Kylian Mbappe menolak membiarkan cuaca buruk di Philadelphia merusak malam istimewanya. Kapten Timnas Prancis tersebut memberikan respons berkelas kepada rivalnya, Lionel Messi, lewat kemenangan telak Prancis 3-0 atas Irak dalam lanjutan laga Grup I Piala Dunia 2026, Selasa 23 Juni 2026 pagi WIB.
Mbappe merayakan penampilannya yang ke-100 bersama Les Bleus dengan sebuah gol roket yang memukau, sebelum laga terpaksa ditunda selama 2 jam akibat badai petir yang hebat. Setelah laga dilanjutkan, ia kembali mencetak gol yang terbilang paling mudah sepanjang kariernya.
Hanya berselang beberapa jam setelah Messi memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol—di mana lima di antaranya dicetak sejak Mbappe membuat dua gol indah ke gawang Senegal Selasa lalu—sang kapten Prancis tidak membuang waktu untuk mengejar torehan megabintang Argentina tersebut.
Tembakan kaki kiri yang menghujam keras pada menit ke-14 menjadi gol ke-15 Mbappe di panggung Piala Dunia. Catatan luar biasa mengingat usianya baru 27 tahun. Jika tren ini terus berlanjut, Messi harus berjuang ekstra keras jika ingin mengakhiri turnamen ini sebagai top skor sepanjang masa.
Laga Dihentikan Dua Jam Akibat Badai Petir
Sebelum laga dimulai di Stadion Philadelphia, badai petir sebenarnya sudah memaksa petugas mengevakuasi tribun penonton. Hal ini sempat memicu kekhawatiran bahwa pertandingan akan ditunda sepenuhnya.Berbeda dengan performa buruk Prancis di babak pertama saat melawan Senegal, kali ini Les Bleus tampil menekan sejak menit awal.
Mbappe yang mengemban misi memangkas jarak gol dari Messi langsung unjuk gigi. Menerima umpan dari Michael Olise, ia melepaskan tembakan jarak jauh yang fantastis. Meskipun tidak seindah golnya ke gawang Senegal, sepakan tersebut sukses membuat para pemain Irak tertegun dan memukau 68.000 pasang mata di stadion.
Penderitaan Irak semakin bertambah ketika kapten mereka, Aymen Hussein, terpaksa ditarik keluar akibat cedera pada sesi hydration break pertama. Ia digantikan oleh penyerang Ipswich, Ali Al-Hamadi.
Namun, ‘istirahat hidrasi’ yang sesungguhnya justru terjadi di jeda babak pertama. Hujan deras mulai mengguyur sepuluh menit sebelum turun minum. FIFA kemudian mengonfirmasi bahwa babak kedua akan ditunda setidaknya 15 menit, dan penonton diperintahkan untuk segera mengosongkan tribun demi keselamatan.
Setelah penundaan selama dua jam yang melelahkan—diwarnai aksi petugas lapangan yang sibuk membersihkan genangan air menggunakan alat penyeka, pembatalan sesi hydration break babak kedua, serta lampu hijau dari wasit Drew Fischer—laga akhirnya dilanjutkan kembali.
Mbappe Samai Miroslav Klose, Dembele Pecah Telur
Penundaan tersebut rupanya hanya menunda gol berikutnya dari Mbappe. Memanfaatkan blunder fatal bek Irak, Zaid Tahseen, yang melepaskan umpan pendek di area pertahanan sendiri hingga melewati kiper Ahmed Basil, Ousmane Dembele langsung menyambar bola.
Bukannya mengejar gol pribadi, Dembele dengan cerdas memberikan umpan matang kepada Mbappe yang tinggal menceploskan bola ke gawang kosong.
Gol tersebut membuat Mbappe kini mengoleksi 16 gol dalam 16 pertandingan Piala Dunia, menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.
Prancis terus menggempur. Mbappe sempat menunjukkan skill individu luar biasa sebelum mengoper bola ke Olise, yang sayangnya tendangannya masih membentur mistar gawang.
Dembele dan Adrien Rabiot juga bergantian membuang peluang emas.Namun, penantian panjang Ousmane Dembele untuk mencetak gol pertamanya bagi Prancis di turnamen besar akhirnya tuntas. Menerima umpan terobosan manis dari Olise, Dembele mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan sepakan akurat ke pojok bawah gawang Irak.
Gol tersebut menjadi aksi terakhir bagi kedua pemain karena mereka langsung ditarik keluar untuk digantikan oleh Rayan Cherki dan Desire Doue.Di sisa laga, Irak mencoba bangkit demi mengejar gol ketiga mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Peluang terbaik didapat oleh Al-Hamadi di tiang jauh, namun posisinya terlalu sulit. Di sisi lain, Bradley Barcola hampir memaksa pemain Irak melakukan gol bunuh diri sebelum dirinya digantikan oleh Maghnes Akliouche.
Hingga peluit panjang berbunyi, Mbappe tetap dipertahankan di lapangan demi memburu hat-trick sekaligus melanjutkan misi gandanya mengejar Messi: meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 dan memecahkan rekor gol sepanjang masa.
Ia hampir mencetaknya di menit ke-90 melalui skema serangan balik cepat, namun tembakan kaki kirinya masih melambung tinggi. Skor 3-0 bertahan hingga akhir untuk kemenangan mutlak Prancis.
Scr/Mashable















