Kejutan besar terjadi di matchday kedua Grup E Piala Dunia 2026. Tim gurem Curacao sukses membuat pencinta sepak bola takjub setelah berhasil menahan imbang raksasa Amerika Selatan, Ekuador, dengan skor kacamata 0-0 pada Minggu (21/6/2026) pagi WIB.
Pertandingan yang digelar di Kansas City Stadium ini menjadi panggung dominasi total Ekuador atas Curacao. Menatap laga dengan misi wajib menang usai tumbang di laga perdana, La Tri langsung mengurung pertahanan Curacao sejak menit awal.
Penguasaan bola Ekuador bahkan sempat menyentuh angka fantastis, lebih dari 80 persen. Namun, daya ledak serangan Ekuador mendadak tumpul di hadapan satu nama: Eloy Room.
Kiper veteran Curacao tersebut tampil kesetanan di bawah mistar gawang. Pemain berusia 37 tahun itu tercatat melakukan 15 kali penyelamatan heroik sepanjang laga. Catatan fantastis ini hampir menyamai rekor dunia milik Tim Howard (16 penyelamatan) di Piala Dunia 2014 lalu.
Nama-nama beken lini serang Ekuador seperti Enner Valencia, John Yeboah, hingga Gonzalo Plata dibuat frustrasi dan geleng-geleng kepala oleh aksi sang “manusia laba-laba”.
Sinyal ketangguhan Room sudah terlihat sejak menit ke-3. Ia sukses mementahkan tendangan melengkung akurat dari Enner Valencia. Penyelamatan itu menjadi awal dari rentetan aksi terbang Room yang mengamankan gawang Curacao selama 90 menit penuh.
Ekuador sejatinya sudah mencoba segala cara, mulai dari sepakan jarak jauh, skema tendangan bebas, hingga duel udara. Pada menit ke-59, Gonzalo Plata hampir memecah kebuntuan lewat sundulan jarak dekat, namun bola lagi-lagi mampu ditepis Room tepat di garis gawang.
Dewi fortuna tampaknya memang sedang menjauh dari Ekuador. Tepat di menit ke-90, umpan silang terukur dari Angelo Preciado malah membentur mistar gawang dan berbuah bola muntah.
Skor 0-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, disambut kekecewaan mendalam dari puluhan ribu suporter Ekuador.
Di sisi lain, hasil ini menjadi pembuktian taktik jitu pelatih Curacao, Dick Advocaat. Usai dibantai Jerman 1-7 di laga pertama, Advocaat merombak strategi dengan menerapkan formasi parkir bus 5-4-1 yang sangat disiplin.
Meski terus digempur habis-habisan, lini belakang mereka tampil solid. Sesekali, Curacao juga merepotkan lewat serangan balik cepat yang dimotori oleh Bacuna bersaudara.
Bagi Curacao, hasil imbang ini melahirkan sejarah baru: poin pertama mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Sebaliknya, hasil ini menjadi mimpi buruk bagi Ekuador. Mereka kini berada di ujung tanduk dan wajib meraih hasil positif melawan raksasa Jerman di laga pamungkas jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Susunan Pemain Ekuador vs Curacao
Ekuador (3-1-4-2): Hernan Galindez; Willian Pacho, Piero Hincapie, Alan Franco; Moises Caicedo; Jordy Alcivar, Pervis Estupinan, John Yeboah, Pedro Vite; Gonzalo Plata, Enner Valencia.
Cadangan: Kevin Rodriguez, Moises Ramirez, Kendry Paez, Jackson Porozo, Joel Ordonez, Angelo Preciado, Felix Torres, Anthony Valencia, Yaimar Medina, Jeremy Arevalo, Alan Minda, Nilson Angulo, Gonzalo Valle, Denil Castillo, Jordy Caicedo.
Curacao (5-4-1): Eloy Room; Joshua Brenet, Jurien Gaari, Sherel Floranus, Armando Obispo, Deveron Fonville; Tahith Chong, Livano Comenencia, Leandro Bacuna, Juninho Bacuna; Jurgen Locadia.
Cadangan: Trevor Doornbusch, Gervane Kastaneer, Riechedly Bazoer, Kenji Gorre, Godfried Roemeratoe, Ar’Jany Martha, Kevin Felida, Roshon van Eijma, Jearl Margaritha, Sontje Hansen, Brandley Kuwas, Tyrese Noslin, Jeremy Antonisse, Shurandy Sambo, Tyrick Bodak.
Scr/Mashable














