AC Milan harus menerima kenyataan pahit dalam perburuan salah satu talenta muda terbaik Italia, Mattia Liberali. Upaya Rossoneri untuk membawa pulang pemain didikan akademinya itu gagal setelah sang gelandang serang memilih bergabung dengan Como.
Klub yang kini ditangani Cesc Fabregas berhasil memenangkan persaingan meski Liberali sempat menjadi incaran sejumlah klub Serie A dan Serie B. Keputusan pemain berusia 19 tahun tersebut sekaligus menjadi pukulan bagi Milan yang berharap bisa merekrut kembali salah satu produk terbaik akademinya.
Berbagai laporan di Italia salah satunya Sempre Milan, Kamis (02/07/2028) menyebut AC Milan berusaha menyalip Como dan Sassuolo yang sebelumnya sudah berada di tahap lanjut dalam proses negosiasi.
Milan sebenarnya memiliki keuntungan dalam proses transfer tersebut. Rossoneri masih memegang klausul 50 persen hasil penjualan kembali (resale clause), sementara Liberali memiliki klausul pelepasan senilai 6 juta euro atau setara dengan Rp122 miliar (kurs Rp20,499). Kondisi itu membuat Milan hanya perlu mengeluarkan sekitar 3 juta euro untuk memboyong kembali pemain tersebut.
Namun, keuntungan finansial itu tidak cukup. Tantangan terbesar Milan adalah meyakinkan Liberali agar kembali ke San Siro, setelah sang pemain memilih meninggalkan klub setahun sebelumnya.
Pakar transfer Eropa Fabrizio Romano kemudian memastikan kesepakatan tersebut telah tercapai.
“Como telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Mattia Liberali. Pemain muda Italia itu akan bergabung dengan proyek Cesc Fabregas dan berpeluang bermain di Liga Champions musim depan.”
Menurut Romano, Como mengaktifkan klausul pelepasan sebesar 6 juta euro, sementara Liberali telah berbicara dengan empat klub sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Como.
Keputusan tersebut diambil meski sebelumnya Presiden AC Milan Gerry Cardinale bersama jajaran manajemen dikabarkan telah menggelar pertemuan positif dengan Liberali dan agennya.
Profil Mattia Liberali
Mattia Liberali merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola Italia.
Pemain kelahiran Carate Brianza, Italia, pada 6 April 2007 itu memiliki tinggi badan 1,72 meter dan berposisi utama sebagai gelandang serang, meski juga mampu dimainkan sebagai penyerang sayap.
Sejak kecil, Liberali dikenal memiliki kemampuan teknik yang sangat baik dan kreativitas tinggi dalam membangun serangan.
Karier sepak bolanya dimulai di klub lokal Aquile della Brianza pada 2013 sebelum sempat memperkuat La Dominante.
Pada 2015, ia resmi bergabung dengan akademi AC Milan dan menghabiskan hampir satu dekade membela tim muda Rossoneri.
Bersinar di Akademi AC Milan
Nama Liberali mulai mencuri perhatian ketika memperkuat tim U-16 AC Milan pada musim 2021-2022.
Saat itu ia menjadi pencetak gol terbanyak kedua di turnamen Scudetto U-16 dengan torehan sembilan gol, hanya kalah dari Francesco Camarda. Milan pun berhasil keluar sebagai juara kompetisi tersebut.
Perkembangannya membuat Liberali mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama AC Milan pada Desember 2022 bersama Camarda dan Nirash Perera.
Setahun kemudian, tepatnya pada Juli 2023, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Rossoneri hingga 2027.
Liberali ikut ambil bagian dalam tur pramusim AC Milan jelang musim 2024-2025.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat memberikan assist kemenangan 1-0 atas Real Madrid dalam laga uji coba di Soldier Field, Chicago, Amerika Serikat.
Ia kemudian menjalani debut profesional bersama Milan Futuro, tim cadangan AC Milan, pada 10 Agustus 2024 di ajang Coppa Italia Serie C.
Dalam pertandingan melawan Lecco, Liberali langsung mencetak gol pertama saat Milan Futuro menang 3-0.
Debutnya bersama tim utama AC Milan terjadi pada 15 Desember 2024 saat menghadapi Genoa di Serie A.
Laga tersebut juga bertepatan dengan perayaan 125 tahun berdirinya AC Milan.
Pada pertengahan 2025, pelatih Massimiliano Allegri kembali membawanya dalam tur pramusim Asia-Pasifik menghadapi Arsenal, Liverpool, dan Perth Glory.
Sempat Hijrah ke Catanzaro
Kesempatan bermain reguler membuat Liberali akhirnya meninggalkan Milan.
Pada 8 Agustus 2025, ia bergabung dengan klub Serie B Catanzaro secara bebas transfer dengan kontrak hingga 2029.
