Bursa transfer Serie A semakin panas menjelang dimulainya musim baru, dengan Napoli, AS Roma, dan Inter Milan sama-sama bergerak untuk memperkuat skuad. Gabriel Jesus, Christopher Nkunku, dan Djed Spence menjadi tiga nama besar yang kini berada di pusat pergerakan pasar Italia.
Napoli mulai membuka pembicaraan dengan Arsenal terkait kemungkinan memboyong Gabriel Jesus, tetapi transfer tersebut masih menghadapi dua persoalan utama. Roma kembali mempertimbangkan Nkunku, sedangkan Inter sudah mencapai tahap sangat maju untuk mendatangkan Spence dari Tottenham Hotspur.
Menurut laporan Football Italia pada 13 Agustus 2026, ketiga operasi tersebut memiliki tingkat perkembangan berbeda dan belum semuanya bisa disebut selesai. Situasi ini membuat beberapa hari terakhir bursa transfer Serie A berpotensi menghasilkan perpindahan penting sebelum kompetisi dimulai.
Napoli Serius Mengejar Gabriel Jesus
Napoli ternyata tidak sekadar memantau Gabriel Jesus karena pembicaraan dengan Arsenal mengenai syarat transfer sudah dilakukan. Fabrizio Romano menyebut Partenopei menghubungi klub London tersebut untuk mengetahui struktur finansial yang diperlukan apabila ingin membawa striker Brasil itu ke Italia.
Gabriel Jesus dianggap menarik karena tidak hanya dapat dimainkan sebagai penyerang tengah, tetapi juga mampu bergerak dari sayap kiri maupun kanan. Fleksibilitas tersebut memberi Massimiliano Allegri lebih banyak pilihan ketika menyusun lini serang Napoli pada musim 2026/2027.
Persoalannya, Arsenal hanya membuka kemungkinan transfer permanen dan tidak tertarik pada skema pinjaman dengan kewajiban membeli. Kontrak Gabriel Jesus akan berakhir pada penghujung musim ini sehingga klub Inggris tersebut membutuhkan kepastian pemasukan dari penjualannya.
Corriere dello Sport memperkirakan kesepakatan dapat dilakukan dengan nilai di bawah 20 juta euro, angka yang relatif terjangkau bagi penyerang berpengalaman Premier League. Namun, tuntutan gaji sekitar 6 juta euro per musim menjadi persoalan berbeda untuk struktur upah Napoli.
Napoli Harus Menjual Pemain Lebih Dulu
Napoli sebenarnya sudah mendapatkan pemasukan setelah melepas Romelu Lukaku ke Fenerbahce, tetapi klub masih membutuhkan penjualan tambahan sebelum bergerak untuk Gabriel Jesus. Selain mendapatkan dana, mereka harus membuka ruang dalam skuad yang sedang dibentuk Allegri.
Masalah kedua adalah kesepakatan pribadi dengan Gabriel Jesus karena batas gaji Napoli berpotensi menyulitkan negosiasi. Jika Fenerbahce, Besiktas, bahkan AC Milan ikut bergerak serius, Partenopei bisa kesulitan bersaing dalam paket gaji dan bonus.
Ada satu detail menarik yang membuat rumor ini semakin kuat karena Gabriel Jesus mempunyai agen yang sama dengan Massimiliano Allegri. Agen tersebut juga beberapa kali terlihat berada di kamp latihan Napoli di Castel di Sangro sepanjang sepekan terakhir.
Artinya, peluang transfer tetap terbuka, tetapi Napoli belum berada pada posisi yang memungkinkan mereka menyelesaikan kesepakatan dengan cepat. Gabriel Jesus bisa menjadi salah satu transfer terbesar bursa transfer Serie A apabila klub berhasil menyelesaikan penjualan dan menemukan formula kontrak.
Roma Kembali Bergerak untuk Christopher Nkunku
Perkembangan lain datang dari AC Milan setelah Christopher Nkunku secara mengejutkan masuk dalam daftar pemain yang dapat meninggalkan Rossoneri. Padahal, mantan pemain Chelsea tersebut cukup sering digunakan Ruben Amorim dalam beberapa pertandingan pramusim menjelang kompetisi.
Sejumlah laporan menyebut Amorim telah bertemu pemilik klub Gerry Cardinale dan memberikan daftar pemain yang tidak masuk rencana utamanya. Nama Nkunku termasuk di dalamnya, membuka peluang Roma kembali bergerak setelah pernah mengincarnya pada Januari lalu.
Keputusan tersebut cukup besar mengingat Milan mengeluarkan 37 juta euro ditambah bonus hingga 5 juta euro ketika membelinya dari Chelsea pada musim panas lalu. Kesepakatan tersebut juga memasukkan persentase keuntungan penjualan berikutnya untuk klub London.
Milan diperkirakan membutuhkan sedikitnya 30 juta euro dari penjualan Nkunku agar tidak membukukan kerugian bersih terlalu besar dalam neraca pemain. MilanNews, Fabrizio Romano, dan Calciomercato mengarahkan Roma sebagai salah satu solusi paling memungkinkan saat ini.
Gasperini Sudah Lama Menyukai Nkunku
Ketertarikan Roma bukan sesuatu yang muncul mendadak karena Gian Piero Gasperini disebut sudah lama mengagumi karakter permainan Christopher Nkunku. Pemain Prancis tersebut mampu beroperasi sebagai sayap kiri, penyerang tengah, maupun second striker di belakang ujung tombak.
