langkah yang jauh lebih banyak mudarat daripada untungnya. Seperti diketahui, Salah telah menjadi ikon The Reds selama satu dekade dengan rekor-rekor gol yang hampir mustahil dipecahkan.

Siapapun pemain yang datang untuk mengisi posisi yang ditinggalkan “Sang Raja Mesir” dipastikan akan langsung berada di bawah mikroskop kritik publik.

Belajar dari Luka Lama di Chelsea

Brad Friedel menyampaikan pandangannya secara blak-blakan mengenai perbandingan kualitas Liverpool dan Newcastle bagi Pulisic.

“Secara talenta, dia (Pulisic) jelas sangat mumpuni untuk bermain di Newcastle. Tapi kalau bicara Liverpool, itu cerita yang sangat berbeda. Jika dia ke sana, Pulisic akan langsung dihujani pertanyaan: ‘Apakah dia pengganti yang sepadan untuk Salah?'” ujar Friedel.

“Saya rasa itu tidak adil bagi Christian, mengingat apa saja yang sudah Salah berikan untuk Liverpool selama lebih dari 10 tahun terakhir. Transfer ini membawa beban tekanan yang jauh lebih masif ketimbang dia pindah ke Newcastle.”

Kekhawatiran Friedel bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat Pulisic pernah mengalami situasi serupa saat diboyong Chelsea dari Borussia Dortmund senilai €64 juta pada 2019.

Kala itu, ia dibebani ekspektasi berat untuk menggantikan Eden Hazard yang hijrah ke Real Madrid. Akibat beban mental tersebut ditambah badai cedera yang silih berganti, Pulisic tenggelam dan hanya mampu mengemas 26 gol dari 145 laga bersama The Blues.

Newcastle Jadi Opsi yang Lebih Waras?

Pulisic sebenarnya sudah menemukan kembali kebahagiaan bermain bola di AC Milan. Pemain berusia 27 tahun itu tampil tajam dengan berkontribusi dalam 29 gol Milan pada musim 2024/25, meskipun performanya sempat agak menurun di musim lalu akibat Rossoneri gagal menembus zona Liga Champions.

Di sisi lain, Newcastle United sedang berburu penyerang sayap kelas dunia setelah bintang mereka, Anthony Gordon, resmi pindah ke Barcelona.

Friedel menilai atmosfer di St James’ Park akan jauh lebih sehat bagi kapten timnas AS tersebut untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya tanpa harus dibayang-bayangi oleh status legenda klub seperti halnya Salah di Liverpool. Friedel pun menekankan pentingnya faktor psikologis bagi seorang pemain.

“Dia (Pulisic) sendiri pernah mengaku bahwa hidup di Italia terasa lebih mudah karena tekanan di luar lapangan tidak segila saat dia di Chelsea. Saran saya untuk Christian, carilah tempat di mana Anda merasa paling nyaman dan tenang untuk menikmati sepak bola,” pungkas Friedel.

Saat ini, Pulisic memilih menutup telinga dari segala spekulasi transfer dan fokus penuh membela negaranya di ajang Piala Dunia. Setelah turnamen akbar tersebut usai, ia harus menimbang dengan matang: mengejar ambisi bersama klub raksasa sekelas Liverpool, atau menjaga stabilitas mental yang terbukti menjadi kunci utama dari performa apiknya di lapangan hijau.

Scr/Mashable





Don't Miss