Bursa transfer Serie A kembali memanas menjelang penutupan pasar musim panas 2026, dengan klub-klub Italia melakukan pergerakan besar sekaligus mengejar kesempatan terakhir. Como, AC Milan, Fiorentina hingga Roma menjadi protagonis dalam sederet transaksi dan rumor yang berpotensi mengubah kekuatan kompetisi.
Per Selasa, (18/08/2026), salah satu kabar paling mengejutkan datang dari Como yang sudah mengajukan tawaran resmi kepada Fiorentina untuk Moise Kean. Pada saat bersamaan, AC Milan dikaitkan dengan Ethan Nwaneri, sedangkan Christopher Nkunku justru mengarah keluar San Siro.
Fiorentina sendiri menjadi salah satu klub tersibuk dalam bursa transfer Serie A setelah resmi mendapatkan Franco Mastantuono dari Real Madrid dengan status pinjaman. Roma juga membuat gebrakan berbeda dengan membawa juara dunia Argentina, Nahuel Molina, kembali ke sepak bola Italia.
Rangkaian transaksi tersebut memperlihatkan pasar Serie A belum berhenti meskipun musim baru semakin dekat. Bahkan beberapa saga berpotensi berlangsung sampai hari terakhir karena kepentingan finansial, regulasi UEFA, kebutuhan taktikal, dan pergantian pemain saling berkaitan.
AC Milan Jadi Favorit Datangkan Ethan Nwaneri
Salah satu rumor paling menarik datang dari AC Milan, yang disebut menjadi favorit memberikan rumah baru kepada Ethan Nwaneri. Pemain Arsenal berusia 19 tahun itu tidak berada dalam skuad The Gunners ketika tampil di Cardiff pada Minggu lalu.
Ketidakhadiran tersebut langsung menarik perhatian karena masa depan pemain muda Inggris itu memang mulai dipertanyakan. Nwaneri sebelumnya menjalani periode pinjaman bersama Marseille, tetapi penampilannya disebut belum menghasilkan perkembangan sebesar yang diharapkan Arsenal.
Meski demikian, kualitas kreativitasnya tetap dianggap mempunyai potensi besar dan kemungkinan lebih cocok berkembang di luar Premier League. Serie A bisa memberikan lingkungan berbeda bagi Nwaneri untuk memperoleh menit bermain sekaligus menyempurnakan pemahaman taktikalnya.
Apabila Milan benar-benar bergerak, transfer tersebut akan menjadi investasi jangka panjang dibanding pembelian pemain jadi. Nwaneri menawarkan teknik dan kreativitas, tetapi Rossoneri harus menyediakan peran serta kontinuitas pertandingan agar bakatnya tidak kembali terhambat seperti ketika berada di Marseille.
Menariknya, masuknya nama Ethan Nwaneri berbarengan dengan kemungkinan Christopher Nkunku meninggalkan AC Milan. Materi sumber menyebut pemain asal Prancis tersebut tidak lagi dibutuhkan di San Siro sehingga pintu transfer terbuka lebar pada pekan-pekan terakhir pasar.
Newcastle United disebut memiliki kesempatan untuk membawa Nkunku kembali ke Premier League, tetapi mereka bukan satu-satunya peminat. Borussia Dortmund dan RB Leipzig juga muncul sebagai kandidat sehingga Milan mempunyai peluang memperoleh beberapa opsi dalam proses negosiasi.
Situasi tersebut dapat menjadi bagian dari restrukturisasi lini serang Milan karena profil Nwaneri dan Nkunku memiliki usia serta arah proyek yang berbeda. Rossoneri tampaknya mempunyai kesempatan mengurangi pemain yang tidak masuk rencana sekaligus memasukkan talenta dengan ruang perkembangan besar.
Namun sejauh materi sumber yang tersedia, belum ada kesepakatan final mengenai Nwaneri maupun Nkunku. Keduanya tetap harus ditempatkan sebagai perkembangan rumor bursa transfer Serie A, bukan transaksi yang sudah resmi diselesaikan.
