Duhai Hati tak Bertuan ARTWORK
I.\ Artwork: Duhai Hati tak Bertuan - Benjamina

Benjamina Mengeksploitasi Keresahan Batin Lewat Single Indie-Pop “Duhai Hati tak Bertuan”

"Maka beruntunglah mereka, yang tak pernah saling mencintai."
27.09.2026
1 min read

Proyek solo independen asal Surabaya gubahan Deary Darmawan a.k.a Benjamina, mengeksploitasi keresahan batinnya melalui perilisan single kedua bertajuk “Duhai Hati tak Bertuan“. Resmi mengudara pada 21 September 2026 lalu, tembang bernuansa indie-pop, balada dan alternatif ini menyusul lagu debutnya, “Pita Ukur”, yang juga dilepas pada tahun yang sama. Mengambil nama panggung dari spesies pohon beringin favoritnya, Ficus benjamina, proyek ini menjadi wadah personal bagi Deary untuk berekspresi secara mandiri.

Bagi Benjamina, “Duhai Hati tak Bertuan” jauh melampaui nyanyian roman picisan. Lagu ini adalah sebuah orasi mesra yang secara perlahan justru menjerumuskan dirinya semakin dalam. Proses kreatifnya lahir dari satu pertanyaan sederhana yang mengganjal pikirannya: apakah segala hiruk-pikuk yang ada di sini murni disebabkan oleh rasa cinta?

Meski Deary sendiri belum menemukan definisi cinta yang memuaskannya, ia menolak untuk berhenti mencari. Ia meninggalkan “Duhai Hati tak Bertuan” sebagai sebuah jejak abadi. Sebuah karya yang akan terus hidup dan bersuara, bahkan kelak ketika ia sendiri telah usai dengan perasaannya. Sikap skeptis sekaligus romantis ini ia rangkum dengan tajam lewat sebuah catatan yang ditulis bertepatan dengan hari ulang tahunnya pada 13 September 2026: “Maka beruntunglah mereka, yang tak pernah saling mencintai.”

Secara aransemen, Benjamina merangkap sebagai produser, penulis lirik, dan pengisi vokal sekaligus gitar utama. Ia dibantu oleh Rambo Permana yang duduk di bangku ko-komposer, pengisi kibor, sekaligus mengeksekusi tahapan mixing dan mastering. Tensi alternative-ballad dalam lagu ini semakin pekat berkat lapisan instrumen tambahan dari Roy Deva (gitar kedua), Imron Rusadi (gitar bas), serta Risky Nur Wahyudi (drum). Sementara untuk merepresentasikan kesunyian lagu secara visual, Benjamina menggandeng Qurrota A’yun sebagai pengeksekusi artwork.


Instagram: @benjaaminaa