Liverpool Harus Berani Ubah Strategi Transfer, Gagal Dapat Yan Diomande Bukan Akhir Segalanya

29.06.2026
Liverpool Harus Berani Ubah Strategi Transfer, Gagal Dapat Yan Diomande Bukan Akhir Segalanya
Liverpool Harus Berani Ubah Strategi Transfer, Gagal Dapat Yan Diomande Bukan Akhir Segalanya

Bursa transfer musim panas 2026 menjadi ujian pertama bagi Andoni Iraola sebagai manajer baru Liverpool. Setelah musim lalu hanya finis di peringkat kelima Liga Inggris dengan koleksi 60 poin, The Reds membutuhkan keputusan yang lebih tepat daripada sekadar mengejar nama besar.

Datangnya Iraola membawa harapan baru karena pelatih asal Spanyol tersebut dikenal mampu membangun tim kompetitif melalui rekrutmen pemain yang cerdas selama menangani Bournemouth.

Kini tantangan jauh lebih besar menantinya karena Liverpool harus kembali bersaing memperebutkan gelar Premier League sekaligus tampil di Liga Champions.

Sejatinya, Liverpool tidak boleh terlalu larut mengejar satu pemain hingga menghabiskan sebagian besar waktu bursa transfer untuk mengejar pemain yang nampaknya sulit diraih.

Contohnya adalah kabar Liverpool jor-joran mengejar bintang muda Pantai Gading Yan Diomande yang gemilang di Piala Dunia 2026.

Sebenarnya Liverpool sudah bergerak cukup agresif dalam negosiasi tersebut. The Reds bahkan dikabarkan telah mengajukan tawaran senilai 100 juta euro kepada RB Leipzig, meski akhirnya ditolak dan sempat menyiapkan proposal kedua sebelum arah transfer berubah.

Ingat, rencana transfer bisa berubah sewaktu-waktu ketika pemain memiliki pilihan proyek yang dianggap lebih menarik.

Diomande memang merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa bersama RB Leipzig.

Namun keputusan pemain berusia 19 tahun itu yang kabarnya lebih memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain menunjukkan bahwa faktor proyek klub kini jauh lebih menentukan dibanding sekadar besarnya tawaran transfer.

Hingga kini kubu Diomande disebut belum secara langsung memberi tahu Liverpool bahwa sang pemain menolak pindah ke Anfield, walaupun orang-orang terdekatnya mengakui ia lebih ingin bekerja sama dengan pasukan Luis Enrique.

Ada baiknya, apabila akhirnya Diomande benar-benar memilih PSG, Liverpool tidak perlu memaksakan situasi. Klub sebesar Liverpool seharusnya memiliki perencanaan yang tidak bergantung kepada satu target karena musim kompetisi panjang membutuhkan kedalaman skuad yang merata.

Nama Bradley Barcola menjadi alternatif yang paling menarik apabila PSG benar-benar merekrut Diomande.

Winger asal Prancis tersebut sebelumnya dikabarkan mulai merasa kurang nyaman di Parc des Princes sehingga peluang hengkang dapat terbuka apabila persaingan semakin ketat.

Barcola menawarkan karakter permainan yang relatif sesuai dengan kebutuhan Liverpool saat ini. Kecepatan, kemampuan menusuk dari sisi sayap, serta produktivitasnya dalam menciptakan peluang bisa menjadi modal penting untuk mengisi kekosongan yang perlahan akan ditinggalkan Mohamed Salah.

Namun Liverpool juga harus siap menghadapi persaingan berat apabila benar-benar mengincar Barcola. Arsenal disebut ikut memantau situasi pemain tersebut sehingga negosiasi berpotensi menjadi semakin rumit dan nilai transfernya bisa meningkat secara signifikan.

Selain Barcola, saya justru melihat Liverpool sebaiknya lebih serius mempertimbangkan nama-nama muda seperti Said El Mala dari FC Köln, Matias Fernandez-Pardo milik Lille, maupun Yankuba Minteh dari Brighton.

Ketiganya mungkin belum memiliki popularitas sebesar Diomande, tetapi menawarkan potensi perkembangan jangka panjang dengan biaya transfer yang lebih rasional.

Fokus Liverpool juga tidak boleh hanya tertuju pada lini depan. Justru persoalan terbesar skuad musim depan berada di hampir seluruh lini, mulai dari penjaga gawang, bek kiri, bek kanan hingga bek tengah yang membutuhkan regenerasi secara bersamaan.

Posisi penjaga gawang masih menyimpan tanda tanya meski Alisson Becker diperkirakan bertahan. Giorgi Mamardashvili yang dipersiapkan sebagai penerus belum sepenuhnya meyakinkan sehingga Liverpool masih dikaitkan dengan kiper Porto, Diogo Costa.

Di sektor kiri pertahanan, kepergian Andrew Robertson membuat Liverpool harus segera menemukan pesaing sekaligus pelapis bagi Milos Kerkez.

Bek muda asal Hungaria itu memang menunjukkan perkembangan pada akhir musim lalu, tetapi belum cukup untuk mengemban seluruh tanggung jawab sendirian.

Masalah lain muncul di posisi bek kanan yang membutuhkan perhatian serius. Jeremie Frimpong belum mampu memenuhi ekspektasi sejak direkrut dari Bayer Leverkusen, sedangkan Conor Bradley diperkirakan absen panjang akibat cedera sehingga Liverpool membutuhkan solusi baru.

Sektor bek tengah juga wajib menjadi prioritas utama pada musim panas ini. Potensi hengkangnya Ibrahima Konate menuju Real Madrid membuat Liverpool harus segera mencari bek berpengalaman untuk mendampingi talenta muda seperti Jérémy Jacquet maupun Giovanni Leoni.

Yang tidak kalah penting adalah menemukan sosok penerus Mohamed Salah di sisi kanan serangan. Menggantikan pemain yang telah menjadi ikon Liverpool selama hampir satu dekade memang nyaris mustahil, tetapi klub setidaknya harus mencari pemain yang mampu menjaga produktivitas lini depan.

Musim panas lalu Liverpool sudah mengeluarkan investasi sekitar 481 juta euro untuk memperkuat skuad.

Karena itu, ada baiknya, belanja besar pada musim panas 2026 seharusnya lebih difokuskan pada kualitas rekrutmen dibanding sekadar mengejar jumlah pemain baru.

Pada akhirnya, kegagalan mendapatkan Yan Diomande bukanlah bencana bagi Liverpool. Yang jauh lebih menentukan adalah kemampuan Andoni Iraola bersama direktur olahraga Richard Hughes membangun skuad yang seimbang, memiliki kedalaman berkualitas, dan sesuai dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan untuk membawa Liverpool kembali menjadi penantang gelar Liga Inggris musim depan.

Scr/Mashable





Don't Miss