“You, Me and Earth”: Refleksi 22 Tahun PNCL Melihat Dunia yang Makin Gila
Artwork You, Me and Earth - PNCL

“You, Me and Earth”: Refleksi 22 Tahun PNCL Melihat Dunia yang Makin Gila

Bertahan nge-band selama 22 tahun itu gila, tapi ngelihat kondisi dunia hari ini ternyata jauh lebih gila.
Words by:
14.10.2026

Bertahan lebih dari dua dekade di skena musik arus pinggir jelas bukan perkara gampang. Dinamika kehidupan personal, pekerjaan, hingga tren yang terus berganti biasanya jadi kuburan buat banyak band lokal. Tapi hal itu nggak berlaku buat PNCL (dibaca: Pencil). Unit post punk / indie pop asal Samarinda, Kalimantan Timur ini membuktikan taringnya dengan melepas single terbaru bertajuk “You, Me and Earth” di bawah naungan label Slomo Record pada 9 Oktober 2026.

Lahir pertama kali di tahun 2004 dengan nama “Pencil”, band yang kini dihuni oleh Ifan (Vokal), Adhi (Gitar), Zae (Gitar), Alung (Bass), dan Dian (Drum) ini punya sejarah panjang. Sempat merilis EP “Bad Woman” (2006) dan “Idealis tak Terarah” (2011), mereka lantas hiatus panjang selama sembilan tahun akibat kesibukan masing-masing, sebelum akhirnya bangkit lagi di tahun 2020 dengan nama PNCL. Kini, di usia yang menginjak 22 tahun, rahasia mereka bisa terus jalan ternyata cukup sederhana: pertemanan yang sudah cair layaknya keluarga sendiri, dan semangat eksplorasi gear dari Fender Stratocaster hingga Tonex Amp yang bikin mereka nggak berhenti berkarya meski terhalang jarak antar kota.

“You, Me and Earth”: Refleksi 22 Tahun PNCL Melihat Dunia yang Makin Gila
PNCL

Lewat single “You, Me and Earth“, PNCL datang nggak cuma buat setor lagu. Mereka membawa narasi reflektif yang cukup gelap tentang hubungan timbal balik manusia dan alam. Lagu ini menangkap dinamika emosional tentang kekacauan dunia hari ini.

Perubahan menjadi kehidupan
Menimbulkan sisi mu yang gila
Tanyakan kepada mereka
Dunia ini sudah gila…

Penggalan lirik di atas seolah merangkum keresahan PNCL secara gamblang. Zae membedah lebih tajam bahwa lagu ini menyoroti ketidakselarasan antara agenda penguasa dengan keteraturan dan keseimbangan dunia. Ada sisi gila umat manusia yang memicu distorsi di lingkungan sekitar. Pesan tersebut dibalut lewat racikan post-rock dan post-punk yang di-eksekusi proses mixing-mastering-nya oleh kawan lama mereka, Rizki Wahyudi (Jagasvara).

Di luar perilisan single ini, PNCL juga punya pandangan kritis soal ekosistem musik di hometown mereka. Di tengah era digital yang bikin akses referensi makin gampang, skena Samarinda menurut mereka masih punya pekerjaan rumah yang serius.

“Scene Samarinda sudah harus melek untuk membangun industri musik, yaitu dengan menghargai sesama seniman secara profesional lewat budget fee. Hilangkan budaya non-budget dengan dalih membantu atau promosi,” tegas Zae dalam sesi wawancara bersama Theo Nugraha. Di sisi lain, Dian juga menyoroti betapa minimnya wadah kolektif atau gigs lokal yang esensial. Ketiadaan ruang bermain ini bikin proses silaturahmi dan regenerasi musisi Samarinda mandek dan cuma mentok di media sosial.

“You, Me and Earth” adalah sebuah statement kematangan dari kolektif yang menolak mati ditelan zaman. Berbekal semangat “main band sampai tua”, nomor terbaru PNCL ini sudah bisa lo gempur di berbagai DSP lainnya, lengkap dengan Music Video (MV) garapan Denny Irawan dan Windra Gunawan yang tayang di YouTube.

PNCL – You, Me and Earth

Artis: PNCL
Penulis Lagu: Ifan PNCL
Produser Musik & Aransemen: PNCL
PNCL are:
  • Ifan (Vocal)
  • Adhi (Guitar)
  • Zai (Guitar)
  • Alung (Bass)
  • Dian (Drum)
Kredit Audio & Produksi:
Drum Record by: Delly afriadi (@dellyafriadi)
Recording Engineer: Arie wardhana (@ariewdhana, @backstage.ina)
Mixing & Mastering: Rizki wahyudi (@akurizki, @jagasvara)
Record Label: Slomo (@slomorecord)
Kredit Video & Visual:
Cinematographer MV: Denny irawan (@dnyirawan) & Windra Gunawan (@wi2ngunawan)
Editor MV: Denny irawan (@dnyirawan)
Artwork by: Fachmi R (@fachmi_r)
Artwork Logo by: Ozie virzi (@blablabla.goodness)
Kontak & Sosial Media:
Instagram: @pncl.official
Email: pencilband.official@gmail.com