Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi negara-negara terbaik untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di sepak bola. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain Manchester United yang tersebar di berbagai tim nasional.
Hingga berakhirnya fase grup, total menit bermain kumulatif para pemain Manchester United telah mencapai 1.656 menit. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya kontribusi para penggawa Setan Merah bagi negara masing-masing.
Dari sederet nama yang tampil di turnamen ini, ada yang sukses mencuri perhatian dan menjadi bintang utama. Namun, ada pula yang harus menerima kenyataan pahit akibat cedera. Lantas, bagaimana rapor sementara para pemain Manchester United di Piala Dunia 2026?
Matheus Cunha, Kejutan Terbesar Brasil
Jika harus memilih pemain Manchester United dengan performa paling mencolok sejauh ini, nama Matheus Cunha layak berada di urutan teratas.
Striker asal Brasil tersebut datang ke Piala Dunia 2026 tanpa status sebagai pilihan utama. Namun situasi berubah sangat cepat. Cunha berhasil memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan pelatih dan kini menjelma menjadi ujung tombak utama tim Samba.
Ketajamannya langsung terlihat sejak fase grup. Dalam dua pertandingan awal, Cunha mampu mencetak tiga gol dan menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di turnamen.
Rata-rata rating 7,75 menjadi bukti bahwa kontribusinya tidak hanya hadir dalam bentuk gol, tetapi juga melalui pergerakan dan kerja keras di lini depan. Bagi Manchester United, performa ini tentu menjadi sinyal positif menjelang musim baru.
Amad Diallo Menjadi Nyawa Serangan Pantai Gading
Di sisi lain, Amad Diallo juga menunjukkan perkembangan yang luar biasa bersama Pantai Gading.
Winger berusia muda tersebut tampil sebagai motor serangan utama tim berjuluk The Elephants. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuannya dalam situasi satu lawan satu membuat lini pertahanan lawan kerap kerepotan.
Amad menutup fase grup dengan koleksi dua gol. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain Premier League dengan kontribusi gol langsung terbaik sepanjang babak penyisihan.
Bukan hanya produktif, Amad juga terlihat semakin matang dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan. Penampilannya menjadi salah satu alasan mengapa Pantai Gading mampu tampil kompetitif sepanjang fase grup.
Bruno Fernandes Tetap Jadi Jenderal Portugal
Jika Manchester United memiliki sosok pengatur permainan yang tak tergantikan, maka Portugal juga merasakan hal yang sama dari Bruno Fernandes.
Kapten Setan Merah itu kembali menjadi pusat permainan negaranya. Hampir seluruh alur serangan Portugal berawal dari kaki Bruno.
Pada pertandingan penting melawan Kolombia yang berakhir tanpa gol, Bruno bermain penuh selama 90 menit. Ia mencatatkan 46 operan dengan 40 di antaranya tepat sasaran serta melepaskan dua tembakan ke arah pertahanan lawan.
Meski belum terlalu banyak menghasilkan gol maupun assist, pengaruh Bruno terhadap permainan Portugal tetap sangat besar. Ia menjadi sosok yang menjaga keseimbangan sekaligus mengatur tempo permainan tim.
Mainoo dan Rashford Menjawab Kepercayaan Thomas Tuchel
Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi. Di bawah arahan Thomas Tuchel, The Three Lions tampil cukup meyakinkan sepanjang fase grup.
Dua pemain Manchester United, Kobbie Mainoo dan Marcus Rashford, ikut memainkan peran penting dalam perjalanan tersebut.
Mainoo dipercaya menjaga keseimbangan lini tengah Inggris. Ketenangannya dalam mengalirkan bola dan kemampuan membaca permainan membuatnya beberapa kali menjadi pilihan utama Tuchel.
Sementara itu, Rashford memberikan dimensi berbeda di sektor serangan. Kecepatan dan kemampuan menusuk dari sisi sayap menjadi senjata penting bagi Inggris saat menghadapi lawan yang bermain rapat.
Kontribusi terbaik Rashford hadir ketika Inggris mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2. Dalam laga tersebut, ia turut menyumbangkan gol yang membantu timnya meraih kemenangan penting.
Dalot, Lisandro, dan Mazraoui Tampil Konsisten
Tidak semua sorotan tertuju kepada pemain depan. Di sektor pertahanan, beberapa pemain Manchester United juga menunjukkan performa yang sangat stabil.
Diogo Dalot terus menjadi pilihan penting bagi Portugal. Selain menjalankan tugas bertahan, bek kanan tersebut aktif membantu serangan dan memberikan lebar permainan dari sisi lapangan.
Hal serupa juga ditunjukkan Lisandro Martínez bersama Argentina. Bek tengah yang dikenal agresif itu membantu menjaga keseimbangan saat tim Tango lebih banyak menyerang. Kehadirannya membuat lini belakang Argentina tetap solid di tengah tekanan lawan.
Sementara itu, Noussair Mazraoui kembali memperlihatkan kualitasnya bersama Maroko. Bek serbabisa tersebut menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Singa Atlas, baik ketika bertahan maupun saat membantu transisi serangan cepat.
Kabar Buruk Datang dari Manuel Ugarte
Di tengah banyaknya cerita positif, ada satu catatan merah yang muncul dari kubu Manchester United.
Manuel Ugarte harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah mengalami cedera ligamen lutut bagian medial (MCL) saat membela Uruguay pada fase grup.
Cedera tersebut terjadi ketika Uruguay menghadapi Spanyol. Ugarte yang selama ini menjadi jangkar utama lini tengah harus meninggalkan turnamen sebelum memasuki fase gugur.
Kehilangan pemain berkarakter petarung seperti Ugarte tentu menjadi pukulan bagi Uruguay. Di sisi lain, Manchester United juga akan terus memantau proses pemulihan sang gelandang menjelang musim kompetisi berikutnya.
Penjaga Gawang dan Generasi Masa Depan
Di sektor penjaga gawang, Altay Bayındır dan Senne Lammens memang belum menjadi sorotan utama. Namun keduanya berhasil masuk skuad final negara masing-masing dan siap tampil jika dibutuhkan dalam rotasi babak gugur.
Keberadaan mereka menunjukkan kedalaman skuad Manchester United yang kini semakin merata di berbagai posisi.
Sementara itu, nama Tyler Fletcher menjadi cerita menarik tersendiri. Gelandang muda asal Skotlandia tersebut memperoleh pengalaman berharga dengan menembus skuad utama negaranya di ajang sebesar Piala Dunia.
Meski belum menjadi pemain inti, kesempatan ini dapat menjadi fondasi penting bagi perkembangan kariernya dalam beberapa tahun ke depan.
Mayoritas Mendapat Nilai Hijau
Jika menilik perjalanan fase grup, mayoritas pemain Manchester United layak mendapatkan rapor positif di Piala Dunia 2026. Matheus Cunha dan Amad Diallo menjadi dua nama yang paling bersinar, sementara Bruno Fernandes, Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, Diogo Dalot, Lisandro Martínez, dan Noussair Mazraoui tampil sesuai harapan.
Satu-satunya catatan merah sejauh ini datang dari cedera yang dialami Manuel Ugarte. Selebihnya, para pemain Setan Merah berhasil menunjukkan kualitas mereka di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Dengan babak gugur yang masih menanti, peluang para pemain Manchester United untuk menambah catatan impresif masih terbuka lebar. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin beberapa di antara mereka akan pulang dengan status sebagai salah satu pemain terbaik di Piala Dunia 2026.
Scr/Mashable















