Harapan Liverpool untuk mengamankan tanda tangan Jarrod Bowen dipastikan bertepuk sebelah tangan. Kapten West Ham United tersebut dilaporkan memilih bertahan di London Stadium musim panas ini, meskipun The Hammers harus rela turun kasta ke kompetisi kasta kedua, Championship.
Kepastian bertahannya penyerang sayap Timnas Inggris tersebut dibocorkan langsung oleh sang mertua, Danny Dyer. Aktor ternama sekaligus suporter garis keras West Ham itu mengisyaratkan bahwa menantunya tidak akan terbang ke mana-mana dalam waktu dekat.
Masa depan pemain berusia 29 tahun itu memang menjadi komoditas panas di bursa transfer setelah West Ham resmi terdegradasi dari Premier League. Tampil impresif lewat torehan 11 gol dan 12 assist di semua kompetisi musim lalu, Bowen langsung masuk dalam radar belanja klub-klub raksasa Inggris.
Selain Liverpool yang santer dikabarkan mencari suksesor lini depan, klub-klub seperti Aston Villa, Manchester United, dan Everton juga sempat mengintip peluang untuk membajak sang pemain. West Ham sendiri kabarnya sempat mematok harga di kisaran £40 juta hingga £50 juta (sekitar Rp967 miliar hingga Rp1,21 triliun) bagi klub yang meminati jasanya.
Bukti Loyalitas Tanpa Batas
Namun, spekulasi panas tersebut langsung diredam oleh Danny Dyer. Ayah dari istri Bowen, Dani Dyer, meyakini sang menantu memiliki loyalitas yang sangat tinggi untuk klub.
Meski di satu sisi Dyer rela jika Bowen pergi demi bermain di Liga Champions, ia tahu betul komitmen sang kapten.
“Dia pria yang hebat dan sangat loyal. Pertama dan terpenting, dia adalah keluarga saya, ayah dari cucu-cucu saya. Ini musim yang berat baginya,” ujar Dyer kepada talkSPORT.
“Dia sangat layak bermain di Liga Champions dan apa pun keputusan yang diambilnya, saya akan selalu mendukung. Tapi saya rasa dia tidak akan pergi ke mana-mana. Dia justru akan mengobrak-abrik Championship musim depan, jangan khawatir soal itu,” tegasnya.
Misi Bawa West Ham Promosi Kembali
Sikap setia Bowen sejatinya sudah ia suarakan sejak Mei lalu, sesaat setelah West Ham dipastikan degradasi. Pemain yang nyaris menembus skuad Piala Dunia asuhan Thomas Tuchel ini merasa bertanggung jawab penuh atas keterpurukan klub.
“Pada akhirnya, penampilan kami musim ini memang tidak cukup bagus dan kami harus membayar mahal untuk itu. Saya masih terikat kontrak di sini. Saya sudah berada di klub ini selama enam setengah tahun,” kata Bowen kepada Sky Sports.
“Akan selalu ada rumor dan spekulasi. Namun, fokus utama saya saat ini adalah membawa klub ini kembali ke Premier League, karena di situlah tempat yang layak bagi West Ham. Ini momen yang sangat sulit, tapi kami harus bangkit karena tidak ada jalan lain,” pungkasnya.
Keputusan Bowen untuk bertahan menjadi angin segar bagi West Ham. Pasalnya, klub London Timur tersebut baru saja kehilangan salah satu pilar pentingnya, Mateus Fernandes, yang memilih membelot ke Tottenham Hotspur setelah timnya terdegradasi.
Scr/Mashable















