5 Pebulu Tangkis Dunia yang Pensiun Mendadak dan Bikin Syok

01.09.2026
Akhir Era Sang Raja: Viktor Axelsen Resmi Gantung Raket di Usia 32 Tahun
Akhir Era Sang Raja: Viktor Axelsen Resmi Gantung Raket di Usia 32 Tahun

Olahraga bulu tangkis menuntut kecepatan, kelincahan, dan daya tahan ekstra tinggi. Tuntutan fisik yang luar biasa ini tak jarang memicu cedera hebat hingga memperpendek masa karier para pebulu tangkis.

Kendati mayoritas atlet memilih gantung raket saat performanya mulai merosot, sejumlah nama besar justru mengambil keputusan mengejutkan dengan mundur secara mendadak saat berada di puncak karier, meninggalkan rasa tidak percaya bagi para pencinta bulu tangkis dunia.

1. Viktor Axelsen

Pebulu tangkis tunggal putra peraih dua medali emas Olimpiade, Viktor Axelsen, menggegerkan publik usai mengumumkan pengunduran dirinya pada tahun 2026 di usia 32 tahun. Masalah tulang belakang kronis membuatnya tak lagi mampu berlatih dan bertanding di level tertinggi.

Dominasi Axelsen di sektor tunggal putra terbilang fenomenal. Ia sukses menyabet emas Olimpiade Tokyo 2020 dan berhasil mempertahankan takhtanya di Olimpiade Paris 2024.

Selain itu, raja bulu tangkis asal Denmark ini mengoleksi dua gelar Juara Dunia (2017 dan 2022), perunggu Olimpiade Rio 2016, serta menguasai peringkat satu dunia selama 183 pekan.

Meski sempat menjalani operasi punggung pada 2025, proses pemulihannya tak berjalan mulus hingga fisik tak lagi mengizinkannya bertanding. Keputusan ini terasa sangat emosional mengingat Axelsen merupakan salah satu pebulu tangkis non-Asia paling sukses sepanjang sejarah yang juga sangat dicintai di Tiongkok berkat keahlian bahasa Mandarinnya.

2. Tai Tzu-ying

Ratu bulu tangkis asal Taiwan, Tai Tzu-ying, memutuskan menyudahi karier profesionalnya pada November 2025 di usia 31 tahun. Mengandalkan gaya bermain yang sarat seni dan pergerakan menawan, Tai Tzu-ying memegang rekor sebagai tunggal putri nomor satu dunia terlama sepanjang sejarah selama 214 pekan.

Koleksi prestasinya mencakup perak Olimpiade Tokyo 2020, serta rentetan gelar All England, Kejuaraan Asia, dan Asian Games.

Sayangnya, badai cedera lutut parah membayangi tahun-tahun terakhir kariernya. Ia tetap memaksakan diri tampil di Olimpiade Paris 2024 meski bertanding dalam rasa sakit, sebelum akhirnya tersingkir lebih awal sambil meneteskan air mata.

Penampilan terakhirnya tercatat di ajang Taipei Open 2024. Melalui pengumuman di media sosial, Tai Tzu-ying menyampaikan bahwa ia enggan para penggemar melihatnya dalam kondisi terpuruk, serta ingin menikmati waktu luang bersama keluarga setelah pensiun.

3. Kento Momota

Mantan raja tunggal putra asal Jepang, Kento Momota, resmi mengundurkan diri dari panggung bulu tangkis internasional pada April 2024 di usia 29 tahun. Pemilik dua gelar Juara Dunia ini sempat tampil tanpa tanding saat mendominasi musim 2018 dan 2019 dengan rekor fantastis 11 gelar juara dalam setahun.

Namun, jalan kariernya berubah drastis akibat kecelakaan mobil tragis di Malaysia pada awal 2020. Musibah yang menewaskan sang pengemudi tersebut membuat Momota mengalami luka parah di wajah dan gangguan penglihatan ganda.

Usaha kerasnya untuk bangkit tak pernah benar-benar mengembalikan performa terbaiknya hingga ia gagal menembus kualifikasi Olimpiade Paris 2024. Kejuaraan Piala Thomas 2024 menjadi panggung emosional terakhir bagi Momota bersama tim nasional Jepang, menutup salah satu kisah paling memilukan dalam sejarah olahraga ini.

4. Saina Nehwal

Pionir bulu tangkis asal India, Saina Nehwal, mengumumkan keputusan gantung raketnya pada Januari 2026, menyudahi perjalanan karier yang laga terakhirnya tercatat pada ajang Singapore Open 2023. Nehwal memahat sejarah sebagai pebulu tangkis India pertama yang meraih medali Olimpiade lewat raihan perunggu di London 2012, hingga sukses bertengger di peringkat satu dunia.

Penyebab utama keputusannya adalah pengapuran dan kerusakan lutut tingkat lanjut (arthritis) yang parah. Lututnya kerap membengkak hebat meski baru menjalani latihan ringan selama 1–2 jam, padahal level kompetitif menuntutnya berlatih hingga 8–9 jam sehari.

Kendati rentetan cedera membatasi langkahnya sejak Olimpiade Rio 2016, warisan Saina Nehwal tetap abadi sebagai inspirator bangkitnya peta kekuatan bulu tangkis India di kancah internasional.

5. Huang Yaqiong

Ratu ganda campuran dunia, Huang Yaqiong, memutuskan mundur dari pelatnas Tiongkok pada Januari 2025 di usia 30 tahun, tak lama setelah pasangan bermainnya, Zheng Siwei, mengambil langkah serupa. Duet maut ini menyapu bersih jajaran gelar tertinggi, mulai dari medali emas Olimpiade Paris 2024, tiga gelar Juara Dunia, hingga trofi BWF World Tour Finals dan Asian Games.

Faktor penumpukan cedera fisik dan usia menjadi alasan utama di balik keputusannya, meski secara kemampuan ia masih berada di level teratas. Huang Yaqiong dari awal menetapkan Olimpiade Paris sebagai babak penutup perjalanan kariernya.

Ia mengakhiri kiprah internasionalnya secara manis lewat raihan gelar World Tour Finals, menegaskan bahwa bulu tangkis akan selalu menjadi bagian hidupnya dan ia siap berkontribusi bagi pengembangan olahraga tersebut di luar lapangan.

Scr/Mashable





Don't Miss