Kurang dari dua tahun lalu, Curtis Jones sempat berbicara dalam tur pramusim Liverpool di Amerika Serikat. Saat itu, ia mengungkapkan betapa bahagianya ia bermain di bawah asuhan Arne Slot karena gaya main yang diterapkan.
Pernyataan itu bukan bermaksud menyindir Jurgen Klopp—sosok yang diakui Jones telah mengubahnya dari seorang bocah menjadi pria dewasa. Itu adalah sinyal bahwa ia lebih menikmati bermain dalam tim yang menjadikan sektor gelandang sebagai jantung permainan.
Beberapa bulan berselang, gelandang Liverpool ini melakoni debutnya bersama Timnas Inggris di bawah asuhan Lee Carsley. Ia menandai momen spesial tersebut dengan gol internasional pertamanya lewat sepakan back-heel cerdas yang tak terlupakan di Athena.
Maka, ketika Thomas Tuchel mengumumkan skuad pertamanya untuk Timnas Inggris pada Maret 2025, tidak ada yang terkejut melihat nama Jones masuk dalam daftar.
Musim 2024/2025, di mana Liverpool sukses merengkuh trofi Liga Inggris, menjadi panggung bagi bocah asli Toxteth ini untuk benar-benar naik kelas. Namun kini, setahun berlalu, pemain berusia 25 tahun itu justru berada di persimpangan jalan.
Mandeknya Kontrak Baru dan Realitas Pahit di Lapangan
Kontrak Jones di Anfield akan habis musim panas mendatang. Meski negosiasi telah berjalan selama beberapa bulan, kesepakatan perpanjangan kontrak belum juga tercapai.
Jika Anda bertanya kepada Jones musim panas lalu, ia pasti sangat yakin akan menjadi pilar penting di skuad The Reds dan punya ambisi besar menembus skuad Piala Dunia. Nyatanya? Ia justru berlibur ke Los Angeles sebelum turnamen dimulai, dan pekan lalu terlihat menghadiri ajang Monaco Grand Prix.
Di bawah komando Slot, Jones kesulitan menyegel tempat utama sebagai gelandang tengah—posisi yang sangat ia dambakan. Ia justru menyudahi musim lalu lebih banyak sebagai bek kanan darurat.
Bahkan di akhir era Slot, Jones sempat kedapatan memberikan emoji tepuk tangan di bawah unggahan media sosial Mohamed Salah yang menyerukan agar Liverpool mengubah gaya bermain mereka.
Kini, langkah Jones selanjutnya akan sangat bergantung pada diskusi awal dengan bos baru Liverpool, Andoni Iraola. Jones harus mencari tahu di mana posisinya dalam rencana taktis juru taktik asal Spanyol tersebut.
Hitung-hitungan Bisnis Liverpool
Bagi Liverpool, kehilangan satu-satunya Scouser (putra daerah Liverpool) di tim utama tentu bukan pilihan ideal. Namun, jika Jones memang ingin hengkang dan ada tawaran menarik di kisaran £35 juta (sekitar Rp833 miliar), pihak klub kabarnya tidak akan menghalangi.
Secara bisnis, situasinya sederhana: jual sekarang dan raup keuntungan murni (pure profit) dari aset akademi.
Pertanyaannya, adakah klub yang mau membayar nominal sebesar itu jika mereka bisa mendapatkan Jones secara gratis musim panas mendatang?
Jika sampai kehilangan Jones gratis, ini akan menjadi tamparan keras dan kegagalan beruntun bagi manajemen Liverpool.
Sebelumnya, mereka sudah dipastikan kehilangan Ibrahima Konate, Mohamed Salah, dan Andy Robertson secara cuma-cuma. Membiarkan jebolan akademi dengan lebih dari 200 penampilan senior pergi dengan cara yang sama tentu akan menjadi rapor merah.
Isyarat Kuat dari Milan
Inter Milan sebenarnya sudah memantau situasi Jones sejak Januari lalu. Awal bulan ini, Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, secara terbuka mengakui ketertarikan mereka.
“Curtis Jones? Ya, kami memperhatikannya. Kami tidak sembunyi-sembunyi. Kami terus memantau bagaimana perkembangannya,” ujar Ausilio.
Rekan setimnya, Federico Chiesa, bahkan memanaskan rumor ini dengan membeberkan kepada La Gazzetta dello Sport bahwa Jones sempat bertanya kepadanya tentang kehidupan di Italia. Chiesa dengan bercanda menjawab bahwa cuaca di Milan jelas jauh lebih ramah ketimbang di Liverpool.Prospek ini tentu menggiurkan.
Jones tahu ia akan menjadi proyek utama di Inter Milan, yang menjadikannya sebagai salah satu prioritas transfer musim panas ini. Terlebih melihat sahabat dekatnya, Anthony Gordon, yang sudah lebih dulu mencicipi atmosfer kompetisi luar negeri bersama Barcelona, kemilau Kota Milan tentu sulit untuk ditolak.
Karakter Kuat dan Ambisi Menjadi “Steven Gerrard Baru”
Bagaimanapun, perdebatan transfer ini memiliki dimensi lain jika melihat latar belakang dan ambisi pribadi Jones. Karakter Jones yang blak-blakan, berani mengambil tanggung jawab, serta fleksibilitas taktisnya adalah atribut yang sangat dihargai di Liverpool.
Ingat kembali saat Jones maju sebagai eksekutor penalti ketiga melawan PSG di Liga Champions 2025. Meski tendangannya ditepis Gianluigi Donnarumma, ia menanggapinya dengan sangat dewasa.
“Saya bisa hidup dengan kegagalan (penalti), tapi saya tidak bisa hidup tanpa mengambil tanggung jawab. Saya melihat diri saya sebagai pria yang berani mengambil risiko. Saya ingin menjadi pemain yang diandalkan oleh tim, staf, dan fans. Saya ingin menjadi bintang besar,” kata Jones kepada GQ pada 2025.
Dari sudut pandang klub, Liverpool juga harus menghitung nilai non-teknis yang dibawa Jones di ruang ganti terkait pemahamannya tentang nilai-nilai klub dan hubungan dengan suporter. Dengan eksodus sejumlah pemain senior musim panas ini, ditambah Alisson Becker, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez yang kontraknya juga habis tahun depan, Iraola mungkin perlu melihat potensi Jones di pramusim bulan depan sebelum kedua belah pihak mengambil keputusan final.
Jones adalah aset luar biasa. Faktanya, ia memainkan pertandingan terbanyaknya musim lalu dibanding musim-musim sebelumnya bersama Liverpool (49 laga).
Namun, 21 di antaranya dimulai dari bangku cadangan, dan ia hanya mencatatkan 10 starter sebagai gelandang di Premier League. Apakah ia masih sudi menerima peran pelapis seperti itu?
“Saya ingin tetap rendah hati dan tidak ingin sesumbar bilang saya akan menjadi kapten, tapi memang saya ingin menjadi kapten tim ini,” ujarnya kepada Sky Sports Desember lalu.
“Saya ingin bertahan di sini seumur hidup saya, seperti pria yang saya teladani dalam segala hal: Steven Gerrard. Semua orang tahu itu. Jika saya bisa mengikuti jejaknya, itu akan sangat luar biasa. Saya tidak akan pernah mengeluh dan akan selalu tersenyum.”
Pernyataan itu sudah cukup menggambarkan betapa besarnya cinta dan ambisi jangka panjang Jones untuk Liverpool. Namun untuk saat ini, manajemen The Reds tahu betul bahwa keputusan krusial harus segera dibuat musim panas ini.
Scr/Mashable















