Lenovo resmi memperkuat perannya sebagai Mitra Teknologi Resmi FIFA dengan menghadirkan infrastruktur AI near real-time untuk mendukung operasional dan penyiaran FIFA World Cup 2026.
Turnamen yang akan digelar di tiga negara dengan 48 tim peserta ini diproyeksikan menjadi edisi terbesar dalam sejarah Piala Dunia, sehingga kebutuhan akan teknologi berlatensi rendah dan pemrosesan data real-time menjadi semakin penting.
Salah satu fokus utama Lenovo adalah menghadirkan distribusi IPTV dengan latensi sangat rendah.
Teknologi ini memungkinkan tayangan pertandingan dikirim ke berbagai lokasi turnamen hanya dalam hitungan detik, sehingga penggemar, media, tamu VIP, dan ofisial dapat menikmati akses pertandingan secara hampir real-time.
Lenovo menyebut sistemnya mampu menekan latensi IPTV hingga di bawah lima detik, sebuah pencapaian penting untuk lingkungan siaran langsung berskala global.
Pusat Kendali Teknologi Turnamen
Selain penyiaran, Lenovo juga mendukung operasional di FIFA Technology Command Center di Miami dan Tournament Operation Center. Kedua fasilitas ini berfungsi sebagai pusat kendali yang memantau seluruh infrastruktur teknologi turnamen secara near real-time.
Dengan dukungan server dan solusi enterprise Lenovo, penyelenggara dapat mendeteksi potensi gangguan lebih cepat dan mengambil tindakan sebelum berdampak luas pada pertandingan maupun siaran.
Lenovo menempatkan server di International Broadcast Center di Dallas, Texas, untuk menyediakan daya komputasi dan pemrosesan AI yang dibutuhkan dalam produksi siaran global.
Infrastruktur ini dirancang untuk menangani volume data video langsung yang sangat besar dari stadion-stadion di seluruh Amerika Utara.
AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Imersif
Lenovo juga memperkenalkan sejumlah inovasi AI yang ditujukan untuk meningkatkan pengalaman penggemar.
Salah satunya adalah avatar pemain 3D berbasis AI yang dapat memvisualisasikan situasi pertandingan secara lebih jelas, termasuk membantu menjelaskan keputusan offside secara real-time. Teknologi ini dibangun menggunakan model generatif AI dan data pemain aktual.
Fitur lain yang diperkenalkan adalah Referee View yang distabilkan AI. Fitur ini menghadirkan sudut pandang orang pertama dari perspektif wasit dengan pengurangan distorsi gerakan yang signifikan, sehingga penonton dapat memahami dinamika pertandingan dari sudut pandang yang berbeda.
Di area stadion, Lenovo juga menerapkan sistem navigasi berbasis AI untuk membantu mengurangi kepadatan penonton dan memperlancar arus pergerakan pengunjung. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi operasional di berbagai venue turnamen.
Analitik AI untuk 48 Tim Peserta
Lenovo menyiapkan platform FIFA AI Pro, asisten pengetahuan berbasis AI yang dirancang untuk memberikan insight taktis kepada pelatih, pemain, dan analis.
Platform ini dibangun menggunakan Lenovo AI Factory dan akan tersedia bagi seluruh 48 tim peserta. Tujuannya adalah memperluas akses terhadap analitik tingkat elite sehingga setiap tim memiliki kesempatan yang lebih setara dalam memanfaatkan teknologi.
Langkah ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya digunakan untuk kebutuhan penyiaran dan operasional, tetapi juga mulai memainkan peran strategis dalam pengambilan keputusan di lapangan.
Skala Operasional yang Masif
Untuk mendukung turnamen, Lenovo akan menyediakan lebih dari 17.000 perangkat Lenovo dan Motorola serta menugaskan lebih dari 200 engineer di stadion dan lokasi latihan tim. Skala ini mencerminkan besarnya kebutuhan teknologi dalam ajang olahraga global yang berlangsung di banyak kota dan negara secara bersamaan.
Menurut Lenovo, FIFA World Cup 2026 menjadi contoh nyata bagaimana edge computing dan AI dapat digunakan untuk memenuhi tuntutan lingkungan real-time yang tidak selalu dapat ditangani secara optimal oleh solusi cloud murni.
Infrastruktur on-premise dan edge computing memungkinkan pemrosesan data berlangsung lebih dekat ke sumbernya, sehingga latensi dapat ditekan seminimal mungkin.
Scr/Mashable


















