Napoli Punya Tim Inti Tertua di Serie A, Mengapa Allegri Justru Bertaruh pada Kevin De Bruyne?

21.08.2026
Napoli Punya Tim Inti Tertua di Serie A, Mengapa Allegri Justru Bertaruh pada Kevin De Bruyne?
Napoli Punya Tim Inti Tertua di Serie A, Mengapa Allegri Justru Bertaruh pada Kevin De Bruyne?

Napoli memasuki Serie A 2026/27 dengan persoalan yang tidak biasa untuk kandidat juara. Skuad mereka menjadi salah satu yang paling tua, tetapi Massimiliano Allegri justru menempatkan Kevin De Bruyne sebagai pusat harapan untuk mengejar Inter.

Situasi itu terasa paradoks karena Napoli sebenarnya membutuhkan regenerasi setelah finis sebagai runner-up musim lalu. The Guardian, Jumat (21/08/2026) mencatat Partenopei menggunakan starting XI dengan rata-rata usia tertua di Serie A, namun perubahan besar di bursa transfer belum terjadi.

Allegri datang menggantikan Antonio Conte setelah Napoli gagal mempertahankan Scudetto dan mengakhiri musim di posisi kedua. Reuters melaporkan pelatih berusia 58 tahun itu menandatangani kontrak sampai Juni 2029 setelah meninggalkan AC Milan pada akhir musim lalu.

Napoli kini dituntut mengejar Inter yang musim lalu menutup Serie A dengan keunggulan 11 poin. Kondisi tersebut membuat keputusan mempertahankan inti berpengalaman, termasuk Kevin De Bruyne, menjadi taruhan besar dalam proyek baru Allegri.

Kevin De Bruyne Jadi Poros di Tengah Skuad Napoli yang Menua

Usia memang bukan satu-satunya ukuran kualitas, tetapi profil skuad Napoli memperlihatkan kecenderungan jelas. Data FBref menunjukkan rata-rata usia skuad mereka di Serie A 2025/26 mencapai 28,4 tahun, lebih tua daripada rata-rata lawan yang berada di angka 26,3 tahun.

Beberapa pemain inti juga berada pada fase matang karier, seperti Giovanni Di Lorenzo dan Matteo Politano yang berusia 31 tahun, Leonardo Spinazzola 32 tahun, serta Stanislav Lobotka 30 tahun. Kevin De Bruyne sendiri kini sudah berusia 35 tahun.

Masalahnya, Napoli tidak hanya membutuhkan pengalaman, tetapi juga intensitas untuk melalui musim panjang di beberapa kompetisi. The Guardian menilai klub belum banyak menyegarkan skuad, sementara Presiden Aurelio De Laurentiis berulang kali menyebut Allegri sebagai sosok aziendalista atau pelatih yang mengikuti kebijakan klub.

Karena itu, peran Kevin De Bruyne menjadi lebih besar daripada sekadar gelandang kreatif senior. Allegri memerlukan pemain yang mampu mengontrol tempo, membuka blok rendah, dan menciptakan peluang tanpa membuat struktur tim kehilangan keseimbangan.

Musim lalu memperlihatkan mengapa ketergantungan tersebut sekaligus berisiko. Kevin De Bruyne hanya mencatat 18 penampilan Serie A dengan 1.165 menit bermain, tetapi tetap menghasilkan lima gol dan dua assist menurut data FBref.

Jumlah menit itu rendah karena Kevin De Bruyne mengalami cedera serius pada paha kanan ketika mencetak penalti dalam kemenangan 3-1 atas Inter pada Oktober 2025. Reuters menyebut cedera tersebut berupa lesi tingkat tinggi pada biceps femoris dan membutuhkan operasi.

Absennya sang gelandang berlangsung berbulan-bulan dan memotong momentum Napoli pada periode penting musim. Ketika kembali, Kevin De Bruyne belum langsung berada pada level kebugaran terbaik, meski tetap memperlihatkan kilasan kualitas yang membuatnya sulit diabaikan.

Penampilannya bersama Belgia di Piala Dunia 2026 juga menunjukkan kualitas itu belum hilang. Reuters mencatat Kevin De Bruyne mencetak satu gol dan memberikan dua assist saat Belgia menghajar Selandia Baru 5-1 pada fase grup.

Namun turnamen tersebut sekaligus memberi peringatan mengenai pengelolaan fisiknya. Pelatih Belgia Rudi Garcia bahkan mencadangkan Kevin De Bruyne pada laga babak 16 besar melawan Amerika Serikat karena mempertimbangkan kebutuhan taktik dan kondisi pemain.

Setelah kembali dari libur pasca-Piala Dunia, Kevin De Bruyne bergabung dengan pemusatan latihan Napoli di Castel di Sangro pada awal Agustus. Rai News melaporkan pemain Belgia itu terlihat dalam kondisi baik dan langsung menjadi perhatian Allegri dalam latihan.

Sinyal positif kemudian muncul pada laga uji coba terakhir melawan Aris Thessaloniki. Napoli menang 6-2, sementara Kevin De Bruyne mencetak dua gol dan menunjukkan bahwa Allegri dapat menggunakannya sebagai pemain di belakang penyerang dalam sistem 4-2-3-1.

Fleksibilitas tersebut penting karena Allegri tidak harus memaksa Kevin De Bruyne bermain sebagai gelandang box-to-box sepanjang pertandingan. Menempatkannya lebih dekat dengan penyerang dapat mengurangi tuntutan jarak tempuh sekaligus memaksimalkan umpan terakhir, visi, dan kemampuan menembaknya.

Kevin De Bruyne Harus Menopang Hojlund Setelah Lukaku Pergi

Persoalan berikutnya berada di lini depan setelah Napoli kehilangan Romelu Lukaku. Reuters menyebut Partenopei kini menaruh harapan lebih besar kepada Rasmus Højlund, penyerang yang musim lalu mencetak 12 gol dan lima assist dalam 33 pertandingan Serie A.

Catatan tersebut cukup menjanjikan, tetapi belum menjadikan Højlund mesin gol yang bisa menanggung seluruh beban serangan. Di sinilah Kevin De Bruyne dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas suplai bola serta membantu Scott McTominay dan pemain depan lain menghasilkan peluang lebih bersih.

Napoli juga tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman ketika pesaing utama terus memperkuat kedalaman tim. Inter mempertahankan Lautaro Martínez, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny, kombinasi yang dinilai memiliki kedalaman serangan terbaik di Serie A.

Dalam konteks tersebut, keputusan Napoli bukan semata mempertahankan skuad tua, melainkan mencoba memperpanjang siklus kompetitif kelompok berpengalaman. Allegri tampaknya memilih stabilitas sambil berharap Kevin De Bruyne kembali mendekati level terbaiknya setelah musim yang terganggu cedera.

Strategi itu bisa berhasil jika beban permainan Kevin De Bruyne dikelola dengan hati-hati dan Højlund berkembang sebagai ujung tombak. Namun apabila cedera kembali datang atau kreativitasnya menurun, struktur usia skuad Napoli bisa berubah dari sumber pengalaman menjadi kelemahan.

Napoli tetap memiliki cukup kualitas untuk menekan Inter, tetapi jalannya lebih sempit dibanding juara bertahan yang lebih dalam. Musim ini akan menjawab apakah Kevin De Bruyne menjadi solusi cerdas Allegri atau justru simbol ketergantungan Napoli kepada generasi yang menua.

Scr/Mashable





Don't Miss