Como Bikin Kejutan, Tawar Moise Kean 30 Juta Euro
Kabar paling panas pada 18 Agustus datang dari Como, yang dilaporkan sudah mengajukan tawaran resmi kepada Fiorentina untuk Moise Kean. Nilai proposal awal mencapai sekitar 30 juta euro, sebuah langkah konkret setelah berbulan-bulan dikaitkan dengan striker Timnas Italia tersebut.
Viola Nation melaporkan Como memang sudah lama menyukai Kean dan mempunyai kekuatan finansial besar berkat dukungan keluarga Hartono. Namun, tawaran 30 juta euro justru dianggap masih terlalu rendah dibanding nilai yang kemungkinan diperlukan untuk menggoyahkan Fiorentina.
Situasi semakin menarik karena sebelumnya Direktur Olahraga Como, Carlalberto Ludi, secara terbuka menyatakan klub tidak sedang bernegosiasi untuk Kean. Ia ketika itu menegaskan Como tetap memberikan kepercayaan kepada Álvaro Morata sebagai bagian dari rencana lini depan.
Hanya berselang sekitar satu pekan, situasinya berubah setelah Como dilaporkan benar-benar mengirim proposal. Inilah yang membuat saga Moise Kean menjadi salah satu cerita paling potensial berkembang sampai fase akhir bursa transfer Serie A musim panas 2026.
Como mempunyai persoalan kompleks di lini depan setelah rencana menjual Álvaro Morata ke Atlanta United gagal terwujud. Klub MLS tersebut akhirnya memilih Breel Embolo sehingga gaji Morata yang mencapai lebih dari 8,3 juta euro kembali menjadi beban dalam perhitungan finansial Como.
Persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan kemampuan pemilik mengeluarkan uang karena Como tetap harus mematuhi batasan finansial. Kondisi itulah yang membuat tawaran awal untuk Kean hanya berada pada kisaran 30 juta euro meski klub mempunyai daya beli besar.
Ada faktor lain yang bahkan lebih mendesak, yakni regulasi registrasi UEFA yang mengharuskan minimal delapan pemain trained in Italy masuk skuad berisi 25 pemain. Como saat ini disebut hanya mempunyai tujuh pemain senior yang memenuhi persyaratan tersebut.
Masalahnya, setidaknya tiga dari tujuh pemain tersebut berpotensi pergi sebelum pasar transfer ditutup. Kean menjadi solusi menarik karena selain meningkatkan kualitas lini depan, statusnya juga membantu Como memenuhi kebutuhan registrasi untuk kampanye Eropa pertama dalam sejarah klub.
Meskipun Como sudah bergerak, Fiorentina berada pada posisi tawar yang jauh lebih nyaman karena kontrak Moise Kean masih berlaku sampai 2029. Sang striker juga disebut nyaman di Florence sehingga klub tidak mempunyai alasan mendesak untuk menerima penawaran murah.
Direktur Fiorentina Fabio Paratici diperkirakan tidak akan mempertimbangkan angka di bawah sekitar 45 juta euro. Penjualan pada tahap akhir bursa juga berisiko besar karena staf Fabio Grosso sudah membangun struktur permainan berdasarkan karakter Kean.
Fiorentina memang sudah mendatangkan Mateo Pellegrino, sehingga secara teoritis klub memiliki opsi pengganti apabila Kean dijual. Namun, perbedaan kualitas dan karakter antara keduanya dianggap masih cukup besar untuk membuat pergantian tersebut jauh dari sederhana.
Situasi semakin sulit karena pilihan striker lain di pasar, seperti Lorenzo Lucca dan Artem Dovbyk, dinilai tidak otomatis menjadi peningkatan. Fiorentina kemungkinan harus menginvestasikan kembali sebagian besar uang penjualan Kean untuk mendapatkan pengganti berkualitas.
