Mochammad Asri atau yang akrab disapa Mocha adalah salah satu talenta Indonesia yang saat ini berkarier di level global dan banyak menjadi sorotan di dunia teknologi.
Saat ini, ia bekerja di NVIDIA sebagai AI Architect yang berfokus pada pengembangan sistem chip dan arsitektur untuk kebutuhan AI generatif modern.
Dikutip dari LinkedIn, ia tercatat sebagai Lead Architect at NVIDIA.
Dalam bidang keahlian, Mocha dikenal memiliki spesialisasi pada Generative AI, Efficient AI, Large Language Model (LLM), Heterogeneous Systems, HW/SW Co-Design, hingga System-on-Chip (SoC).
Fokus riset dan pekerjaannya mencakup bandwidth vs latency shaping, QoS-aware memory controller, caching techniques, Network-on-Chip (NoC), parallelism, hingga optimasi sistem memori dan komputasi tingkat lanjut.
Perjalanan Karier dan Pendidikan Mochammad Asri
Perjalanan karier Mocha tidak terjadi dalam waktu singkat. Ia merupakan lulusan SMA Negeri 8 Jakarta sebelum melanjutkan pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor di Amerika Serikat.
Karier profesional Mocha dimulai dari pengalaman di industri teknologi besar. Ia pernah bekerja di Meta sebagai Chip Architect pada Juli 2020 hingga September 2023 di Menlo Park, California.
Di sana, ia berkontribusi pada pengembangan arsitektur komputasi untuk AR/VR/AI, khususnya pada sistem data movement seperti cache dan Network-on-Chip (NoC).
Setelah itu, ia bergabung dengan NVIDIA pada September 2023 dan saat ini menjabat sebagai Lead Architect.
Di posisi ini, ia bertanggung jawab atas pengembangan sistem memori end-to-end untuk AI generatif, otomotif, dan chip server, termasuk optimalisasi bandwidth, latency, serta sistem QoS cerdas untuk arsitektur modern.
Dari sisi akademik, Mocha memiliki latar pendidikan yang sangat kuat. Ia meraih gelar Ph.D. in Computer Engineering dari The University of Texas at Austin dengan fokus pada data movement optimization pada sistem heterogen.
Sebelumnya, ia menempuh pendidikan Master of Engineering dan Bachelor of Science di Tokyo Institute of Technology dalam bidang Computer Science.
Ia juga memiliki sejumlah sertifikasi dari edX, termasuk Deploying TinyML, Fundamentals of TinyML, dan Applications of TinyML yang memperkuat keahliannya di bidang machine learning berbasis perangkat kecil (edge AI).
Mimpi Kembali ke Indonesia dan Dampak Sosial
Meski telah mencapai posisi tinggi di salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia, Mocha tidak melupakan Indonesia. Ia beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang cerdas dan potensial, namun masih membutuhkan ekosistem yang lebih kuat, akses pendidikan berkualitas, serta kesempatan untuk berkembang di bidang teknologi global seperti AI, semikonduktor, dan sistem komputasi.
Pandangan ini membuat sosoknya sering dijadikan inspirasi, terutama bagi generasi muda yang ingin berkarier di industri teknologi dunia.
Sumber foto: LinkedIn
Scr/Mashable
















