Baru Gabung Juventus, Nick Woltemade Langsung Disiapkan Lawan Milan: Mengaku Terinspirasi Ibrahimovic

03.09.2026
Woltemade Segera ke Juventus, Sejauh Mana ‘Si Jangkung’ Bisa Pertajam Lini Serang Spalletti?
Woltemade Segera ke Juventus, Sejauh Mana ‘Si Jangkung’ Bisa Pertajam Lini Serang Spalletti?

Nick Woltemade tidak membutuhkan waktu lama untuk masuk dalam rencana Juventus setelah tiba dengan status pinjaman dari Newcastle United. Penyerang asal Jerman itu sudah menjalani latihan pertama dan berpeluang dimainkan dalam pertandingan besar menghadapi AC Milan.

Pertandingan Juventus melawan AC Milan dijadwalkan berlangsung di Allianz Stadium, Turin, Minggu malam waktu Italia atau Senin, 7 September 2026 pukul 01.45 WIB. Woltemade diperkirakan memulai pertandingan dari bangku cadangan karena baru bergabung dengan skuad Luciano Spalletti.

La Gazzetta dello Sport melaporkan Nick Woltemade bisa menjadi salah satu opsi tambahan Spalletti ketika Juventus membutuhkan perubahan pada lini depan. Kondisi beberapa pemain ofensif Bianconeri membuat peluang penyerang berusia 24 tahun tersebut mendapatkan menit bermain semakin terbuka.

Woltemade bahkan sudah mengikuti latihan bersama rekan-rekan barunya pada Rabu, 2 September 2026, hanya beberapa saat setelah kepindahannya diselesaikan. Tuttosport melaporkan Spalletti mengamati langsung pemain Jerman tersebut untuk mengetahui kondisi fisik sekaligus kemungkinan penggunaannya menghadapi Milan.

Kedatangan Nick Woltemade menjadi penting karena Juventus sedang menghadapi persoalan ketersediaan pemain di sektor menyerang menjelang pertandingan tersebut. Kenan Yildiz harus menepi setelah menjalani operasi kaki, sementara Jeff Ekhator juga belum dapat dimainkan akibat mengalami masalah otot.

Weston McKennie sebelumnya juga sempat mengalami persoalan kebugaran, sedangkan Andrea Cambiaso dan Edon Zhegrova menjalani program latihan berbeda dalam persiapan tim. Situasi itu membuat Spalletti membutuhkan sebanyak mungkin alternatif ketika Juventus menghadapi salah satu pertandingan terberat pada awal musim.

Nick Woltemade Bukan Target Man Biasa

Meski memiliki tinggi sekitar 198 sentimeter, Nick Woltemade menegaskan dirinya bukan penyerang target man klasik yang hanya menunggu bola di dalam kotak penalti. Ia justru menyebut teknik dan kemampuan membaca permainan sebagai dua kualitas terbesar yang dimilikinya.

Dalam wawancara pertama sebagai pemain Juventus kepada La Gazzetta dello Sport, Woltemade mengatakan banyak orang mungkin memiliki persepsi berbeda karena melihat posturnya. Namun, pemain internasional Jerman tersebut merasa permainan terbaiknya muncul ketika terlibat aktif dalam proses membangun serangan.

“Saya pikir tidak sering melihat pemain tinggi bermain seperti saya,” kata Woltemade ketika menjelaskan karakter permainannya. Ia mengaku mampu mencetak gol, memberikan assist, memainkan operan terakhir, sekaligus mencari posisi yang tepat untuk membuka ruang bagi pemain lain.

Pernyataan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai alasan Spalletti tertarik memasukkan Nick Woltemade ke dalam struktur serangan Juventus. Posturnya dapat digunakan untuk duel udara, tetapi kemampuan teknisnya memungkinkan sang striker bergerak lebih bebas di belakang maupun bersama penyerang lainnya.

Woltemade juga merasa pendekatan Juventus di bawah Spalletti cocok dengan karakter permainannya karena Bianconeri ingin mengontrol bola dan menentukan tempo pertandingan. Dalam situasi semacam itu, ia merasa memiliki kesempatan lebih besar untuk menggunakan kecerdasan posisi dan kemampuan kombinasinya.

“Saya sangat senang berada di tim seperti ini, yang banyak mengontrol bola dan melakukannya dengan tempo yang tepat,” ujar Woltemade. Ia menilai karakter permainan tersebut dapat membantu dirinya memperlihatkan kemampuan terbaik setelah memulai petualangan baru di sepak bola Italia.

