Rencana besar Liverpool untuk merombak lini tengah mereka di bawah kendali manajer baru, Andoni Iraola, memasuki babak baru. Alih-alih jor-joran mengejar target utama yang berharga selangit, The Reds dilaporkan siap banting setir ke target yang lebih masuk akal.
Raksasa Merseyside tersebut dikabarkan mulai mundur secara perlahan dari perburuan gelandang Crystal Palace, Adam Wharton.
Sebagai gantinya, radar transfer Liverpool kini mengarah tajam ke London Utara untuk memonitor situasi bintang muda Tottenham Hotspur, Lucas Bergvall.
Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas, baik secara kecocokan taktik di lapangan maupun keseimbangan neraca keuangan klub.
Benturan Taktik Iraola dan Harga Selangit Wharton
Pada awalnya, nama Adam Wharton melesat sebagai kandidat terdepan untuk menjadi jenderal baru di lini tengah Liverpool. Namun, daya tarik gelandang berbakat Inggris itu perlahan memudar seiring pergantian nakhoda di Anfield.
Sejumlah analis menilai bahwa gaya main Wharton sebenarnya lebih klop dengan filosofi penguasaan bola (possession football) ala Arne Slot. Sementara itu, Andoni Iraola datang dengan cetak biru yang berbeda: ia menuntut sistem pressing dengan intensitas dan mobilitas sangat tinggi.
Selain faktor taktik yang kurang matching, batu sandungan terbesar bagi Liverpool adalah harganya yang tidak masuk akal. Crystal Palace dilaporkan mematok banderol fantastis di atas £80 juta (sekitar Rp1,9 triliun) bagi siapa saja yang menginginkan jasa Wharton.
Jurnalis ternama, Ben Jacobs, mengungkapkan lewat TalkSPORT bahwa meski manajemen Liverpool sangat mengagumi bakat Wharton, proses negosiasi saat ini telah membeku total. Di sisi lain, klub-klub rival seperti Arsenal dan Chelsea juga diam-diam terus memantau situasi Wharton.
Lucas Bergvall: Solusi Hemat yang Sempurna
Mengingat Liverpool juga harus mengamankan dana sekitar £100 juta demi memboyong penyerang muda Yan Diomande dari RB Leipzig, menghamburkan modal besar lagi untuk Wharton tentu bukan langkah yang bijak. Di sinilah nama Lucas Bergvall mencuat sebagai opsi darurat yang menjanjikan.
Berdasarkan laporan pakar transfer Fabrizio Romano, gelandang muda asal Swedia tersebut sudah membulatkan tekad untuk angkat kaki dari Tottenham Hotspur demi menit bermain reguler. Kabar baiknya, Spurs terbuka melepas sang pemain di angka £45 juta hingga £50 juta saja—hampir setengah dari harga Wharton.
Meski belum menjadi pilihan utama secara reguler di bawah asuhan Ange Postecoglou, potensi Bergvall yang baru menginjak usia 20 tahun tidak perlu diragukan lagi. Ia memiliki visi bermain modern dan kemampuan fundamental yang sangat matang. Karakteristik ini dinilai sangat cocok untuk menyuntikkan energi baru ke dalam mesin lini tengah yang diinginkan Iraola.
Percaya Kekuatan Internal: Efek Curtis Jones dan Trey Nyoni
Mundurnya Liverpool dari perburuan Wharton juga didasari oleh rasa percaya diri yang tinggi terhadap stok gelandang yang ada di skuad saat ini. The Reds baru saja mengambil sikap tegas dengan menolak mentah-mentah tawaran dari Inter Milan yang ingin memboyong Curtis Jones.
Hal ini menegaskan bahwa Jones adalah pilar inti dalam proyek masa depan Iraola.
Selain itu, tim pemandu bakat Liverpool juga meyakini bahwa mereka memiliki “Wharton baru” di akademi sendiri dalam diri Trey Nyoni. Di usianya yang baru 18 tahun, Nyoni menunjukkan lompatan performa yang luar biasa dan dinilai memiliki kemiripan gaya main dengan Wharton.
Ditambah dengan kembalinya Stefan Bajcetic ke kondisi bugar setelah dibekap cedera panjang, kedalaman lini tengah Liverpool dirasa sudah sangat aman tanpa harus melakukan pembelian panik yang merusak struktur finansial klub.
Scr/Mashable















