Striker Pantai Gading Diselidiki Terkait Dugaan Pengaturan Skor

18.06.2026
Striker Pantai Gading Diselidiki Terkait Dugaan Pengaturan Skor
Striker Pantai Gading Diselidiki Terkait Dugaan Pengaturan Skor

Kabar mengejutkan datang dari panggung Piala Dunia 2026. Penyerang Tim Nasional Pantai Gading, Elye Wahi, saat ini sedang berada di bawah penyelidikan pihak berwenang. Ia diduga sengaja mencari kartu kuning saat membela klubnya, OGC Nice, sesaat sebelum turnamen akbar empat tahunan ini dimulai.

Berdasarkan laporan eksklusif dari The Athletic, Elye Wahi sempat ditahan oleh kepolisian Prancis pada 29 Mei lalu. Penangkapan ini terjadi hanya dua minggu sebelum sepak mula Piala Dunia 2026 resmi bergulir.

Striker andalan Pantai Gading tersebut dicurigai terlibat dalam aksi pengaturan skor (match-fixing) pada pertandingan Ligue 1 Prancis antara Nice melawan Metz yang berlangsung pada 17 Mei.

Fokus utama tim penyidik saat ini adalah mendalami apakah Wahi sengaja melakukan pelanggaran agar mendapatkan kartu kuning dalam laga tersebut.

Setelah menjalani proses pemeriksaan dan interogasi intensif, pemain berusia 23 tahun itu akhirnya dibebaskan. Kendati demikian, pihak kepolisian dan otoritas terkait menegaskan bahwa kasus ini tidak dihentikan dan status Wahi masih terus dipantau secara ketat.

The Athletic menambahkan bahwa penyelidikan ini berawal dari laporan Ligue de Football Professionnel (LFP), selaku operator Liga Prancis. LFP mencium adanya aktivitas taruhan yang sangat tidak wajar di pasar judi bola.

Secara mencurigakan, ada lonjakan jumlah taruhan yang sangat besar yang memasang taruhan bahwa Wahi akan menerima kartu kuning dalam pertandingan Nice vs Metz tersebut. Hal inilah yang memicu kecurigaan besar dari otoritas sepak bola Prancis.

Tetap Gacor di Piala Dunia 2026

Meski tengah tersandung skandal hukum di Prancis, Wahi tetap masuk ke dalam skuad final Timnas Pantai Gading untuk Piala Dunia 2026.

Bahkan, ia langsung dipasang sebagai starter pada laga perdana Grup E saat Pantai Gading menang tipis 1-0 atas Ekuador. Dalam laga tersebut, Wahi bermain selama 55 menit, sempat melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang, dan puncaknya ia terpilih sebagai pemain terbaik (Man of the Match) di akhir laga.

Ketika dimintai keterangan mengenai situasi ini, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memilih untuk tutup mulut. FIFA menolak memberikan komentar maupun penilaian mengenai nasib atau kelayakan Wahi untuk terus bermain di sisa laga Piala Dunia.

Konfirmasi dari Pihak Ligue 1

Dalam perkembangan terbaru, pihak pengelola Ligue 1 Prancis akhirnya mengonfirmasi kebenaran berita yang dirilis oleh The Athletic. Perwakilan liga menyatakan bahwa semua bukti dan indikasi aktivitas taruhan mencurigakan yang melibatkan Wahi telah resmi diserahkan kepada pihak kepolisian Prancis untuk diusut tuntas.

Hingga saat ini, mantan penyerang Montpellier tersebut belum dijatuhi tuntutan pidana resmi secara hukum. Elye Wahi pun terpantau masih berada di dalam kamp pelatihan Pantai Gading untuk bersiap menghadapi pertandingan-pertandingan krusial berikutnya di fase grup Piala Dunia 2026.

Scr/Mashable





Don't Miss