Terinspirasi Ibrahimovic dan Kai Havertz

Menariknya, Nick Woltemade juga mengungkap dua nama yang banyak memengaruhi cara bermainnya, yakni mantan striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic dan Kai Havertz. Kedua pemain tersebut memiliki tubuh tinggi tetapi tetap dikenal mempunyai kemampuan teknis yang berada di atas rata-rata.

Woltemade mengatakan dirinya sejak lama menyaksikan permainan Ibrahimovic karena mantan kapten Swedia tersebut mampu mengombinasikan kekuatan fisik dengan kualitas teknik luar biasa. Kesamaan postur membuatnya mencoba mengambil sejumlah elemen permainan Ibrahimovic tanpa bermaksud meniru sang legenda sepenuhnya.

“Saya mengambil sedikit dari banyak pemain, misalnya Zlatan Ibrahimovic karena saya selalu senang melihatnya bermain,” kata Nick Woltemade. Menurutnya, Ibrahimovic menjadi contoh menarik karena memiliki postur sangat tinggi tetapi tetap mampu memainkan sepak bola dengan kualitas teknik tinggi.

Nama kedua adalah Kai Havertz, kompatriot Woltemade bersama tim nasional Jerman sekaligus pemain yang disebutnya sebagai seorang teman. Havertz menjadi referensi karena mampu menjalankan beberapa posisi menyerang sambil tetap terlibat dalam kombinasi dan pembangunan permainan tim.

Woltemade mengakui tidak pernah mudah menemukan satu pemain yang benar-benar dapat dijadikan contoh karena karakter permainannya cukup tidak biasa. Dengan tinggi hampir dua meter tetapi mengandalkan teknik, ia merasa hanya sedikit penyerang yang memiliki kombinasi karakteristik serupa.

Karakter tersebut membuat Nick Woltemade berpotensi menjadi opsi berbeda dalam skema Spalletti, terutama ketika Juventus menghadapi lawan dengan pertahanan rapat. Ia dapat menjadi titik pantul serangan tanpa harus terus berada di kotak penalti karena memiliki kemampuan memainkan operan terakhir.

Mantan penyerang tim nasional Jerman Karl-Heinz Riedle bahkan menilai Woltemade lebih menyerupai pemain nomor “sembilan setengah” daripada penyerang tengah konvensional. Ia melihat pemain baru Juventus tersebut mempunyai sejumlah gerakan yang mengingatkannya pada Ibrahimovic ketika masih berada pada fase awal karier.

Peluang Debut Nick Woltemade Terbuka

Juventus mendatangkan Nick Woltemade dari Newcastle dengan status pinjaman hingga Juni 2027 untuk menambah pilihan di sektor depan. Sebelumnya, striker kelahiran Bremen tersebut mencuri perhatian ketika bermain bersama VfB Stuttgart sebelum melanjutkan perjalanan kariernya di Liga Inggris.

Bersama Stuttgart, Woltemade mencetak 18 gol dalam 36 pertandingan dan turut membantu klub tersebut menjuarai DFB-Pokal sebelum pindah ke Newcastle. Catatan itu membuat Juventus melihatnya sebagai penyerang yang dapat menawarkan dimensi permainan berbeda untuk tim asuhan Spalletti.

Kini tantangan pertama Nick Woltemade berpotensi langsung datang dalam pertandingan bertekanan tinggi menghadapi AC Milan di Allianz Stadium. Spalletti belum memberikan kepastian mengenai perannya, tetapi debut dari bangku cadangan menjadi skenario paling memungkinkan mengingat sang striker baru mengikuti latihan.

Juventus sendiri memulai musim dengan hasil positif setelah memenangi dua pertandingan pertama Liga Italia dan mengumpulkan enam poin. Woltemade menilai start tersebut sebagai modal penting sekaligus mengaku gembira dapat bergabung dengan klub yang disebutnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Italia.

Bagi Spalletti, pertandingan menghadapi Milan sekaligus dapat menjadi kesempatan awal melihat seberapa cepat Nick Woltemade memahami pola permainan Juventus. Jika dibutuhkan pada babak kedua, kehadiran striker setinggi 198 sentimeter tersebut memberikan alternatif baru ketika Bianconeri perlu mengubah karakter serangan.

Sorotan pun akan mengarah kepada Woltemade apabila namanya benar-benar dipanggil dari bangku cadangan dalam pertandingan tersebut. Setelah mengaku mengambil inspirasi dari Ibrahimovic, debut melawan AC Milan tentu menjadi panggung menarik bagi sang striker untuk memperkenalkan karakter permainannya kepada publik Italia.

Scr/Mashable





Don't Miss