Ketika seorang pemegang sabuk juara UFC memutuskan untuk berpindah divisi—baik naik maupun turun kelas—keputusan tersebut kerap mengacak-acak peta persaingan seluruh arena.
Sebagian petarung berhasil menyesuaikan diri dan mengukir sejarah, namun sebagian lainnya harus memetik pelajaran pahat bahwa ukuran tubuh dan bobot fisik bukanlah perkara sepele.
Berikut adalah 5 perpindahan kelas paling mengejutkan dan paling banyak dibicarakan yang pernah dilakukan oleh para juara UFC:
1. Conor McGregor (Kelas Bulu ke Kelas Welter)
Saat masih bertahta sebagai raja Kelas Bulu (Featherweight), publik mengeklaim Conor McGregor akan naik satu tingkat ke Kelas Ringan. Namun secara mengejutkan, The Notorious melompati divisi tersebut dan langsung meloncat ke Kelas Welter (170 pon) untuk menantang Nate Diaz secara mendadak di UFC 196.
Perbedaan ukuran fisik di atas octagon terlihat sangat mencolok. McGregor harus mengakui keunggulan Diaz lewat submission, sekaligus meluluhlantakkan reputasinya sebagai petarung yang “tak terintip kekalahan”.
2. Daniel Cormier (Kelas Berat Ringan ke Kelas Berat)
Daniel Cormier sudah sangat dominan di Kelas Berat Ringan (Light Heavyweight). Keputusannya untuk kembali ke Kelas Berat (Heavyweight) demi menantang Stipe Miocic pada UFC 226 mengejutkan banyak pihak.
Meski kalah jauh dari segi jangkauan dan postur tubuh menghadapi raksasa Kelas Berat, Cormier sukses meng-KO Miocic dan mentasbihkan dirinya sebagai juara dua divisi bersamaan (champ-champ).
3. BJ Penn (Kelas Welter ke Kelas Berat Ringan)
BJ Penn sudah berstatus legenda di Kelas Ringan dan Kelas Welter. Tak heran jika publik dibuat terperangah ketika ia menyetujui pertarungan tanpa batasan kelas (openweight) melawan Lyoto Machida—seorang petarung spesialis Kelas Berat Ringan dan Kelas Berat yang jauh lebih besar.
Walau kalah ukuran tubuh secara drastis, Penn mampu bertahan hingga ronde terakhir dan hanya kalah angka tipis dari striker yang lebih jangkung dan teknikal tersebut.
4. TJ Dillashaw (Kelas Bantam ke Kelas Terbang)
Raja Kelas Bantam saat itu, TJ Dillashaw, memutuskan untuk memangkas berat badannya secara ekstrem demi turun ke Kelas Terbang (Flyweight) dan menantang Henry Cejudo demi meraih sabuk kedua.
Proses pemotongan berat badan berjalan sangat brutal hingga Dillashaw tampak sangat lemas saat sesi penimbangan. Hasilnya fatal: pertarungan hanya bertahan 32 detik sebelum ia kalah TKO secara tragis. Kariernya kian terpuruk setelah ia terbukti melanggar aturan penggunaan zat terlarang pasca-laga tersebut.
5. Amanda Nunes (Kelas Bantam ke Kelas Bulu)
Dikenal luas sebagai petarung wanita terbaik sepanjang masa (GOAT), Amanda Nunes yang sudah menguasai Kelas Bantam memutuskan untuk naik ke Kelas Bulu demi menantang sosok menakutkan, Cris Cyborg.
Hanya dalam tempo 51 detik, Nunes merobohkan Cyborg lewat KO yang sangat brutal. Dunia MMA dibuat terpana melihat betapa dahsyatnya ledakan pukulan yang mampu dibawa Nunes saat bertarung di divisi yang lebih berat.
Scr/Mashable















