Menyebut sebuah proyek berisi 18 lagu sebagai “bukan album” mungkin terdengar seperti sebuah ironi. Namun, bagi Bahtera, mononim dari singer-songwriter, produser, sekaligus vokalis The Black Boots, Dynan Fauzan, hal itu adalah sebuah keharusan. Pada 9 Oktober 2026, di bawah payung Sanctune Sanctuary, ia merilis “Semua Ini Nyata”. Proyek yang dilabelinya sebagai “not an album“ ini awalnya hanya direncanakan sebagai sebuah EP biasa sebelum ia melangkah ke album debut sesungguhnya. Namun, karena terlalu banyak sampah emosional yang perlu dibuang, proyek ini membengkak menjadi 18 track.
Ada alasan di balik pemilihan judul tersebut. Jika disingkat, “Semua Ini Nyata” membentuk kata “SIN” (dosa). Proyek ini memang dikonsepkan sebagai ruang pengakuan; sebuah katarsis untuk mengingat kembali hal-hal buruk, amarah, keresahan, dan kesalahan masa lalu tanpa berniat mencari pembenaran. Memegang prinsip “Ada Nya Apa” dan “Apa Ada Nya”, Dynan membiarkan proyek ini lahir secara mentah dan jujur tanpa perlu repot-repot memolesnya agar memenuhi standar atau definisi dari sebuah album yang sempurna.
Bahtera banyak bermain di ranah Alternative/Pop yang kelam dan introspektif. Salah satu titik didih dari rilisannya ada pada focus track berjudul “Korek”. Lagu ini direkam dari pengalaman personal yang sangat spesifik: jam tiga pagi, saldo rekening nol, dihimpit tekanan hidup, dan hanya sebatang rokok yang menjadi pertolongan pertama. Di tengah keputusasaan itu, Bahtera menyisipkan satu baris lirik perlawanan: “Api ku tak kan padam”.
Eksplorasi Bahtera tidak berhenti di ranah audio. Proyek ini dibungkus dengan identitas visual “Semua Ini Nyata Era” yang sangat terkonsep. Identitas tersebut direpresentasikan lewat karakter 3D berambut abu-abu dengan jumpsuit putih dan sarung tangan hitam yang seolah menjadi avatar dari alter-ego sang musisi. Dipadukan dengan artwork bersiluet gelap dan pendaran asap hijau yang toxic dan misterius, visual ini sukses mengamplifikasi narasi tentang dosa dan kegelisahan yang menyelimuti seluruh materi lagunya.
Instagram — @nomadfears














