AC Milan berpotensi mengubah hierarki penjaga gawang pada musim 2026/2027. Nama Lorenzo Torriani mulai mencuri perhatian setelah tampil meyakinkan dalam pertandingan pramusim.
Kiper muda kelahiran 2005 itu bahkan disebut berpeluang menjadi pelapis Mike Maignan, mengungguli Pietro Terracciano.
Performa Torriani menjadi salah satu perkembangan menarik di skuad AC Milan. Absennya Maignan dan masalah fisik yang dialami Terracciano membuat kiper muda tersebut mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan kemampuannya.
Lorenzo Torriani Dapat Kepercayaan Ruben Amorim
Torriani memanfaatkan kesempatan yang diberikan selama pramusim dengan penampilan yang dinilai mengesankan. Performa tersebut kabarnya membuat pelatih Ruben Amorim mulai mempertimbangkan perubahan dalam susunan kiper AC Milan.
Jika keputusan tersebut benar-benar diambil, Torriani akan menempati posisi kiper kedua AC Milan di belakang Maignan. Sementara itu, Terracciano harus menerima persaingan yang lebih ketat untuk mendapatkan menit bermain.
Situasi ini menjadi perkembangan menarik karena sebelumnya pengalaman Terracciano membuatnya lebih diunggulkan untuk menjadi pelapis Maignan.
Torriani Berpeluang Tampil di Coppa Italia dan Liga Europa
Promosi menjadi kiper kedua tidak hanya berarti perubahan status bagi Torriani. Penjaga gawang muda tersebut juga berpotensi mendapatkan kesempatan bermain dalam sejumlah pertandingan sepanjang musim.
Coppa Italia dan Liga Europa menjadi dua kompetisi yang berpeluang memberikan menit bermain kepada Torriani apabila ia benar-benar ditetapkan sebagai deputi Maignan.
Kesempatan tersebut tentu penting bagi perkembangan pemain berusia 21 tahun itu. Bermain secara reguler dalam kompetisi resmi akan memberikan pengalaman yang jauh lebih berharga dibandingkan hanya tampil dalam pertandingan pramusim.
AC Milan Bisa Pilih Kembangkan Torriani
Keputusan untuk mengandalkan Torriani juga menunjukkan kemungkinan strategi AC Milan dalam mengembangkan talenta muda internal. Daripada langsung mencari kiper pelapis baru, Rossoneri dapat memberikan kepercayaan kepada pemain yang sudah berada di dalam skuad.
Performa pramusim menjadi modal penting bagi Torriani untuk mendapatkan kepercayaan tersebut. Jika mampu mempertahankan konsistensinya, ia bisa menjadi salah satu pemain muda yang mendapat peran lebih besar di bawah kepemimpinan Amorim.
Meski demikian, posisi Torriani sebagai kiper kedua AC Milan belum menjadi keputusan final. Hierarki penjaga gawang masih dapat berubah sebelum musim berjalan penuh.
Yang jelas, persaingan antara Torriani dan Terracciano menjadi salah satu hal menarik untuk diperhatikan. Sementara Maignan tetap menjadi kandidat utama di bawah mistar, performa Torriani membuat posisi kiper pelapis AC Milan kini tidak lagi terlihat sebagai sesuatu yang sudah pasti.
Scr/Mashable















