Moncer di Lille, Davide Ancelotti Kirim Kode ke AC Milan: Posisi Ruben Amorim Mulai Terancam?

01.09.2026
Moncer di Lille, Davide Ancelotti Kirim Kode ke AC Milan: Posisi Ruben Amorim Mulai Terancam?
Moncer di Lille, Davide Ancelotti Kirim Kode ke AC Milan: Posisi Ruben Amorim Mulai Terancam?

Davide Ancelotti mulai mencuri perhatian setelah membawa Lille tampil impresif pada awal Liga Prancis 2026-2027. Performa tersebut turut membuka kembali kemungkinan sang putra Carlo Ancelotti menangani klub besar, termasuk AC Milan yang punya sejarah panjang dengan keluarganya.

Lille mengawali kompetisi dengan catatan positif setelah mengantongi satu kemenangan dan satu hasil imbang dalam dua pertandingan pertama. Hasil paling mencolok terjadi pada pekan kedua ketika Lille mampu menahan Paris Saint-Germain dengan skor 2-2 di Stadion Pierre-Mauroy, Sabtu (29/8/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Lille sempat memimpin 2-0 melalui gol Hakon Arnar Haraldsson pada menit ke-21 dan Dilane Bakwa menit ke-84. Tim yang diperkuat bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, itu kemudian harus kehilangan kemenangan setelah PSG mencetak dua gol melalui Vitinha dan Marquinhos pada masa tambahan waktu.

Hasil tersebut menjadi salah satu bukti awal kemampuan Davide Ancelotti dalam menangani tim utama. Kiprahnya di Lille pun membuat namanya mulai dikaitkan dengan klub yang lebih besar pada masa mendatang.

Salah satu klub yang menarik perhatian tentu AC Milan. Davide memiliki hubungan emosional dengan Rossoneri karena sang ayah, Carlo Ancelotti, pernah menjadi pelatih klub tersebut pada 2001 hingga 2009.

Davide Ancelotti Buka Peluang ke AC Milan

Davide Ancelotti ternyata tidak menutup kemungkinan untuk suatu hari melatih AC Milan. Meski begitu, pelatih asal Italia tersebut menegaskan bahwa dirinya masih ingin menikmati proses bersama Lille dan tidak terburu-buru mengejar pekerjaan di klub besar.

“Saya selalu dekat dengan ayah saya, sejak awal, saat beliau membawa saya ke Milanello pada awal tahun 1990-an ketika beliau masih menjadi pemain,” ujar Davide Ancelotti.

“Saya beruntung karena beliau selalu mendampingi saya, terlepas dari kesibukan pekerjaannya. Beliau memberi saya kesempatan untuk merasakan suasana ruang ganti yang dipenuhi para juara hebat,” lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai peluang menangani AC Milan, Davide juga tidak menyangkal bahwa pekerjaan tersebut merupakan salah satu impian yang ingin diwujudkannya.

“Melatih AC Milan? Tentu ada banyak impian. Namun, saya tetap membumi. Saat ini saya sudah menjalani impian saya, yaitu melatih tim muda yang mampu menyulitkan lawan mana pun,” tutur Davide.

Pernyataan tersebut tentu menarik bagi AC Milan. Terlebih, klub asal Italia itu saat ini berada di bawah arahan Ruben Amorim. Jika Davide mampu mempertahankan perkembangan positif bersama Lille, bukan tidak mungkin namanya masuk dalam radar klub-klub besar Eropa pada masa mendatang.

Situasi tersebut juga membuat persaingan untuk kursi pelatih AC Milan berpotensi semakin menarik. Kendati belum ada indikasi bahwa posisi Ruben Amorim akan segera digantikan, performa Davide Ancelotti dapat menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperhitungkan apabila Rossoneri suatu hari mencari pelatih baru.

Belajar Langsung dari Carlo Ancelotti

Davide Ancelotti sendiri memiliki pengalaman panjang mendampingi Carlo Ancelotti sebagai bagian dari staf kepelatihan. Ia pernah terlibat dalam perjalanan sang ayah di Bayern Muenchen, Napoli, Everton, hingga Real Madrid.

Pengalaman tersebut membuat Davide memahami filosofi kepelatihan Carlo secara langsung. Menurutnya, salah satu kelebihan terbesar ayahnya adalah kemampuan beradaptasi dengan karakter pemain serta situasi pertandingan.

“Kekuatan terbesar ayah saya adalah kemampuannya beradaptasi dengan para pemain yang dimilikinya serta berkembang seiring dengan perubahan permainan,” ungkap Davide.

“Inilah pelajaran terpenting darinya. Seorang pelatih haruslah seperti bunglon,” tambahnya.

Kini, Davide Ancelotti mulai membangun identitasnya sendiri sebagai pelatih. Awal positif bersama Lille menjadi modal penting untuk membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar anak dari Carlo Ancelotti.

Jika konsistensi tersebut berlanjut, bukan mustahil nama Davide akan semakin sering dikaitkan dengan AC Milan. Bahkan, apabila Ruben Amorim suatu saat meninggalkan San Siro, Davide bisa menjadi salah satu kandidat menarik untuk meneruskan warisan keluarga Ancelotti di klub tersebut.

Scr/Mashable





Don't Miss