Cuaca ekstrem kembali menjadi sorotan pada ajang Piala Dunia 2026. Pertandingan babak 32 besar antara Meksiko melawan Ekuador yang digelar di Mexico City, Selasa (30/6/2026) malam waktu setempat atau Rabu (1/7/2026) pagi WIB, sempat mengalami penundaan akibat badai petir yang melanda kawasan stadion.
Sejak Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026, isu cuaca memang telah menjadi salah satu perhatian utama FIFA. Dari 16 stadion yang digunakan sepanjang turnamen, hanya lima stadion yang memiliki atap, sementara 11 stadion lainnya terbuka sehingga lebih rentan terdampak kondisi cuaca buruk.
Jelang laga Meksiko kontra Ekuador, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan deras disertai sambaran petir. Kondisi tersebut akhirnya memaksa penyelenggara menunda kick-off demi menjaga keselamatan pemain, ofisial, dan puluhan ribu suporter yang memadati stadion.
Meski sepak bola pada umumnya tetap dapat dimainkan saat hujan turun, keberadaan petir menjadi faktor yang tidak bisa ditoleransi. Selain membahayakan keselamatan, cuaca ekstrem juga berpotensi merusak kualitas lapangan sehingga memengaruhi jalannya pertandingan.
FIFA Terapkan Aturan Radius Petir 13 Kilometer
FIFA telah menyiapkan prosedur khusus untuk menghadapi cuaca ekstrem sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Apabila terdeteksi sambaran petir dalam radius delapan mil atau sekitar 13 kilometer dari stadion, pertandingan wajib dihentikan atau tidak boleh dimulai. Ketentuan tersebut mengacu pada protokol keselamatan yang juga diterapkan dalam berbagai kompetisi olahraga di Amerika Serikat.
Pertandingan baru dapat dilanjutkan apabila selama 30 menit tidak ditemukan lagi aktivitas petir di sekitar stadion. Namun, apabila kembali terdeteksi sambaran petir dalam periode tersebut, hitungan waktu akan diulang dari awal.
Dengan mekanisme tersebut, penundaan pertandingan bisa berlangsung cukup lama apabila badai petir terus berlanjut.
FIFA juga tidak menetapkan batas maksimal lamanya penundaan. Setiap pertandingan akan dievaluasi secara terpisah berdasarkan perkembangan kondisi cuaca dan tingkat keamanan di lokasi pertandingan.
Penundaan Bisa Berlanjut hingga Keesokan Hari
Jika cuaca tidak kunjung membaik atau kondisi lapangan dinilai tidak layak digunakan, FIFA memiliki kewenangan untuk menunda pertandingan hingga hari berikutnya.
Meski demikian, opsi tersebut merupakan pilihan terakhir yang berusaha dihindari penyelenggara karena dapat mengganggu jadwal pertandingan berikutnya dalam turnamen.
Masalah kualitas lapangan sendiri sudah menjadi perhatian sejak awal Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain sebelumnya mengkritik kondisi permukaan rumput di beberapa stadion, termasuk MetLife Stadium yang dijadwalkan menjadi lokasi final Piala Dunia.
Laga Meksiko vs Ekuador Sempat Ditunda
Di Mexico City, cuaca buruk mulai terjadi sekitar dua jam sebelum jadwal kick-off. Hujan deras disertai badai petir membuat panitia belum dapat memastikan kapan pertandingan dapat dimulai.
Laga tersebut memiliki arti penting bagi Meksiko yang berusaha mengamankan tiket menuju babak 16 besar. Kemenangan atas Ekuador akan membuka peluang bagi El Tri untuk kembali mendekati pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia, yakni menembus perempat final saat menjadi tuan rumah pada edisi 1970 dan 1986.
Petugas pertandingan terus memantau perkembangan cuaca sebelum mengambil keputusan mengenai dimulainya laga.
Menjelang pertandingan, tim nasional Ekuador juga menghadapi situasi yang tidak nyaman akibat ulah sejumlah suporter tuan rumah.
Sejak tengah malam hingga dini hari, puluhan pendukung Meksiko berkumpul di depan Hotel Westin kawasan Santa Fe, Mexico City, tempat skuad Ekuador menginap.
Mereka membunyikan klakson, menggunakan pengeras suara, hingga menggeber sepeda motor dengan tujuan mengganggu waktu istirahat para pemain dan staf Ekuador.
Aksi seperti ini memang telah lama dikenal dalam budaya sepak bola Amerika Latin sebagai upaya memberikan tekanan psikologis kepada tim tamu sebelum pertandingan.
Namun, Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF) menilai tindakan tersebut bertentangan dengan semangat fair play yang dijunjung tinggi dalam Piala Dunia.
Dalam protes resminya kepada penyelenggara, FEF menyatakan bahwa perilaku tersebut tidak sejalan dengan nilai kesetaraan, persatuan, dan sportivitas yang menjadi dasar penyelenggaraan turnamen.
FEF juga meminta FIFA dan otoritas setempat meningkatkan perlindungan terhadap pemain, staf pelatih, serta suporter Ekuador selama berlangsungnya kompetisi.
Gangguan tersebut semakin memperberat persiapan Ekuador. Tim sengaja baru tiba di Mexico City pada Senin malam untuk meminimalkan dampak adaptasi terhadap ketinggian kota yang berada sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Namun, rencana itu tidak berjalan sesuai harapan setelah para pemain harus menghadapi kebisingan di luar hotel hingga menjelang pagi.
Scr/Mashable















