Melomaniac Vol. I: Deklarasi Perang Marabunta Klab Terhadap Komodifikasi Skena Lampung
Artwork by: @adtya_prtma1

Melomaniac Vol.1: Deklarasi Perang Marabunta Klab Terhadap Komodifikasi Skena Musik Lampung

Sudah cukup dengan glorifikasi arus pinggir yang cuma peduli angka dan target perusahaan. Saatnya merebut kembali ruang bermain kita sendiri!
Words by:
12.10.2026

Kita sudah terlalu sering disuapi narasi usang tentang betapa gagahnya skena musik arus pinggir di Lampung hari ini. Kenyataannya? Kebanyakan dari pergerakan itu tak lebih dari sekadar alat pemuas target perusahaan raksasa, komoditas angka, dan ajang pamer yang minim esensi. Skena musik yang seharusnya membebaskan justru didominasi oleh pihak-pihak yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh akar rumput.

Berangkat dari kemuakan terhadap kutukan yang terus berulang tersebut, Marabunta Klab bangkit untuk meretas sistem. Mereka mendeklarasikan sebuah ruang aman baru yang jauh dari politisasi, batasan, dan monopoli korporat bertajuk MELOMANIAC VOL. I. Didukung oleh teman-teman yang merasa ini perlu didukung, gigs ini diciptakan sebagai sarang bagi mereka yang merasa tak lagi terwakilkan oleh skena yang sudah usang. Different places, different spaces—let’s get connected.

Untuk merayakan perebutan kembali ruang bersenang-senang ini, Marabunta Klab tidak main-main dalam memilih kawan satu pit. Tidak ada nama-nama template; lineup kali ini dikhususkan bagi para pecandu distorsi pekat, hardcore, punk, dan segala elemen subkulturnya.

Dari tuan rumah, ada Splyx, unit hardcore punk belia asal Bandar Lampung yang baru terbentuk Januari 2026 lalu, dan siap membawakan amunisi dari “RAW DEMO” mereka. Amarah kemudian dilanjutkan oleh Rascal, punggawa metallic hardcore asal Pringsewu yang siap menghantam muka liwat sound heavy beatdown dari EP terbaru mereka “Heaven Shall Burn“. Masih dari daratan Lampung, Uber Hem turut ambil bagian menyuarakan perlawanan terhadap fenomena persekusi lewat nomor-nomor dari “Kebacut Terror“. Dan untuk memastikan malam itu benar-benar hancur, ZIP datang jauh-jauh dari Jakarta membawa paranoia dan distopia dari album “MODEL CITIZEN“. Mereka siap mengubah venue menjadi arena perlawanan tanpa kompromi.

Pesta distorsi ini akan dieksekusi pada hari Minggu, 1 November 2026 bertempat di Pagas Records. Agresi dimulai tepat pukul 19:00 hingga 22:00 WIB. Tiket sudah bisa diamankan melalui platform yesPLIS dengan harga Presale 1 di angka Rp65.000 (sold out), Presale 2 Rp85.000, dan On The Spot (OTS) seharga Rp100.000.

Mari berkumpul untuk mangsa yang lebih besar. Sampai jumpa di moshpit!

Informasi: IG-Marabunta Klab