FIFA Berencana Ubah Aturan Adu Penalti di Piala Dunia 2026

25.06.2026
FIFA Berencana Ubah Aturan Adu Penalti di Piala Dunia 2026
Lionel Messi / Foto: FIFA.

FIFA dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan mendadak pada aturan adu penalti di FIFA World Cup 2026. Perubahan yang diusulkan bukan terkait eksekusi tendangan penalti itu sendiri, melainkan mekanisme undian koin sebelum babak adu penalti dimulai.

Saat ini, regulasi adu penalti dalam sepak bola memberlakukan dua kali undian koin. Undian pertama dilakukan untuk menentukan tim mana yang mendapat giliran menendang lebih dulu. Sementara undian kedua digunakan untuk menentukan sisi gawang yang akan dipakai selama adu penalti.

Dikutip dari Sports Illustrated (23/06/26), FIFA telah mengajukan usulan kepada International Football Association Board (IFAB) agar proses tersebut disederhanakan. Tujuannya adalah membuat prosedur lebih efisien sekaligus mengurangi potensi kerugian ganda bagi tim yang kalah dalam undian.

Menurut laporan tersebut, FIFA mengusulkan agar kapten tim yang memenangkan undian hanya diberi hak memilih satu opsi, yakni memilih giliran menendang atau memilih sisi gawang, bukan keduanya.

Lionel Messi / Foto: FIFA.

Perubahan ini dinilai cukup mengejutkan mengingat FIFA World Cup 2026 sudah berjalan lebih dari sepekan. Hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan di balik dorongan perubahan aturan tersebut.

Meski demikian, babak adu penalti sendiri baru berpotensi terjadi pada fase gugur. Dengan demikian, masih ada peluang bagi IFAB untuk meresmikan aturan baru sebelum babak 32 besar dimulai pada pekan depan.

Laporan Sports Illustrated juga menyebut FIFA memiliki pengaruh besar dalam mendorong IFAB untuk segera menyetujui proposal perubahan regulasi tersebut sebelum fase knockout berlangsung.

Meski begitu, urgensi perubahan aturan ini masih menjadi perdebatan. Sejumlah pihak menilai mekanisme undian koin saat ini tidak memberikan keuntungan signifikan bagi tim yang menendang lebih dulu.

Pandangan itu diperkuat oleh penelitian dari jurnal Ekonomi dan Psikologi karya David Pipke, yang menganalisis sekitar 7.000 sesi adu penalti dan 74 ribu tendangan penalti. Hasil penelitian tersebut menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa tim yang menendang lebih dulu memiliki peluang kemenangan lebih besar.

Dengan temuan tersebut, usulan perubahan aturan adu penalti di FIFA World Cup 2026 dinilai lebih sebagai upaya penyederhanaan prosedur ketimbang solusi atas masalah kompetitif yang mendesak.

Kemungkinan IFAB akan menggunakan peraturan ini ketika babak 32 besar mulai bergulir.

Scr/Mashable





Don't Miss