Luka Modrić kembali menorehkan tinta emas dalam karier gemilangnya bersama Kroasia. Sang kapten resmi mencatatkan penampilan ke-200 bersama Vatreni saat membawa timnya meraih kemenangan tipis 1-0 atas Panama pada laga Grup L FIFA World Cup 2026 di Toronto Stadium, Rabu (24/6).
Pencapaian ini semakin spesial karena diraih di panggung sepak bola terbesar dunia, sekaligus membantu Kroasia menjaga asa lolos ke babak gugur.
Meski hanya menang dengan margin tipis, sorotan utama laga ini tetap tertuju pada Modric. Gelandang veteran berusia 40 tahun itu sekali lagi menunjukkan kelasnya sebagai motor permainan Kroasia.
Dengan 200 caps internasional, Modric semakin mengukuhkan statusnya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional Kroasia. Rekor ini menjadi bukti konsistensi luar biasa sang maestro yang telah menjadi jantung permainan Kroasia selama hampir dua dekade.
Karier internasional Modric sendiri dipenuhi pencapaian prestisius. Ia menjadi sosok sentral saat Kroasia finis sebagai runner-up di 2018 FIFA World Cup dan meraih posisi ketiga di 2022 FIFA World Cup.
Penampilannya yang konsisten di level tertinggi membuat Modric tak hanya dihormati di Kroasia, tetapi juga di seluruh dunia sepak bola.
Pertandingan melawan Panama sendiri tidak berjalan mudah bagi Kroasia. Panama justru tampil lebih menekan pada babak pertama dan nyaris membuka keunggulan pada menit ke-23 lewat sundulan keras Jose Luis Rodriguez.
Namun, kiper Dominik Livaković tampil heroik dengan menepis bola hingga membentur mistar gawang. Setelah menghadapi tekanan besar di paruh pertama, Kroasia bangkit usai turun minum dan mulai menguasai jalannya pertandingan.
Gol kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-54 melalui pemain pengganti Ante Budimir. Berawal dari umpan silang rendah akurat dari Josip Stanišić dari sisi kanan, Budimir sukses menyambar bola di tiang jauh untuk menaklukkan kiper Panama, Orlando Mosquera.
Kroasia sempat memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan tiga menit kemudian lewat Marco Pasalic, tetapi penyelesaian akhirnya gagal berbuah gol.
Dengan kemenangan atas Panama, menjadi hadiah sempurna bagi Modric pada malam bersejarahnya.
Scr/Mashable















