Brazil memasuki laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi usai mengalahkan Haiti dengan skor meyakinkan 3-0.
Namun tantangan berikutnya dipastikan tidak akan mudah, karena mereka akan berhadapan dengan Skotlandia pada Rabu, 24 Juni, dalam pertandingan yang berpotensi menentukan posisi akhir di klasemen grup.
Di tengah persiapan tersebut, kabar penting datang dari kubu Selecao: Neymar dipastikan siap kembali memperkuat tim setelah absen di dua laga awal akibat cedera.
Sementara itu, pelatih Carlo Ancelotti juga mengisyaratkan adanya sejumlah perubahan dalam susunan pemain untuk menjaga keseimbangan tim menghadapi duel krusial tersebut.
Neymar Comeback dan Strategi Rotasi Ancelotti Jelang Laga Krusial
Kembalinya Neymar menjadi sorotan utama jelang pertandingan Brazil vs Skotlandia di Piala Dunia 2026. Sang bintang yang sebelumnya harus menepi karena cedera kini dinyatakan sudah pulih dan siap kembali bergabung bersama tim utama.
Pelatih Brazil, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa Neymar akan segera kembali ke skuad setelah menjalani sesi latihan individu singkat. Ia memastikan bahwa kondisi sang pemain sudah cukup baik untuk tampil.
“Dia baik-baik saja, akan menjalani latihan sendiri selama satu hari, lalu kembali ke tim. Dia tersedia untuk pertandingan melawan Skotlandia,” ujar Ancelotti dikutip dari football-italia.net (20/06/26).
Kehadiran Neymar jelas menjadi tambahan kekuatan penting bagi Brazil yang mengincar kemenangan untuk mengamankan posisi puncak grup. Meski demikian, Ancelotti juga menegaskan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan melakukan rotasi pemain demi menjaga performa tim tetap stabil di tengah jadwal padat turnamen.
Menurutnya, Skotlandia bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asal Eropa tersebut dinilai memiliki karakter permainan yang disiplin dan mampu memberikan tekanan besar, seperti yang mereka tunjukkan saat menyulitkan Maroko di laga sebelumnya.
Ancelotti juga menekankan pentingnya mentalitas dalam pertandingan ini. Selain aspek teknis, ia menyebut tim pelatih bahkan melibatkan psikolog untuk menjaga fokus dan ketenangan pemain dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Cedera Raphinha dan Kontroversi Cooling Break di Piala Dunia 2026
Di sisi lain, kabar kurang menyenangkan datang dari pemain sayap Brazil, Raphinha. Ia harus ditarik keluar karena mengalami masalah fisik dalam laga terakhir. Ancelotti menyatakan bahwa tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami pemain Barcelona tersebut.
“Kami masih menunggu hasil tes untuk memahami kondisinya,” jelas Ancelotti, menandakan adanya kekhawatiran jelang laga penting kontra Skotlandia.
Selain isu cedera pemain, Ancelotti juga turut memberikan pandangannya mengenai aturan cooling break atau jeda minum di tengah pertandingan. Kebijakan ini sempat menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, termasuk pemain dan pelatih di turnamen ini.
Namun Ancelotti justru mendukung aturan tersebut. Menurutnya, kondisi cuaca panas di beberapa lokasi pertandingan membuat cooling break menjadi momen penting bagi pemain untuk memulihkan stamina sekaligus memberi kesempatan bagi pelatih melakukan penyesuaian strategi di lapangan.
Kehadiran Neymar, potensi rotasi Ancelotti, serta kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal akan menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan.
Brazil kini dituntut tampil konsisten jika ingin mengamankan posisi puncak grup dan melangkah lebih mulus ke fase knockout Piala Dunia 2026.
Scr/Mashable