Pengalamannya bermain di Serie A juga mengurangi risiko adaptasi apabila Roma memutuskan bergerak dalam beberapa pekan terakhir bursa transfer. Kontrak Nkunku bersama Milan masih berlaku hingga Juni 2030, sehingga skema pinjaman dengan opsi atau kewajiban membeli masih memungkinkan.
Situasi Roma dengan target utama lainnya juga bisa menguntungkan Nkunku karena negosiasi untuk Rodrigo Mora bersama FC Porto sedang mengalami kebuntuan. Roma menawarkan pinjaman 10 juta euro plus opsi membeli 40 juta euro, tetapi kedua klub berbeda pandangan mengenai syarat yang mengaktifkan kewajiban transfer.
Secara harga dan proses negosiasi, Nkunku disebut bisa menjadi alternatif yang lebih murah serta lebih mudah diamankan dibanding Rodrigo Mora. Namun, terdapat pertanyaan mengenai usia karena Nkunku akan menginjak 29 tahun pada November mendatang.
Hal itu berpotensi bertentangan dengan arah perekrutan Roma setelah Gasperini mengungkapkan manajemen ingin mendapatkan pemain muda yang masih dapat berkembang. Karena itu, Nkunku menarik secara kebutuhan teknis, tetapi belum tentu sepenuhnya sesuai dengan strategi investasi klub.
Inter Tinggal Selangkah Lagi Dapatkan Djed Spence
Dibanding Napoli dan Roma, pergerakan Inter Milan untuk Djed Spence sudah berada jauh lebih dekat dengan garis akhir. Inter dan Tottenham disebut telah mencapai kesepakatan setelah melalui negosiasi panjang sepanjang pekan ini.
Nilai transfer disepakati pada 31,5 juta euro secara tetap, kemudian dapat meningkat hingga 35 juta euro melalui bonus. Tottenham juga berpotensi memperoleh bagian 10 persen dari penjualan Spence di masa mendatang sebagai bagian dari struktur kesepakatan.
La Gazzetta dello Sport melaporkan Spence dijadwalkan tiba di Milan setelah membereskan persiapan keberangkatannya dari Inggris. Setelah itu, pemain internasional Inggris tersebut harus menjalani pemeriksaan medis klub dan tes tambahan bersama spesialis CONI sebelum menandatangani kontrak.
Jika seluruh pemeriksaan berjalan tanpa kendala, Djed Spence akan meneken kontrak berdurasi lima tahun bersama Nerazzurri. Gajinya diperkirakan mencapai 2,6 juta euro per musim, belum termasuk bonus yang bergantung pada performa.
Spence Kabarnya Pilih Nomor 24
Ada detail menarik dari transfer tersebut karena Spence dikabarkan sudah menentukan nomor punggung yang akan digunakannya bersama Inter. Pemain berusia 26 tahun itu disebut memilih nomor 24, nomor yang sebelumnya pernah dikenakan mantan pemain Tottenham lainnya, Christian Eriksen.
Serie A sendiri bukan lingkungan yang sepenuhnya asing bagi Djed Spence karena ia pernah menjalani masa peminjaman selama enam bulan bersama Genoa pada 2024. Pengalaman itu setidaknya memberinya gambaran mengenai karakter sepak bola dan kehidupan di Italia.
Kedatangan Spence juga mempunyai arti strategis bagi Inter setelah klub mencari sosok baru untuk memperkuat koridor sayap. Kecepatan, kemampuan membawa bola, serta fleksibilitas bermain di kedua sisi membuatnya menawarkan profil berbeda untuk sistem Cristian Chivu.
Dari tiga transaksi dalam bursa transfer Serie A tersebut, kepindahan Spence menjadi operasi yang paling dekat menuju penyelesaian resmi. Napoli masih harus menyelesaikan persoalan finansial Gabriel Jesus, sementara Roma masih menimbang apakah Nkunku benar-benar sesuai dengan arah pembangunan skuad.
Bursa Transfer Serie A Masih Bisa Menghasilkan Kejutan
Perkembangan ini menunjukkan klub-klub Italia tetap berusaha menarik pemain dari Premier League meski mempunyai kemampuan finansial berbeda. Napoli membidik pengalaman Gabriel Jesus, Roma melihat peluang pada Nkunku, sedangkan Inter bersedia menginvestasikan hingga 35 juta euro untuk Spence.
Menariknya, ketiga kasus memiliki kesamaan karena klub Serie A tidak hanya mempertimbangkan kualitas pemain, tetapi juga struktur finansial transaksi. Harga beli, gaji, usia, kontrak, kebutuhan menjual pemain, hingga potensi nilai jual kembali menjadi faktor penting sebelum kesepakatan diselesaikan.
Djed Spence saat ini menjadi nama yang paling dekat dengan kepindahan, sementara Gabriel Jesus berpotensi menjadi kejutan terbesar jika Napoli mampu menemukan ruang finansial. Situasi Nkunku tidak kalah menarik karena keputusan Milan melepasnya bisa membuka transfer langsung antara dua rival Serie A menjelang musim baru.
Scr/Mashable