Pada musim 2025-2026, Mattia Liberali menunjukkan performa yang cukup impresif bersama Catanzaro. Ia tampil dalam 29 pertandingan Serie B dan berhasil mencetak empat gol.
Jika dihitung di semua kompetisi, pemain muda Italia tersebut mencatatkan 30 penampilan dengan torehan empat gol. Sementara itu, hingga akhir Mei 2026, Liberali telah mengoleksi total 41 penampilan di level profesional dengan sumbangan lima gol sepanjang karier seniornya.
Langganan Timnas Italia
Mattia Liberali juga menjadi salah satu pemain yang rutin dipercaya memperkuat tim nasional Italia di berbagai kelompok umur. Perjalanan internasionalnya dimulai bersama Italia U-15, kemudian berlanjut ke Italia U-16, Italia U-17, Italia U-19, hingga akhirnya menembus skuad Italia U-20.
Konsistensinya dipanggil di setiap jenjang usia menunjukkan bahwa Liberali merupakan salah satu talenta muda yang terus diproyeksikan menjadi bagian dari masa depan sepak bola Italia.
Bersama Italia U-17, Liberali sukses mengantarkan negaranya menjuarai Piala Eropa U-17 2024 (UEFA European Under-17 Championship).
Penampilannya yang impresif membuatnya masuk dalam Best XI UEFA European Under-17 Championship 2024.
Hingga Maret 2026, Mattia Liberali telah mengoleksi pengalaman yang cukup lengkap bersama seluruh kelompok usia Timnas Italia. Ia mencatat enam penampilan dan mencetak empat gol bersama Italia U-15, kemudian tampil dalam 10 pertandingan dengan torehan tiga gol untuk Italia U-16.
Bersama Italia U-17, performanya semakin menonjol lewat 28 penampilan dan enam gol, termasuk menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Piala Eropa U-17 2024. Setelah itu, Liberali melanjutkan kiprahnya di Italia U-19 dengan koleksi 16 pertandingan dan lima gol, sebelum menembus Timnas Italia U-20, di mana hingga Maret 2026 ia telah mencatat empat penampilan.
Gaya Bermain Mattia Liberali
Liberali awalnya bermain sebagai bek tengah ketika masih bermain di level sepak bola usia dini.
Namun setelah bergabung dengan akademi AC Milan, posisinya berubah menjadi pemain sayap kiri sebelum akhirnya berkembang sebagai gelandang serang.
Legenda AC Milan Alessandro Costacurta bahkan pernah membandingkan gaya bermain Liberali dengan bintang Inggris, Phil Foden, karena sama-sama mengandalkan teknik tinggi, kelincahan, serta kecerdasan dalam mencari ruang.
Potensinya juga mendapat pengakuan internasional setelah masuk dalam daftar 60 talenta terbaik dunia kelahiran 2007 versi surat kabar Inggris The Guardian pada Oktober 2024.
Kini, setelah memilih bergabung dengan Como, Mattia Liberali akan memulai babak baru dalam kariernya. Di bawah proyek ambisius Cesc Fabregas, wonderkid Italia itu diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu gelandang kreatif terbaik di Serie A sekaligus membuktikan bahwa keputusan meninggalkan AC Milan merupakan langkah yang tepat bagi masa depannya.
Salah satu keunggulan utama Mattia Liberali adalah fleksibilitasnya di atas lapangan. Pemain berusia 19 tahun itu mampu dimainkan di beberapa posisi sekaligus, mulai dari gelandang serang (attacking midfielder), sayap kiri, hingga sayap kanan.
Kemampuan bermain di berbagai peran membuatnya menjadi opsi menarik bagi pelatih untuk mengubah skema permainan sesuai kebutuhan tim.
Dari sisi teknik, Liberali dikenal memiliki kemampuan dribel yang sangat baik, terutama saat bergerak di ruang sempit. Kontrol bolanya yang halus membuatnya mampu melewati tekanan lawan dengan tenang, sementara kreativitasnya dalam membongkar pertahanan menjadi salah satu nilai lebih yang paling menonjol.
Ia juga memiliki visi bermain yang tajam dengan umpan-umpan terobosan akurat untuk menciptakan peluang bagi rekan setim.
Selain piawai mengatur serangan, Liberali juga mampu membawa bola dari lini tengah menuju area berbahaya melalui aksi progresifnya. Mobilitas tinggi yang dimilikinya membuat pemain muda Italia tersebut kerap berpindah posisi selama pertandingan, sehingga sulit dipantau oleh pemain bertahan lawan.
Berkat karakteristik tersebut, mantan bek legendaris AC Milan, Alessandro Costacurta, bahkan pernah membandingkan gaya bermain Liberali dengan Phil Foden karena sama-sama mengandalkan kreativitas, kelincahan, serta kemampuan mengolah bola di area sempit.
Scr/Mashable
















