Cerita Kenny Tete, Bek Fulham yang Tumbuh dalam Budaya Keluarga Indonesia

07.07.2026
Cerita Kenny Tete, Bek Fulham yang Tumbuh dalam Budaya Keluarga Indonesia
Cerita Kenny Tete, Bek Fulham yang Tumbuh dalam Budaya Keluarga Indonesia

Kenny Tete bukan hanya dikenal sebagai bek kanan tangguh milik Fulham, tetapi juga sebagai pesepak bola Belanda yang memiliki hubungan kuat dengan Indonesia. Pemain kelahiran Amsterdam itu tumbuh dalam keluarga yang membuat budaya Nusantara tetap dekat dengan kehidupan sehari-harinya.

Dalam sebuah percakapan mengenai latar belakang keluarganya, Kenny Tete mengungkapkan bahwa kakek dan neneknya sama-sama berasal dari Indonesia. Neneknya lahir di Singapura sebelum kembali ke Jakarta, sedangkan perjalanan keluarganya kemudian berlanjut hingga Amsterdam.

Ibunya lahir di Amsterdam, tetapi secara rutin pulang ke Indonesia hampir setiap musim panas ketika masih muda. Hubungan keluarga yang terpelihara itu membuat Kenny Tete dibesarkan dalam rumah tangga bernuansa Indonesia dan mampu berbicara Bahasa Indonesia dengan lancar.

Ia bahkan pernah mendapat komentar bahwa sang ibu membesarkannya lebih Indonesia dibandingkan sebagian orang yang tumbuh langsung di Tanah Air. Pernyataan tersebut menggambarkan kuatnya identitas keluarga yang tetap terjaga meskipun Tete lahir dan berkarier di Eropa.

Latar belakang keluarga Kenny Tete menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan kariernya sebagai pemain sepak bola profesional. Sumber lain mencatat ibunya berasal dari Nias, sedangkan ayahnya, Miguel Tete, memiliki akar keluarga dari Beira, Mozambik.

Ayah Kenny Tete pindah ke Belanda bersama keluarganya ketika masih kecil pada masa Perang Kemerdekaan Mozambik. Miguel kemudian dikenal sebagai mantan juara kickboxing kelas berat Eropa, sehingga lingkungan olahraga telah melekat dalam kehidupan Tete sejak dini.

Perpaduan budaya Indonesia, Mozambik, dan Belanda membentuk karakter Kenny Tete selama tumbuh di Amsterdam. Namun, pengakuannya mengenai kemampuan berbahasa Indonesia menunjukkan bahwa identitas Nusantara bukan sekadar hubungan genealogis yang jauh.

Kedekatan tersebut juga menjadikan namanya akrab bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti kiprah pemain keturunan di Eropa. Meski membela tim nasional Belanda, Tete tetap memiliki cerita personal yang menghubungkannya dengan Indonesia.

Kenny Tete Menimba Ilmu di Akademi Ajax

Karier sepak bola Kenny Tete bermula di Amsterdam dengan bermain untuk sejumlah klub lokal, termasuk AVV Zeeburgia. Klub amatir tersebut dikenal sebagai salah satu tempat pembinaan yang melahirkan banyak pemain berbakat sebelum bergabung dengan akademi besar Belanda.

Tete kemudian direkrut Ajax pada 2005 ketika berusia 10 tahun dan mulai menjalani pendidikan sepak bola dengan standar tinggi. Ia berkembang sebagai bek kanan yang mengandalkan agresivitas, kekuatan fisik, serta keberanian dalam melakukan duel.

Pada musim 2011–2012, Kenny Tete membantu tim Ajax B1 menjuarai kompetisi kelompok usia B-Junior Eredivisie. Perkembangannya berlanjut dengan penandatanganan kontrak profesional pertama pada 20 Juli 2012, yang mengikatnya hingga pertengahan 2015.

Ia menjalani debut profesional bersama Jong Ajax pada 5 Agustus 2013 dalam pertandingan Eerste Divisie menghadapi Telstar. Jong Ajax memenangi pertandingan tersebut dengan skor 2-0 di Amsterdam ArenA, sekaligus membuka perjalanan senior Tete.

Kesempatan tampil bersama tim utama Ajax baru datang pada paruh kedua musim 2014–2015. Kenny Tete masuk sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 0-1 dari AZ Alkmaar pada 5 Februari 2015.

Gaya Bertahan Agresif Menjadi Ciri Utama

Kenny Tete cepat memperoleh perhatian karena memiliki gaya bermain berbeda dibandingkan banyak bek sayap modern. Ia tidak hanya berorientasi membantu serangan, tetapi juga menunjukkan kegemaran mempertahankan wilayah dengan tekel keras yang terukur.

Kecepatan bukanlah kualitas paling menonjol dalam permainannya, tetapi Tete menutup kekurangan tersebut melalui determinasi dan penempatan posisi. Kemampuannya membaca momentum duel membuat banyak tekel yang dilakukannya efektif tanpa selalu berakhir sebagai pelanggaran.

Karakter defensif itu membuat Kenny Tete menjadi favorit sebagian pendukung Ajax ketika mulai mendapatkan menit bermain reguler. Penampilannya bahkan sempat menarik minat Bayern Muenchen pada 2016, meski transfer tersebut tidak pernah terealisasi.

Dalam fase terbaiknya bersama Ajax, Tete menjadi bagian generasi muda yang membawa klub mencapai final Liga Europa 2017. Ia mencatatkan 11 penampilan selama perjalanan tersebut sebelum Ajax kalah dari Manchester United pada pertandingan puncak.

