Skena musik Bintaro kembali kedatangan amunisi baru di tahun 2026 ini dengan lahirnya KANATA. Mengusung pusaran genre Pop Rock Alternative, KANATA maju dengan formasi enam kepala: Aisyah atau Chaca (vokal), Fauzan (gitar lead), Akim (gitar rhythm), Jerico (bass), Zino (keyboard), dan Ariel (drum). Sebagai perkenalan dan langkah awal mereka mengarungi industri, unit ini resmi melepas single perdana bertajuk “Endless Regret” pada 23 September 2026 lalu.
KANATA menawarkan sesuatu. Mereka membungkus rasa kesedihan di lagu ini dengan aransemen musik yang semi-energik, ditambah dengan sedikit sentuhan gaya Jepang yang catchy. Kontras antara melodi yang menghentak dan tema lirik yang depresif.
“Endless Regret” sendiri diangkat dari kisah non-fiksi sang penulis, menceritakan tentang keputusasaan, kesedihan, dan penyesalan mendalam. Lebih spesifik lagi, lagu ini memotret perasaan ingin kembali ke masa lalu yang mustahil dicapai, demi memperbaiki sesuatu yang terlanjur usai tanpa pernah sempat dimulai. Penyesalan tak berujung ini berakar dari sebuah ketakutan untuk memulai sebuah hubungan, meskipun kedua belah pihak sebenarnya ingin menuju ke arah yang sama.
Keputusasaan tersebut terekam jelas pada penggalan lirik “another life, we might” yang disematkan dalam lagu. Penggalan ini menjadi sebuah paradoks akan suatu hal yang tidak mungkin terjadi di masa sekarang, namun disisipkan sebagai wujud harapan semu agar kisah tersebut bisa terwujud di dimensi atau kehidupan lain.
Trek ini merupakan hasil racikan departemen kreatif KANATA, di mana komposisi ditangani oleh Fauzan Annajwa Kartanegara dan Aisyah Muna Khanza, serta lirik yang ditulis oleh Abdul Hakim. Proses mixing dan mastering dieksekusi oleh Muhammad Devin Pratista di Perfecta Studio.
Instagram: kata.kanata