Tawaran awal 30 juta euro dinilai lebih menyerupai pembuka negosiasi daripada angka yang diharapkan langsung diterima Fiorentina. Como mempunyai kepentingan mendapatkan Kean, tetapi Viola tetap memegang kendali karena posisi kontrak dan kebutuhan olahraga mereka jauh lebih kuat.
Sumber bahkan memperkirakan negosiasi masih berpotensi melewati beberapa tahap sebelum memperoleh hasil akhir. Kemungkinan Kean tetap berada di Fiorentina juga masih besar, tetapi situasinya bisa berubah apabila Como menaikkan proposal mendekati valuasi 45 juta euro.
Dari sisi Google Discover, saga ini menjadi sangat menarik karena memiliki banyak lapisan: kekuatan finansial Como, nama keluarga Hartono, ambisi Eropa Cesc Fabregas, kebutuhan regulasi UEFA, dan status Kean sebagai pemain penting Fiorentina.
Karena itu, Moise Kean saat ini layak ditempatkan sebagai salah satu pemain yang paling perlu dipantau dalam bursa transfer Serie A. Satu proposal baru dari Como bisa langsung mengubah keseimbangan pasar striker Italia.
Fiorentina Resmi Boyong Franco Mastantuono
Di tengah ketidakpastian mengenai Kean, Fiorentina sudah menyelesaikan transfer besar lainnya dengan mendapatkan Franco Mastantuono dari Real Madrid. Gelandang serang Argentina tersebut datang dengan status pinjaman selama satu musim tanpa opsi pembelian.
Real Madrid dan Fiorentina sepakat membagi 50 persen gaji Mastantuono, yang secara keseluruhan disebut mencapai tiga juta euro. Madrid tetap mempunyai kepercayaan besar terhadap sang pemain dan melihat masa pinjaman sebagai cara mempercepat adaptasinya terhadap sepak bola Eropa.
Musim pertamanya di Real Madrid memang tidak berjalan konsisten sehingga kebutuhan memperoleh menit bermain menjadi pertimbangan utama. Mastantuono sendiri diberikan kebebasan memilih klub dan akhirnya memprioritaskan Fiorentina karena kesempatan bermain secara reguler terlihat lebih jelas.
Percakapan dengan pelatih Fabio Grosso disebut menjadi faktor penentu keputusan tersebut. Grosso meyakinkan Mastantuono bahwa dirinya akan memperoleh peran penting dalam proyek baru Fiorentina yang ingin kembali bersaing di papan atas Serie A.
Antusiasme terhadap kedatangan Mastantuono terlihat ketika sekitar 500 pendukung Fiorentina menunggu pemain Argentina tersebut di luar Bandara Peretola. Suporter membawa syal dan bendera ungu sambil meneriakkan namanya ketika pemain baru itu tiba di Florence.
Transfer Mastantuono menjadi rekrutan kedelapan Fiorentina pada musim panas sehingga memperkuat kesan La Viola sebagai salah satu klub paling aktif dalam bursa transfer Serie A 2026. Status kewarganegaraan Italia sang pemain juga memberi keuntungan dalam proses registrasi.
Mastantuono memiliki darah Italia dari kedua orang tuanya sehingga tidak akan memakan jatah pemain non-Uni Eropa. Faktor tersebut disebut membantu negosiasi sekaligus memberikan Fiorentina fleksibilitas lebih besar untuk melakukan transfer tambahan sebelum jendela ditutup.
Setelah tiba, pemain Argentina itu langsung mengunjungi Viola Park untuk menjalani pemeriksaan awal serta mengenal lingkungan klub. Ia diproyeksikan memperoleh peranan signifikan dalam transformasi tim yang sedang dibangun Grosso.
Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan Mastantuono karena ia bisa dimainkan sebagai gelandang serang ataupun winger kanan dengan kaki terbalik. Karakter tersebut memungkinkan Fiorentina menggunakan sejumlah struktur tanpa mengorbankan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
Dalam formasi 4-3-3, Mastantuono bisa masuk dalam trio serangan bersama Albert Gudmundsson dengan Moise Kean sebagai penyerang tengah. Struktur itu memberikan Fiorentina dua pemain kreatif yang bergerak mengitari striker utama.