Persaingan dengan Joël Veltman kemudian membatasi kesempatan Kenny Tete di Eredivisie pada musim terakhirnya. Kondisi itu mendorongnya mencari tantangan baru setelah mencatatkan 55 penampilan dalam berbagai kompetisi bersama tim utama Ajax.

Olympique Lyon sempat merekrut Kenny Tete pada Juli 2017 dengan biaya transfer sekitar 3 juta euro. Kepindahan tersebut memberinya kesempatan berkembang di Ligue 1 sekaligus bertanding menghadapi pemain-pemain terbaik dalam kompetisi Eropa.

Tete langsung mencetak gol pertamanya untuk Lyon dalam pertandingan yang berakhir imbang 3-3 melawan Bordeaux pada 19 Agustus 2017. Pada musim pertamanya, ia juga menyumbangkan empat assist, yang menjadi catatan terbaiknya selama bermain di Prancis.

Lyon mengakhiri dua musim pertama Kenny Tete dengan menempati peringkat ketiga Ligue 1 secara beruntun. Ia harus menghadapi rotasi ketat, tetapi tetap memberikan kontribusi ketika pelatih membutuhkan pendekatan pertahanan yang lebih kuat.

Puncak perjalanan Eropanya bersama Lyon terjadi pada Liga Champions 2019–2020 ketika klub Prancis tersebut mencapai semifinal. Lyon menyingkirkan Juventus dan Manchester City sebelum kalah 0-3 dari Bayern Muenchen di Lisbon.

Materi sumber awal menyebut perjalanan itu sebagai final Liga Champions, tetapi data kompetisi menunjukkan Lyon sebenarnya terhenti pada semifinal. Kenny Tete tercatat tampil selama perjalanan tersebut dan mengakhiri masa baktinya dengan sekitar 80 pertandingan pada seluruh kompetisi.

Fulham Membawanya ke Liga Inggris

Fulham meresmikan transfer Kenny Tete dari Lyon pada 10 September 2020 dengan kontrak empat tahun dan opsi perpanjangan. Nilai transfernya dilaporkan hanya sekitar 3,2 juta euro, angka yang dinilai cukup rendah untuk pemain berpengalaman di Eropa.

Ia mengenakan nomor punggung dua dan menjalani debut dalam kemenangan 1-0 atas Ipswich Town pada putaran kedua Piala Liga Inggris. Tete kemudian menjadi bagian penting rotasi sisi kanan pertahanan Fulham di tengah ketatnya persaingan sepak bola Inggris.

Gol pertamanya bersama Fulham tercipta pada 11 Januari 2022 ketika timnya mengalahkan Reading dengan skor telak 7-0. Pada musim yang sama, ia turut membantu klub menjuarai Championship dan kembali mendapatkan tiket promosi ke Premier League.

Kenny Tete memberikan assist untuk gol pembuka Aleksandar Mitrović dalam hasil imbang 2-2 melawan Liverpool pada laga pertama Premier League 2022–2023. Momen itu memperlihatkan bahwa kontribusinya tidak hanya muncul melalui tekel dan kemampuan menjaga area pertahanan.

Hingga 15 Maret 2026, Kenny Tete telah mengoleksi 131 penampilan liga dan mencetak lima gol bersama Fulham. Secara keseluruhan, catatannya bersama klub London tersebut telah mencapai 144 pertandingan pada berbagai kompetisi.

Fulham menunjukkan kepercayaan terhadap Kenny Tete dengan memberikan kontrak baru yang diumumkan pada 1 Juli 2025. Kesepakatan itu mempertahankan sang pemain di Craven Cottage hingga musim panas 2028, disertai opsi tambahan selama satu tahun.

Keputusan tersebut mempertegas peran Kenny Tete dalam rencana jangka menengah Fulham. Daftar skuad resmi klub untuk musim terbaru juga masih mencantumkan namanya sebagai pemain bernomor punggung dua di kelompok bek.

Kontrak baru menjadi bentuk penghargaan atas konsistensinya sejak tiba dari Lyon pada 2020. Meski sempat menghadapi cedera dan persaingan posisi, Tete tetap menawarkan pengalaman serta kualitas bertahan yang dibutuhkan Fulham di Premier League.

Usianya yang telah mencapai 30 tahun pada Oktober 2025 juga membuat Kenny Tete berada dalam fase matang sebagai pemain. Pengalamannya bersama Ajax, Lyon, dan Fulham memberikan kedalaman penting bagi pertahanan klub asal London Barat tersebut.

Perjalanan Kenny Tete Bersama Timnas Belanda

Kenny Tete telah membela Belanda sejak level kelompok usia dengan memperkuat tim U-17, U-19, U-20, dan U-21. Ia menjalani debut di level U-17 pada Oktober 2011 dalam kemenangan 3-0 atas Bosnia dan Herzegovina.

Ia menjadi bagian dari perjalanan kualifikasi Belanda U-17 yang kemudian menjuarai Kejuaraan Eropa 2012. Namun, Kenny Tete tidak termasuk dalam 22 pemain yang dipilih untuk mengikuti putaran final turnamen tersebut.

Debut bersama tim nasional senior Belanda datang pada 10 Oktober 2015 dalam pertandingan menghadapi Kazakhstan. Pada laga yang sama, Virgil van Dijk dan Anwar El Ghazi juga mendapatkan kesempatan pertama mereka bersama Oranje.

Kenny Tete mencatatkan 14 penampilan senior bersama Belanda sepanjang periode 2015 hingga 2021 tanpa mencetak gol. Meski tidak lagi menjadi pilihan reguler, pengalaman internasional tersebut melengkapi perjalanan panjangnya di tingkat klub.

Scr/Mashable





Don't Miss