Di tengah situasi sosial yang makin gampang terpecah belah cuma gara-gara beda pandangan politik, agama, atau asal-usul, keberagaman kerap kali dipandang sebagai ancaman ketimbang kekayaan. Menolak tunduk pada narasi kebencian itu, unit pop-punk asal Bandung yang berdiri sejak akhir 2021, Retisalya, memilih buat menyemburkan pesan toleransi secara lantang. Di tahun 2026 ini, mereka resmi ngelepas single terbaru bertajuk “Sense Of Belonging”, sebuah karya perdana mereka yang dibalut penuh dengan lirik berbahasa Inggris.
Dihuni oleh Dimsam (Vokal/Gitar), Cikal (Gitar/Backing Vocal), Jidong (Bass/Backing Vocal), dan Koped (Drum), Retisalya yang namanya diambil dari bahasa Sanskerta bermakna “irama kehidupan yang penuh keteguhan” ini mencoba membedah esensi paling mendasar dari kehidupan berbangsa. Lewat lirik-lirik yang menggaungkan seruan “Abolish oppression” dan “Don’t let them bring us down”, lagu ini bukan cuma buat pamer beat drum cepat atau fill gitar yang catchy. Lebih dari itu, “Sense Of Belonging” mereka jadikan manifesto terbuka buat berhenti ngelihat perbedaan sebagai sekat dan ngajak pendengarnya buat berdiri teguh tanpa menindas atau ditindas oleh siapapun.

Bergabung di bawah naungan label Big Records Asia, lagu yang diciptakan oleh Daud Jungjunan ini diproduksi langsung oleh Sunu Prasasti selaku A&R dan Produser. Hasilnya adalah sebuah amunisi pop-punk emosional yang memadukan agresivitas tempo dengan pesan damai yang mendalam: bahwa perdamaian itu dimulai ketika kita milih buat memahami, bukan menghakimi. “Sense Of Belonging” udah bisa lo gempur di setiap lini!
Instagram: @retisalyaofficial