Grosso juga dapat menggunakan 4-3-2-1, dengan Mastantuono dan Gudmundsson berada di belakang Kean. Opsi tersebut berpotensi memberikan pemain Argentina kebebasan lebih besar menerima bola di antara lini dan menciptakan peluang menuju kotak penalti.
Mastantuono sendiri mengatakan memilih Fiorentina karena sejarah klub serta rekomendasi sejumlah pemain Argentina yang pernah mengenakan jersey La Viola. Ia juga ingin memperbaiki kemampuan defensif, aspek yang menurutnya mendapat perhatian besar dalam sepak bola Italia.
Roma Pulangkan Nahuel Molina ke Serie A
Pergerakan resmi lainnya datang dari AS Roma, yang mengamankan Nahuel Molina dari Atletico Madrid dengan nilai transfer sekitar 17 juta euro. Bek kanan Timnas Argentina itu kembali ke Serie A setelah empat musim menjalani karier bersama klub ibu kota Spanyol.
Molina menandatangani kontrak empat tahun bersama Roma, sekaligus mengakhiri perjalanan yang dimulai ketika Atletico membelinya dari Udinese pada musim panas 2022. Hanya beberapa bulan setelah kepindahan tersebut, ia menjadi juara dunia bersama Argentina di Qatar.
Bek berusia 28 tahun itu merupakan bagian penting dalam rencana Lionel Scaloni ketika Argentina memenangkan Piala Dunia 2022. Pengalaman tersebut membuat Roma mendapatkan pemain dengan pengalaman pertandingan besar sekaligus pengetahuan mendalam mengenai karakter Serie A.
Molina sebelumnya pertama kali bermain di kompetisi Italia bersama Udinese pada 2020 sebelum berkembang menjadi salah satu full-back paling menarik. Roma berharap kepulangannya dapat mengembalikan konsistensi yang sempat membuat namanya melejit sebelum pindah ke Spanyol.
Selama empat musim bersama Atletico Madrid, Molina mengumpulkan 181 pertandingan, sembilan gol dan 16 assist. Diego Simeone sering memanfaatkan kedalaman larinya, kemampuan menerobos garis pertahanan, serta keberanian masuk ke area penyerangan dari sisi kanan.
Meski demikian, periode terakhirnya di Madrid juga diwarnai inkonsistensi yang membuat dirinya tidak sepenuhnya mengunci posisi bek kanan. Fleksibilitas Marcos Llorente kemudian menjadi salah satu faktor yang memperkecil ruang bermain Molina dalam struktur Simeone.
Atletico akhirnya melihat penjualan sebagai kesempatan merapikan komposisi skuad sekaligus memperoleh pemasukan cukup besar dari pemain berusia 28 tahun. Posisi tersebut dinilai sudah memiliki alternatif sehingga kepindahan Molina menjadi solusi yang masuk akal bagi kedua pihak.
Bagi Roma, transfer ini berbeda karena mereka membeli pemain yang sudah mengetahui tuntutan sepak bola Italia. Adaptasi taktikal semestinya tidak dimulai dari nol, meski Molina tetap harus menemukan kembali konsistensi terbaik setelah beberapa musim naik-turun.
Empat cerita tersebut memperlihatkan bursa transfer Serie A masih bisa menghasilkan banyak kejutan sebelum penutupan pasar. Milan masih mencari formula lini serang, Como mengejar Kean, Fiorentina melakukan renovasi besar, sedangkan Roma menambahkan pengalaman di sektor kanan.
Yang paling menarik adalah setiap klub bergerak dengan alasan berbeda, bukan sekadar karena mempunyai uang untuk dibelanjakan. Como berhadapan dengan regulasi UEFA, Fiorentina membutuhkan stabilitas proyek Grosso, sementara Milan melakukan penyegaran terhadap komposisi pemain menyerangnya.
Scr/Mashable















