Klub Liga Inggris, Manchester United dikabarkan siap bersaing sengit dengan deretan klub elite Eropa untuk mengamankan tanda tangan wonderkid sensasional asal Meksiko, Gilberto Mora. Perburuan ini diprediksi bakal memanaskan bursa transfer mendatang.
Mora, yang baru berusia 17 tahun, baru saja mengukir sejarah sebagai pemain termuda yang pernah membela timnas Meksiko di ajang Piala Dunia. Rekor tersebut pecah saat ia turun pada laga pembuka melawan Afrika Selatan di ibu kota negara.
Dalam laga kacau yang diwarnai tiga kartu merah hingga Afrika Selatan harus bermain dengan sembilan orang tersebut, El Tricolor sukses menang 2-0. Mora masuk dari bangku cadangan pada menit ke-66 dan langsung mencuri perhatian.
Meksiko kemudian melanjutkan tren positif mereka dengan meraih kemenangan beruntun atas Korea Selatan dan Republik Ceko untuk lolos ke fase gugur dengan sangat mudah. Mora bahkan dipercaya tampil sebagai starter untuk pertama kalinya pada laga kontra Ceko, menjadikannya debutan termuda keenam dalam sejarah Piala Dunia.
Sebagai catatan, pemegang rekor debutan termuda sepanjang sejarah Piala Dunia masih dipegang oleh legenda Manchester United, Norman Whiteside. Ia melakoni laga perdana untuk Irlandia Utara pada usia 17 tahun 42 hari saat melawan Yugoslavia di Piala Dunia 1982 Spanyol.
Meski usianya masih sangat belia, pemain kelahiran Tuxtla Gutiérrez ini sudah lama menembus tim utama di level klub bersama Club Tijuana. Musim lalu, ia membawa klubnya finis di peringkat kesembilan Liga MX (kasta tertinggi Meksiko).
Mora melakoni debutnya di usia 15 tahun dan sejauh ini telah membukukan 10 gol serta dua assist dari 53 penampilan bersama Los Xolos. Catatan itu sekaligus menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi top Meksiko.
Namun, yang paling membuat tim pemandu bakat takjub adalah kematangannya saat menguasai bola. Berdasarkan analisis ESPN, Mora memiliki sentuhan pertama (first touch) yang sempurna dan kemampuan dribel yang memusingkan bek lawan.
Ia juga rajin memindai lapangan (scanning) sebelum melepas umpan terobosan mematikan, serta memiliki pengambilan keputusan yang sangat dewasa.
Maka tidak heran jika bintang muda pemecah rekor ini langsung memicu radar klub-klub raksasa Eropa. Setan Merah bahkan dilaporkan telah mengirim pemandu bakat khusus ke Meksiko sepanjang bulan ini untuk memantau aksinya secara langsung.
Jadi Rebutan Penguasa Eropa
Laporan dari TEAMtalk mengungkapkan bahwa Manchester United tidak sendirian. Manajemen Setan Merah menjadi “salah satu dari sekian banyak raksasa Eropa yang hadir langsung di Stadion Azteca” untuk memantau performa Mora.
Perwakilan dari Chelsea dan Manchester City juga dilaporkan hadir di tribune, menyusul ketertarikan yang sama dari Arsenal dan Liverpool.
“Gelandang serang berusia 17 tahun itu menunjukkan performa yang luar biasa saat Meksiko menyapu bersih fase grup dengan kemenangan telak 3-0 atas Republik Ceko,” tulis laporan TEAMtalk.
“Mora tampil sejak menit awal di ibu kota Meksiko dan langsung mendominasi jalannya pertandingan sejak peluit pertama. Ia memamerkan ketenangan, kecerdasan, dan kreativitas tinggi yang menjadikannya salah satu pemain muda paling diburu di planet ini.”
“Performa bintang Club Tijuana tersebut diganjar dengan standing ovation (tepuk tangan sambil berdiri) dari suara publik tuan rumah saat ia ditarik keluar di menit-menit akhir laga, setelah sukses membantu Meksiko mengamankan tiga kemenangan beruntun dan poin sempurna di grup.”
Saat ini, Real Madrid disebut-sebut sebagai kandidat terdepan untuk mendapatkan jasanya. Namun, Atletico Madrid dan Barcelona juga tidak mau kalah dan secara terbuka menilai Mora sebagai calon megabintang masa depan.
Daftar peminat dari luar Spanyol dan Inggris pun tidak kalah mentereng. Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, Borussia Dortmund, hingga RB Leipzig semuanya dilaporkan menaruh minat besar pada sang pemain.
Senjata Rahasia INEOS
Meski dikepung banyak pesaing, Manchester United dikabarkan menjadi klub Liga Inggris yang “paling agresif” mendekati Mora. Petinggi di Old Trafford disebut terus menjaga “komunikasi yang intens dan reguler” dengan agen sang pemain agar berada di posisi terdepan saat sang pemain siap angkat kaki.
Sejak INEOS mengambil alih kendali operasional sepak bola Setan Merah pada tahun 2024, manajemen baru ini memang fokus memburu talenta muda terbaik dari seluruh penjuru dunia.Langkah ini sudah dibuktikan dengan keberhasilan mereka membajak Chido Obi dan Ayden Heaven dari akademi Arsenal, serta perekrutan talenta internasional seperti Diego Leon dari Paraguay dan wonderkid Mali, Sekou Kone.
Namun, melihat level peminatnya di Eropa, Gilberto Mora tampaknya berada di kelas yang berbeda dibanding pemain seusianya. Jika Manchester United berhasil merampungkan transfer calon megabintang sepak bola ini, keputusan tersebut bisa menjadi salah satu bisnis transfer terbaik yang pernah dilakukan oleh era INEOS.
Scr/Mashable















