Prancis vs Maroko Bukan Sekadar Perempat Final, Ini Saatnya Atlas Lions Menuntaskan Luka Qatar 2022

09.07.2026
Prancis vs Maroko Bukan Sekadar Perempat Final, Ini Saatnya Atlas Lions Menuntaskan Luka Qatar 2022
Prancis vs Maroko Bukan Sekadar Perempat Final, Ini Saatnya Atlas Lions Menuntaskan Luka Qatar 2022

Perempat final Piala Dunia 2026 kembali mempertemukan Prancis vs Maroko, duel yang sarat emosi, sejarah, dan ambisi besar.

Menurut saya, ini bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan satu tiket menuju semifinal. Bagi Maroko, laga ini adalah kesempatan membalas kekalahan menyakitkan dari Prancis di semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sementara bagi Les Bleus, kemenangan akan membawa mereka selangkah lebih dekat menuju sejarah sebagai negara Eropa kedua yang mampu tampil di tiga final Piala Dunia secara beruntun.

Dari sudut pandang saya, inilah salah satu pertandingan paling menarik di Piala Dunia 2026. Alasannya sederhana, kedua tim datang dengan motivasi yang sangat berbeda.

Prancis ingin melanjutkan dominasi mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. Sebaliknya, Maroko membawa misi yang jauh lebih emosional: membuktikan bahwa pencapaian mereka empat tahun lalu bukanlah kebetulan.

Prancis Masih Menjadi Favorit, tetapi Tidak Lagi Tak Tersentuh

Sulit membantah bahwa Prancis tetap menjadi favorit dalam duel ini. Skuad asuhan Didier Deschamps tampil sangat konsisten sejak fase grup. Mereka menyapu bersih tiga kemenangan atas Senegal, Irak, dan Norwegia, sebelum menyingkirkan Swedia serta Paraguay di fase gugur.

Yang membuat Les Bleus semakin berbahaya adalah kedalaman skuad mereka. Ketika perhatian lawan tertuju kepada Kylian Mbappe, masih ada Ousmane Dembele, Michael Olise, hingga Bradley Barcola yang mampu menjadi pembeda.

Bahkan saat menghadapi Paraguay dalam laga yang berjalan sulit, Prancis tetap menunjukkan mental juara. Mereka tidak panik, tetap disiplin, dan akhirnya menang melalui penalti Mbappe. Menurut saya, kemampuan memenangkan pertandingan ketika tidak bermain maksimal justru menjadi ciri khas tim calon juara.

Maroko Datang dengan Mentalitas yang Berbeda

Namun jika melihat perjalanan Maroko, saya justru melihat tim yang berkembang sangat pesat sejak Piala Dunia 2022.

Atlas Lions memang tidak melaju semulus Prancis. Mereka sempat ditahan Brasil, kemudian menang tipis atas Skotlandia sebelum mengalahkan Haiti. Akan tetapi, dua laga terakhir memperlihatkan karakter sesungguhnya tim asuhan Mohamed Ouahbi.

Maroko mampu bangkit saat menghadapi Belanda melalui gol dramatis Issa Diop sebelum menang lewat adu penalti. Setelah itu mereka tampil luar biasa ketika mengalahkan tuan rumah Kanada 3-0 lewat dua gol Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi.

Menurut saya, kemenangan atas Kanada menjadi bukti bahwa Maroko kini bukan lagi tim yang hanya mengandalkan pertahanan rapat seperti di Qatar 2022. Mereka mulai bermain lebih berani, lebih agresif, dan jauh lebih efektif ketika menyerang.

Luka Qatar 2022 Bisa Menjadi Senjata Terbesar Maroko

Pertemuan terakhir kedua negara masih membekas dalam ingatan pecinta sepak bola.

Di semifinal Piala Dunia 2022, Prancis menang 2-0 berkat gol Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani. Kekalahan itu memang mengakhiri mimpi Maroko menuju final, tetapi juga melahirkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.

Empat tahun kemudian, situasinya terasa berbeda.

Maroko tidak lagi datang sebagai kejutan. Mereka datang sebagai tim yang sudah percaya bahwa mereka mampu bersaing dengan siapa pun.

Menurut saya, faktor psikologis ini justru menjadi modal terbesar Atlas Lions. Kekalahan di Qatar bisa menjadi motivasi tambahan yang tidak dimiliki Prancis.

Duel Lini Depan Akan Menentukan Hasil

Jika pertandingan ini ditentukan oleh kualitas individu, maka perhatian tentu tertuju kepada Kylian Mbappe.

Kapten Prancis itu kembali menjadi pemain paling menentukan Les Bleus sepanjang turnamen. Kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemampuannya menciptakan peluang masih menjadi ancaman terbesar bagi setiap lawan.

Namun Maroko juga memiliki pemain-pemain yang sedang berada dalam performa terbaik.

Achraf Hakimi tetap menjadi motor serangan dari sisi kanan, sementara Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss, dan Soufiane Rahimi menunjukkan perkembangan luar biasa sepanjang turnamen.

Saya melihat pertandingan ini tidak akan hanya bergantung pada Mbappe. Justru pertarungan di lini tengah akan menjadi penentu siapa yang mampu mengendalikan tempo pertandingan.

Boston Bisa Menjadi Saksi Sejarah Baru

Ada satu fakta menarik yang patut diperhatikan.

Baik Prancis maupun Maroko sama-sama pernah menang di Boston Stadium selama Piala Dunia 2026.

Prancis menghancurkan Norwegia 4-1 di stadion tersebut, sedangkan Maroko mengalahkan Skotlandia 1-0.

Artinya, kedua tim sama-sama memiliki pengalaman positif di venue pertandingan. Faktor adaptasi stadion kemungkinan tidak lagi menjadi pembeda.

Yang akan menentukan hanyalah kualitas permainan dan kesiapan mental.

Maroko Punya Kesempatan, tetapi Prancis Masih Selangkah Lebih Unggul

Jika harus memilih, saya masih menempatkan Prancis sebagai favorit untuk lolos ke semifinal.

Bukan semata karena kualitas individu mereka lebih baik, tetapi karena Les Bleus sudah berkali-kali membuktikan mampu mengelola tekanan di pertandingan besar. Pengalaman bermain di fase-fase akhir Piala Dunia menjadi keunggulan yang sulit diabaikan.

Namun saya juga meyakini Maroko memiliki peluang lebih besar dibanding saat mereka bertemu di Qatar empat tahun lalu. Atlas Lions kini tampil lebih matang, lebih percaya diri, dan memiliki variasi serangan yang lebih berbahaya.

Apabila mampu meredam pengaruh Kylian Mbappe sejak awal pertandingan serta memanfaatkan kecepatan transisi melalui Hakimi dan Rahimi, bukan tidak mungkin Maroko akhirnya menuntaskan “utang” mereka kepada Prancis.

Apa pun hasil akhirnya, Prancis vs Maroko berpotensi menjadi salah satu laga terbaik di Piala Dunia 2026. Pertandingan ini mempertemukan pengalaman, kualitas individu, semangat balas dendam, dan mimpi besar dua negara yang sama-sama ingin melangkah ke semifinal.

Bagi saya, inilah duel yang bukan hanya layak ditonton, tetapi juga berpotensi menjadi penentu arah perebutan gelar juara dunia tahun ini.

Scr/Mashable





Don't Miss