Manuel Locatelli Singgung Masa Lalunya di AC Milan, Ungkap Alasan Tolak Arsenal demi Juventus

18.08.2026
Manuel Locatelli Singgung Masa Lalunya di AC Milan, Ungkap Alasan Tolak Arsenal demi Juventus
Manuel Locatelli Singgung Masa Lalunya di AC Milan, Ungkap Alasan Tolak Arsenal demi Juventus

Kapten Juventus Manuel Locatelli kembali menceritakan perjalanan penting dalam kariernya, termasuk keputusan menolak Arsenal demi bergabung dengan klub yang sejak kecil menjadi impiannya.

Dalam wawancara dengan Rivista Undici, Locatelli mengungkap bahwa dirinya sebenarnya memiliki kesempatan untuk bermain di Premier League bersama Arsenal. Namun, sejak awal pilihannya sudah bulat: Juventus.

Bagi Locatelli, keputusan tersebut bukan sekadar soal tawaran klub atau prospek bermain di kompetisi berbeda. Juventus sudah menjadi tujuan yang diinginkannya selama bertahun-tahun.

Mengapa Manuel Locatelli Menolak Arsenal?

Locatelli mengakui Arsenal merupakan klub besar dengan sejarah panjang dan bermain di liga yang sangat penting. Namun, semua itu tidak cukup untuk mengubah keputusannya.

“Arsenal adalah tim yang luar biasa, dengan sejarah hebat dan bermain di liga yang sangat penting. Tetapi saya hanya menginginkan Juve,” ujar Locatelli.

Gelandang asal Italia tersebut bahkan mengatakan bahwa keinginannya untuk bergabung dengan Juventus sudah muncul sejak setahun sebelumnya ketika peluang transfer mulai terbuka.

“Saya tidak ingin mendengarkan tawaran lain. Agen saya sampai dibuat pusing karena terus menawarkan klub lain, tetapi saya mengatakan, ‘hanya Juve’,” lanjutnya.

Keputusan tersebut akhirnya membawa Locatelli ke Turin. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu pemain penting Juventus dan kini dipercaya mengenakan ban kapten Bianconeri.

Del Piero dan Nedved Jadi Idola Locatelli

Kecintaan Locatelli terhadap Juventus ternyata sudah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Ia mengungkap bahwa dirinya dan sang kakak sama-sama mengidolakan Alessandro Del Piero.

Selain Del Piero, ada satu legenda Juventus lainnya yang begitu menarik perhatian Locatelli ketika masih kecil, yakni Pavel Nedved.

Locatelli bahkan memiliki kenangan unik mengenai mantan gelandang asal Republik Ceko tersebut.

“Saya sangat terobsesi dengan Nedved. Ketika masih kecil, saya pernah bertanya kepada ibu saya apakah kaki saya seperti dia, sedikit bengkok,” kata Locatelli.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa hubungan Locatelli dengan Juventus bukan sesuatu yang baru terbentuk ketika ia sudah menjadi pesepak bola profesional. Klub tersebut telah menjadi bagian dari imajinasinya sejak kecil.

Locatelli Bicara Jujur tentang AC Milan

Selain Juventus dan Arsenal, Locatelli juga membahas masa lalu bersama AC Milan, klub yang membesarkan dirinya sejak level akademi.

Locatelli tidak menutupi rasa terima kasihnya kepada Milan. Ia menganggap Rossoneri sebagai rumah yang membentuk dirinya sebelum akhirnya meninggalkan klub tersebut.

“Saya akan selalu berterima kasih kepada AC Milan. Saya melewati semua tahap di sana, dan itu adalah rumah saya,” tuturnya.

Ia juga secara khusus menyebut Vincenzo Montella, pelatih yang memberinya kepercayaan untuk tampil di tim utama Milan.

Namun, Locatelli mengakui bahwa dirinya ketika itu belum siap menghadapi tekanan besar yang datang terlalu cepat.

Gol ke Gawang Juventus Justru Menambah Tekanan

Salah satu momen penting dalam perjalanan Locatelli di AC Milan adalah ketika ia mencetak gol spektakuler ke gawang Juventus.

Gol tersebut membuat namanya semakin dikenal dan meningkatkan ekspektasi publik terhadap dirinya. Namun, menurut Locatelli, situasi tersebut justru menjadi beban yang sulit ia kelola ketika masih berusia muda.

“Yang membebani saya adalah saya tidak memiliki kemampuan untuk mengelola semuanya. Saya masih terlalu muda dan belum matang,” ungkapnya.

Ekspektasi yang sangat besar membuat tekanan yang dirasakan Locatelli semakin berat. Ia mengaku bahkan tidak mampu mengevaluasi dirinya sendiri dengan baik pada periode tersebut.

“Saya sering menyalahkan orang lain dan mencari alasan,” katanya.

Pengakuan tersebut memperlihatkan sisi lain dari perjalanan Locatelli sebagai pemain muda. Di tengah sorotan besar, ia belum memiliki pengalaman dan kematangan mental untuk menghadapi ekspektasi yang datang bersamaan dengan performanya di lapangan.

Locatelli: Saya Membuat Banyak Kesalahan, tetapi Tidak Merasa Dibantu

Locatelli tidak sepenuhnya menyalahkan AC Milan atas apa yang terjadi dalam periode tersebut. Ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya juga melakukan banyak kesalahan.

“Saya tentu membuat banyak kesalahan pada periode tersebut, tetapi saya juga merasa tidak mendapatkan bantuan,” ujar Locatelli.

Pernyataan itu menjadi salah satu bagian paling menarik dari wawancara sang kapten Juventus. Locatelli tidak menghapus rasa terima kasihnya kepada Milan, tetapi pada saat yang sama ia mengakui adanya kekecewaan terhadap bagaimana dirinya melewati masa sulit ketika masih muda.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya. Setelah meninggalkan Milan dan berkembang di Sassuolo, Locatelli akhirnya mendapatkan kesempatan bermain untuk klub yang sejak kecil menjadi impiannya.

Sumber foto: Instagram

Scr/Mashable





Don't Miss