Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, langsung mencuri perhatian setelah menyebut tantangan yang dihadapinya bersama Rossoneri lebih besar dibanding saat menangani Manchester United.
Pernyataan itu disampaikan Amorim sesaat setelah tiba di Milan untuk memulai tugas barunya sebagai juru taktik klub raksasa Serie A tersebut.
Pelatih asal Portugal berusia 41 tahun itu resmi ditunjuk sebagai pelatih AC Milan menggantikan Massimiliano Allegri. Amorim telah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dan diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Rossoneri setelah musim 2025/2026 yang jauh dari harapan.
Dalam wawancaranya yang dikutip Calciomercato, Ruben Amorim mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari salah satu klub terbesar di Italia. Namun, ia juga menyadari bahwa pekerjaan yang menantinya di San Siro bukanlah tugas yang mudah.
“Saya sangat senang berada di sini. Merupakan sebuah kehormatan menjadi pelatih AC Milan,” kata Ruben Amorim.
Ruben Amorim: AC Milan Adalah Klub yang Spesial
Menurut Ruben Amorim, keputusan menerima tawaran AC Milan bukanlah sesuatu yang diambil secara spontan. Ia mengungkapkan bahwa Rossoneri memiliki tempat khusus dalam perjalanan kariernya.
“Jika Anda membaca wawancara lama saya, Anda akan memahami alasannya. Bagi saya, AC Milan adalah klub yang spesial,” ujarnya.
Amorim bahkan mengakui sempat berjanji kepada dirinya sendiri untuk menerima pekerjaan yang lebih ringan setelah pengalamannya di Manchester United berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, tawaran dari AC Milan justru membuatnya mengambil keputusan yang berbeda.
“Ini tantangan yang sangat besar. Setelah pengalaman terakhir saya, saya sempat berkata pada diri sendiri bahwa saya akan menerima tantangan yang lebih kecil. Namun ternyata ini mungkin tantangan yang lebih besar daripada sebelumnya,” ungkapnya.
Mengapa Tantangan di AC Milan Dinilai Lebih Berat?
Pernyataan Ruben Amorim bukan tanpa alasan. AC Milan saat ini sedang berada dalam masa transisi setelah gagal memenuhi target utama musim lalu.
Rossoneri menutup kompetisi Serie A 2025/2026 di posisi kelima klasemen. Hasil tersebut membuat AC Milan gagal lolos ke Liga Champions musim depan, sekaligus tertinggal 17 poin dari rival sekota mereka, Inter Milan, yang keluar sebagai juara.
Situasi tersebut membuat ekspektasi terhadap Ruben Amorim sangat tinggi. Ia dituntut tidak hanya memperbaiki performa tim, tetapi juga mengembalikan AC Milan ke persaingan papan atas Serie A dan kompetisi Eropa.
Bertekad Mengembalikan Mental Juara AC Milan
Meski menyadari besarnya tekanan yang akan dihadapi, Ruben Amorim menegaskan dirinya datang ke San Siro dengan satu tujuan utama, yakni membawa AC Milan kembali menjadi tim pemenang.
“Saya datang ke AC Milan untuk menang. Jika Anda menjadi pelatih Milan, Anda harus memiliki mentalitas itu,” tegas Amorim.
Ia mengakui pekerjaan tersebut tidak akan selesai dalam waktu singkat karena masih banyak aspek yang harus dibenahi.
“Saya tidak naif. Saya tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Tetapi ketika Anda menjadi pelatih AC Milan, Anda harus bermain untuk menang,” lanjutnya.
Membawa Staf Kepercayaan dari Manchester United
Dalam petualangan barunya di Italia, Ruben Amorim tidak bekerja sendirian. Ia membawa sejumlah staf yang selama ini menjadi bagian dari tim kepelatihannya, yakni Carlos Fernandes, Emanuel Ferro, Adelio Candido, serta pelatih kiper Jorge Vital.
Kehadiran tim kepelatihan yang sudah lama bekerja bersama diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi Amorim sekaligus membantu membangun filosofi permainan yang ingin diterapkan di AC Milan.
Rekam Jejak Ruben Amorim
Sebelum menangani AC Milan, Ruben Amorim sempat menjadi pelatih Manchester United setelah ditunjuk pada November 2024.
Namun, kiprahnya di Old Trafford tidak berjalan sesuai harapan. Dari total 63 pertandingan, Amorim hanya mampu meraih 25 kemenangan sebelum akhirnya diberhentikan pada Januari 2026. Selama berada di Inggris, ia juga kerap mendapat kritik terkait pendekatan taktik dan inkonsistensi performa tim.
Meski demikian, Amorim tetap dikenal sebagai salah satu pelatih muda terbaik asal Portugal berkat keberhasilannya membangun Sporting CP menjadi kekuatan utama di Liga Portugal.
Kini, tantangan baru telah menantinya di San Siro. Dengan sejarah besar dan ekspektasi tinggi yang selalu melekat pada AC Milan, Ruben Amorim akan menghadapi salah satu ujian terbesar dalam karier kepelatihannya: membawa Rossoneri kembali menjadi kekuatan yang disegani di Italia maupun Eropa.
Sumber foto: Instagram
Scr/Mashable















