Pergerakan manajerial Arsenal di bursa transfer musim panas ini benar-benar menyita perhatian. Sebelum resmi mengamankan tanda tangan bek Aston Villa, Ezri Konsa, The Gunners ternyata sempat mencoba menggoda bintang muda Atletico Madrid, Marc Pubill.
Kabar mengejutkan ini dibocorkan oleh pakar transfer kenamaan, Fabrizio Romano, dalam siniar (podcast) GIVEMESPORT’s Market Madness.
Romano mengonfirmasi bahwa Arsenal telah mencapai kesepakatan verbal dengan Aston Villa bernilai £51 juta (sekitar Rp1,2 triliun) plus bonus untuk memboyong Konsa. Bek timnas Inggris berusia 28 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis sebelum memformalkan kontrak jangka panjang di Emirates Stadium.
Kedatangan Konsa menyempurnakan rentetan rekrutan mewah Mikel Arteta musim ini, setelah sebelumnya sukses mendatangkan Christos Tzolis, Illan Meslier, dan Bruno Guimaraes—demi mempertahankan gelar juara Premier League yang mereka raih musim lalu.
Telepon Rahasia ke Madrid yang Berujung Buntu
Meskipun kesepakatan untuk Konsa kini tinggal menghitung hari menuju diresmikan, Romano membeberkan bahwa manajemen Arsenal sempat membidik Marc Pubill sebagai opsi utama pertahanan.
“Arsenal bergerak sangat sibuk. Kesepakatan Konsa sudah rampung secara verbal di angka £50 juta plus bonus. Dia menjalani tes medis dalam 48 jam ke depan,” ujar Romano.
“Namun dalam beberapa hari terakhir, Arsenal sebenarnya juga sempat menghubungi Atletico Madrid untuk Marc Pubill. Sayangnya, sang pemain berstatus not for sale (tidak dijual), sehingga Arsenal langsung memfokuskan pergerakan untuk merampungkan transfer Konsa,” tambahnya.
Pubill memang tampil luar biasa sejak diboyong ke Wanda Metropolitano. Di bawah asuhan Diego Simeone, pemain berusia 23 tahun tersebut mengemas 36 penampilan di La Liga hingga sukses menembus skuad timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia. Performa apik itulah yang membuat Simeone memagari sang pemain dari godaan klub mana pun.
Faktor Fleksibilitas Posisi yang Dicari Arteta
Daya tarik utama Ezri Konsa—maupun Marc Pubill—terletak pada fleksibilitas taktis mereka yang mampu bermain sama baiknya di posisi bek tengah maupun bek kanan.
Simeone sendiri sebelumnya sempat melayangkan pujian setinggi langit atas kemampuan Pubill beradaptasi di berbagai posisi lini belakang.
“Dia sangat sabar dan terus bekerja keras di posisi baru yang kami latih bersama. Dia memiliki kecepatan, kekuatan fisik, agresivitas, duel udara yang tangguh, serta kemampuan mengalirkan bola yang sangat baik,” puji Simeone.
Kegagalan meluluhkan benteng Atletico Madrid tak membuat Arsenal berkecil hati. Beralih ke Ezri Konsa justru memberi kepastian bagi Mikel Arteta untuk mendapatkan sosok bek serbabisa yang sudah teruji matang di kerasnya kompetisi Premier League.
Scr/Mashable















