Dusan Vlahovic akhirnya buka suara setelah kepergiannya dari Juventus dengan status bebas transfer memicu kontroversi. Penyerang asal Serbia itu menegaskan tidak menyimpan dendam kepada Bianconeri, meski proses perpisahan mereka meninggalkan banyak tanda tanya.
Dilansir Football Italia, Vlahovic berbicara panjang mengenai keputusan meninggalkan Juventus ketika kontraknya berakhir. Ia bahkan mengeluarkan pernyataan tajam, “Saya tahu kebenarannya,” saat menyinggung berbagai narasi yang berkembang mengenai kepergiannya.
Vlahovic menegaskan hubungannya dengan Juventus tidak berakhir dengan kebencian. Ia justru meminta maaf kepada pendukung karena situasi tersebut sempat digambarkan dengan cara yang membuat perpisahannya terlihat lebih buruk dan penuh konflik.
Striker berusia 26 tahun itu juga menyampaikan penyesalan karena Juventus tidak mampu bersaing memperebutkan lebih banyak gelar selama dirinya berada di Turin. Bagi Vlahovic, kegagalan mengejar trofi menjadi salah satu hal yang masih membekas setelah masa baktinya berakhir.
Vlahovic Tegaskan Tak Ada Dendam
Kepergian Vlahovic menjadi sorotan besar karena Juventus kehilangan salah satu penyerangnya tanpa mendapatkan biaya transfer. Situasi tersebut membuat publik mempertanyakan bagaimana hubungan pemain dan klub bisa berakhir tanpa perpanjangan kontrak maupun penjualan sebelum masa kerja habis.
Namun, Vlahovic tidak menggunakan kesempatan itu untuk menyerang mantan klubnya. Ia justru menekankan bahwa tidak ada rasa sakit hati terhadap Juventus, meski memahami ada banyak versi berbeda mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Pernyataan “Saya tahu kebenarannya” menjadi bagian paling kuat dari keterangannya. Kalimat itu memberi sinyal bahwa menurut Vlahovic, tidak semua cerita yang beredar selama proses perpisahannya menggambarkan situasi secara utuh.
Meski demikian, ia memilih tidak memperpanjang polemik dengan menuding pihak tertentu. Sikap tersebut membuat komentarnya terasa lebih seperti upaya meluruskan posisi pribadi daripada membuka konflik baru dengan manajemen Juventus.
Minta Maaf kepada Fans Juventus
Vlahovic juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter Juventus atas bagaimana situasi kepergiannya dipersepsikan. Ia tampaknya memahami bahwa perdebatan soal kontrak dan masa depan sempat membuat hubungannya dengan sebagian tifosi terlihat retak.
Permintaan maaf itu tidak hanya berkaitan dengan polemik transfer. Vlahovic juga menyebut kekecewaan karena Juventus gagal memperjuangkan lebih banyak gelar selama periode dirinya membela klub Turin tersebut.
Bagi pemain yang datang dengan ekspektasi besar, pencapaian tim jelas menjadi bagian penting dari evaluasi karier. Vlahovic tampaknya merasa perjalanan bersama Juventus seharusnya bisa menghasilkan lebih banyak keberhasilan daripada yang akhirnya dicapai.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa sang striker masih memiliki ikatan emosional dengan periode kariernya di Turin. Ia tidak menutup bab Juventus dengan amarah, melainkan dengan penyesalan bahwa hasil olahraga tidak sebesar harapan ketika dirinya bergabung.
Ucapkan Terima Kasih kepada Luciano Spalletti
Dalam keterangannya, Vlahovic juga memberikan penghargaan khusus kepada Luciano Spalletti. Ia berterima kasih atas dukungan yang diberikan pelatih asal Italia tersebut sepanjang musim 2025/26.
Ucapan itu menunjukkan hubungan Vlahovic dengan Spalletti tetap positif hingga akhir masa baktinya. Di tengah ketidakpastian kontrak dan spekulasi transfer, dukungan pelatih tampaknya menjadi salah satu hal yang paling ia hargai.
Vlahovic memisahkan persoalan kontraknya dari hubungan profesional dengan staf pelatih. Itu membuat narasi perpisahannya dengan Juventus tidak sepenuhnya identik dengan konflik internal seperti yang sempat dipersepsikan publik.
Spalletti sendiri menjadi figur penting dalam musim terakhir Vlahovic di Turin. Karena itu, ucapan terima kasih tersebut memperlihatkan bahwa setidaknya dari sisi hubungan pemain-pelatih, penyerang Serbia itu merasa mendapatkan dukungan yang layak.
Kepergian Gratis Tetap Jadi Tanda Tanya
Meski Vlahovic sudah memberikan penjelasan, kepergiannya dengan status bebas transfer tetap menjadi pertanyaan besar bagi Juventus. Klub sebelumnya memiliki aset bernilai tinggi, tetapi akhirnya kehilangan sang striker tanpa pemasukan dari biaya transfer.
Kondisi itu membuat perdebatan soal manajemen kontrak sulit dihindari. Juventus tentu memiliki pertimbangan sendiri, sementara Vlahovic kini hanya menegaskan bahwa ia mengetahui fakta sebenarnya mengenai bagaimana proses tersebut berlangsung.
Yang jelas, sang pemain tidak ingin perpisahannya dikenang sebagai perang terbuka. Ia memilih menutup cerita Juventus dengan tiga pesan utama: tidak ada dendam, ada permintaan maaf kepada suporter, dan ada rasa terima kasih kepada Spalletti.
Pernyataan terbaru ini kemungkinan tidak langsung menghapus seluruh kontroversi yang telah berkembang. Namun, suara Vlahovic setidaknya memberikan sudut pandang lain terhadap salah satu perpisahan paling banyak dibicarakan pada bursa transfer 2026.
Pada akhirnya, kalimat “Saya tahu kebenarannya” akan terus menjadi sorotan karena menyiratkan masih ada bagian cerita yang belum sepenuhnya terbuka ke publik. Namun, untuk saat ini Vlahovic memilih berdamai dengan masa lalu dan melanjutkan perjalanan kariernya setelah meninggalkan Juventus.
Scr/Mashable















