Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Jepang, Laiqa, resmi meluncurkan video musik terbaru bertajuk “Nakaima” pada 30 September 2026 lalu. Nomor syahdu ini menjadi salah satu trek andalan dalam EP debutnya, Me for Me, yang telah mengudara lebih dulu pada 23 September 2026 di bawah naungan SCENE’S RECORD. Melalui karya ini, Laiqa menghadirkan sebuah perjalanan audio-visual yang mengundang pendengarnya untuk merenungkan posisi diri di tengah pusaran waktu.
Ada satu detail visual menarik yang garapan sutradara Wataru Okada (stacks) dalam video musik “Nakaima”. Sepanjang adegan di dalam mobil yang melaju di jalan tol, kamera terus menyorot Laiqa yang bernyanyi di kursi penumpang dengan rangkaian bunga di sekelilingnya. Namun, sosok pengemudi yang mengarahkan kendaraan tersebut sama sekali tidak pernah diperlihatkan. Ketiadaan pengemudi ini, meski secara teknis berawal dari fokus pengambilan gambar promosi justru menjelma menjadi metafora visual yang kuat. Sebuah pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali atas perjalanan hidup kita.
Pertanyaan itu berkelindan erat dengan makna mendasar dari judulnya. Dalam bahasa Jepang, Nakaima (中今) merujuk pada gagasan tentang “saat ini” sebagai titik pijak yang menghubungkan masa lalu dan masa depan. Melalui lirik yang ia tulis sendiri, Laiqa tidak mengajak pendengarnya untuk menghapus memori pahit atau menyingkirkan kecemasan akan hari esok. Sebaliknya, ia menawarkan penerimaan. Baris lirik “怖がりばっかだったあの子とは別れたんだ” (aku telah berpisah dengan diriku yang penakut) [gak tau terjemahanya bener apa enggak nih] mempertegas proses kedewasaan tersebut bahwa melangkah ke depan berarti merangkul ketakutan masa lalu untuk menjadi sosok yang utuh hari ini.

Secara musikal, “Nakaima” bergerak di persimpangan R&B/Soul, J-pop, dan sentuhan city pop yang hangat. Diproduseri oleh kolektif musik w.a.u yang digawangi Kota Matsukawa, Ryuju Tanoue, dan Koki Furukawa. Lagu ini dibalut melodi yang terkesan ringan, ear-catching, dan sangat ramah di telinga sejak pendengaran pertama. Ada kontras yang memikat antara ritme musik yang santai dengan tema lirik yang menyentuh ranah kehilangan, perpisahan, dan waktu yang terus mengalir tanpa henti.
Dinamika emosi dalam lagu ini makin dipertegas lewat perpindahan latar di dalam video musiknya. Setelah melewati perjalanan jalan raya di dalam mobil, visual beralih ke sebuah ruangan tenang tempat Laiqa memainkan piano dengan pemandangan laut luas di balik jendela. Jika ruang dalam mobil memberi kesan perjalanan menuju sesuatu yang belum pasti, maka ruangan berpiano tersebut terasa seperti jeda yang intim—sebuah ruang aman untuk berdamai dengan diri sendiri sebagaimana tajuk EP-nya, Me for Me.
Pada akhirnya, “Nakaima” menegaskan posisi Laiqa sebagai salah satu solois J-pop/R&B yang patut masuk dalam radar. Lagu ini berhasil menawarkan dua pengalaman sekaligus. Menjadi trek pop yang menyenangkan untuk dinikmati tanpa banyak usaha, sekaligus menjadi cermin personal bagi siapa saja yang sedang belajar menjadi “penumpang” yang tenang di tengah ketidakpastian masa depan.
Instagram: @inlaiqa














