Artwork Pertama - Unknown Pleasur
I.\ Artwork Pertama - Unknown Pleasur

Unknown Pleasures dan “Pertama”: Realita Cinta, Vokalis Baru dan Kejutan (yang Tertunda) di Menit 1:40

Membuktikan bahwa cinta menuntut konsekuensi dan tindakan nyata.
23.09.2026
1 min read

Trio asal Bandung, Unknown Pleasures, membuka lembaran baru lewat perilisan single teranyar mereka yang bertajuk “Pertama” pada 14 Mei lalu. Rilisan ini menjadi penanda penting karena mereka memperkenalkan Femy Septi sebagai vokalis baru, menggantikan posisi vokalis sebelumnya. Enggak ada drama di balik pergantian formasi ini; perpisahan terjadi murni karena perbedaan visi. Kehadiran Femy pun mengisi ruang musikalitas band ini untuk membuka kemungkinan-kemungkinan baru, alih-alih hanya menambal kekosongan posisi.

Secara tema, “Pertama” menyajikan refleksi yang jujur dan mentah. Digarap sejak Februari lalu di Gensa Studio, Bandung, gitaris sekaligus penulis lagu Taufiq Nur membawa premis tentang seseorang yang berani mengakui bahwa dirinya pernah menjadi versi terburuk dalam sebuah hubungan. Ini adalah lagu tentang mereka yang memilih untuk tinggal, memperbaiki keadaan dan menyadari bahwa mencintai tidak berhenti pada perasaan belaka, melainkan harus diiringi dengan konsekuensi atas setiap keputusan dan luka yang pernah ditorehkan.

Unknown Pleasur
F.\ Unknown Pleasur

Pergeseran musikalitas juga terasa di lagu ini. Meski lekat dengan akar pop/alternatif, Unknown Pleasures melangkah lebih ke teritori R&B. Mengambil inspirasi dari ketenangan dan keintiman musik Sade, “Pertama” mengalir tanpa perlu berteriak. Fadli Sofian menopang lagu ini lewat permainan bas yang tenang, ngasih ruang leluasa bagi vokal Femy untuk bernapas. Vokal Femy juga terasa intim dan terkontrol, seolah pendengar lagi menguping sebuah percakapan pengakuan dosa yang terlalu personal.

Satu hal yang cukup menggelitik dari eksplorasi R&B ini: dengan beat dan nuansa yang terbangun, rasanya gue sempat mengekspektasikan Femy bakal tiba-tiba ngelempar bar dan nge-rap di sekitar menit 1:40. Sayangnya hal itu enggak terjadi. Tpai, konsistensi vokal Femy yang tetap mengalun tenang hingga akhir ngebuat lagu ini tetep terdengar solid dan asyik.

Pertama” kini sudah bisa didengarin di seluruh platform streaming digital, sekaligus menjadi pintu masuk resmi menuju album perdana Unknown Pleasures yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.