Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi para pemain terbaik dunia untuk menunjukkan kualitas mereka. Di tengah deretan bintang yang tampil di turnamen paling bergengsi tersebut, ada satu nama yang mendapat perhatian khusus dari pecinta sepak bola Indonesia, yakni Tijjani Reijnders.
Meski membela Timnas Belanda, gelandang berusia 27 tahun itu memiliki darah Indonesia dari garis keturunan Maluku yang berasal dari sang ibu. Karena itulah, setiap penampilannya di level internasional selalu menghadirkan rasa bangga tersendiri bagi publik Tanah Air.
Apalagi, Reijnders bukan pemain sembarangan. Sebelum menjadi salah satu andalan Belanda, ia dikenal luas sebagai gelandang yang pernah bersinar bersama AC Milan. Status sebagai mantan pemain Rossoneri membuat namanya memiliki tempat tersendiri di hati banyak penggemar sepak bola Indonesia.
Pada Piala Dunia 2026, Reijnders menjadi salah satu pemain yang dipercaya mengisi lini tengah De Oranje sepanjang fase grup. Hasilnya pun cukup memuaskan karena Belanda sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Selalu Dipercaya Menjadi Starter
Kepercayaan yang diberikan pelatih Belanda terlihat dari fakta bahwa Reijnders selalu dimainkan sebagai starter dalam tiga pertandingan fase grup.
Laga pertama mempertemukan Belanda dengan Jepang. Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 2-2 setelah Daichi Kamada mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.
Dalam pertandingan tersebut, Reijnders tampil sejak awal laga dan bermain selama 70 menit sebelum posisinya digantikan oleh Quinten Timber. Meskipun tidak mencatatkan gol maupun assist, kontribusinya dalam mengatur aliran bola dari lini tengah cukup membantu Belanda mengendalikan permainan.
Penampilan Belanda meningkat drastis saat menghadapi Swedia pada laga kedua. De Oranje tampil dominan dan menghancurkan lawannya dengan skor telak 5-1.
Brian Brobbey menjadi bintang lapangan berkat dua gol yang dicetaknya. Cody Gakpo dan Crysencio Summerville juga ikut menyumbangkan gol dalam pesta kemenangan tersebut.
Di laga ini, Reijnders bermain selama 60 menit sebelum digantikan oleh Guus Til. Kehadirannya di lini tengah membantu Belanda menjaga tempo permainan sekaligus menghubungkan lini belakang dengan lini depan.
Catat Assist Perdana di Piala Dunia 2026
Kontribusi paling nyata dari pemain keturunan Indonesia tersebut hadir pada pertandingan terakhir fase grup saat Belanda berjumpa Tunisia.
Belanda berhasil menang 3-1 dan Reijnders menyumbangkan satu assist yang menjadi kontribusi statistik pertamanya di Piala Dunia 2026. Sebelum ditarik keluar pada menit ke-72, ia tampil cukup efektif dalam mendukung serangan timnya.
Assist tersebut membuat Reijnders mengakhiri fase grup dengan catatan satu assist dari tiga pertandingan. Meski belum mencetak gol, perannya tetap penting dalam perjalanan Belanda menuju fase gugur.
Peran Reijnders sebenarnya sudah terlihat bahkan sebelum putaran final dimulai. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026, ia sempat mencetak gol pembuka ketika Belanda menghajar Lithuania 4-0 pada November 2025. Gol tersebut menjadi salah satu langkah penting yang membantu De Oranje mengamankan tiket menuju turnamen terbesar di dunia.
Jadi Kebanggaan Indonesia di Panggung Dunia
Bagi Indonesia, pencapaian Reijnders tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Tidak banyak pemain berdarah Indonesia yang mampu menjadi pilihan utama negara kuat seperti Belanda di ajang sebesar Piala Dunia.
Fakta bahwa ia mampu bersaing dengan para pemain terbaik dunia menunjukkan kualitas yang dimilikinya. Hal itu juga menjadi bukti bahwa talenta yang memiliki akar Indonesia mampu tampil di level tertinggi sepak bola internasional.
Kini, dengan Belanda yang sudah lolos ke babak 32 besar, peluang Reijnders untuk menambah catatan gol maupun assist masih terbuka lebar. Jika mampu mempertahankan performanya, bukan tidak mungkin pemain berdarah Indonesia yang pernah menjadi idola fans AC Milan itu akan menghadirkan momen-momen istimewa lainnya di Piala Dunia 2026.
Bagi banyak penggemar sepak bola Indonesia, keberhasilan Reijnders bukan sekadar soal statistik. Kehadirannya di panggung terbesar sepak bola dunia menjadi pengingat bahwa darah Indonesia juga ikut mewarnai persaingan di level tertinggi sepak bola internasional.
Scr/Mashable















